Showing posts with label MPASI. Show all posts
Showing posts with label MPASI. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Berbagai Kecap Non MSG buat Mpasi Bayi

Dari judulnya, pasti mommy berpikir "Masak iya ada kecap tanpa MSG?"
Memang, kalau kita bertemu sebuah produk pabrikan yang dikemas dan tahan lama pasti identik dengan MSG dan pengawet. Tidak bisa dipungkiri sih, apalagi kalau sebuah produk digemari dan punya rasa enak, kita pasti berpikir bahwa produk tersebut mendapat penambahan penguat rasa dengan berbagai istilah latin seperti monosodium glutamat, natrium glutamat dan lainnya.

Lalu, bagaimana dengan kecap?
Banyak mommy yang menanyakan tentang kecap ini di milis. Kecap bisa diberikan mulai umur 1 tahun. Memang bukanlah bahan makanan esensial dalam Mpasi. Penggunaannya bisa diskip atau digantikan dengan bahan lainnya. Tetapi sesekali, banyak mommy yang ingin menggunakan kecap sebagai variasi rasa, terutama untuk masakan-masakan berbahan kecap seperti semur dan nasi goreng.

Lalu kalau kasus sudah begini bagaimana?Pilihannya ya kecap non MSG. Lalu merk kecap yang baik untuk Mpasi apa?

Dari obrolan-obrolan yang saya baca di milis, ada satu merk kecap yang tidak menggunakan MSG. Saya sudah terbiasa sebut merk di blog ini, jadi ya langsung aja deh. Banyak mommy yang rekomendasi merk Bango, alasannya karena di labelnya tidak terdapat bahan MSG. Selain itu, ada juga mommy yang mengaku pernah kerja praktek di pabriknya dan melihat langsung pembuatan kecap yang tanpa MSG dan pengawet. Selain itu, ada juga yang menyarankan kecap Black Gold dari ABC.

Merk lain yang sering disebut adalah kecap cap Sapi. Merk ini masih awam di telinga kita. Belum pernah dilihat di supermarket atau di televisi. Heheheh... wajar Mommy, ternyata kecap ini hanya ada di Bandung. Untuk mommy di Bandung, kecap ini bisa diperoleh di supermarket Yogya Riau, Setiabudhi, Tiara, toko kelontong dan pasar-pasar tradisional.

Selain itu, ada pula kecap organik. Ada yang bilang kalau kecap organik lebih baik dibandingkan kecap pabrikan. Cuman ya itu, harganya lebih mahal. Beberapa merk yang sering dipakai yaitu kecap organik cap 3 Mawar.

Berbagai merk diatas bisa mommy coba. Namun ada tips lain nih soal memilih kecap. Kecap selain msg komposisi lain yg harus diperhatikan adalah
  •  Ada atau tidak bahan pengawetnya?
  • Kecap asli yang alami cenderung lebih encer tidak kental. Kalo ternyata kental berarti ada tambahan sesuatu yg bikin dia kental. 
  • Gula yang digunakan, kalo kecap yang alami seharusnya memakai gula merah/aren. Bukan gula pasir / gula buatan.
Lalu bagaimana dengan saos Tiram?
Ada juga nih merk saus tiram tanpa MSG yang direkomendasikan, yaitu merk Lee Kum Lee, namun jenis ini ada 2, MSG dan non Msg. Tang tanpa MSG ada gambar kakek-kakek pakai topi, jadi jangan sampai salah ya.

Selain itu, ada stau hal yang perlu mommy lakukan untuk membeli produk kemasan, apapun jenisnya, biasakan untuk membaca label komposisi bahan. Biasakan diri untuk berkenalan dengan istilah-istilah latin yang digunakan untuk menggantik Monosodium Glutamat alias MSG. Beberapa produk memang terang-terangan mencantumkan nama Penguat Rasa, beberapa produk lain menggantinya dengan nama latin lain.    

Monday, January 21, 2013

Mengenalkan Kuning Telur ke Bayi Mpasi

Telur merupakan bahan makanan Mpasi yang mengandung protein tinggi sehingga bagus untuk bayi. Kandungan protein ini sendiri yang pada akhirnya memicu alergi pada anak, yaitu kandungan ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin. Pada penderita alergi ringan, efek alergi dari protein tersebut bisa dilenyapkan dengan cara dimasak. Namun, pada penderita alergi berat, usaha memasak tidak berpengaruh dalam melenyapkan gejala alergi.

Alergi juga sering dialami oleh bayi karena sistem pencernaanya yang belum optimal. Maka untuk itu, idealnya kuning telur diberikan pada bayi umur 9 bulan untuk memperkecil resiko alergi.

Nah, keluhan yang sering dialami mommy yang mengenalkan kuning telur adalah bau amis yang menyengat, terutama jika ditambahkan langsung pada bubur. Tips untuk mengurangi bau amis kuning telur saat membuat bubur bayi adalah telur direbus tersendiri. Setelah matang, baru kuning telurnya diambil, disaring dan ditambahkan pada bubur.

Jika masih juga bau amis, ada tips khusus dari mommy di milis, yaitu dengan menumis bawang putih parut dengan menggunakan unsaltted butter, lalu masukan ke buburnya. Aduk rata, baru kemudian tambahkan rebusan telurnya. Boleh tambah parutan keju di atasnya.

Selamat mencoba, mommy ^ ^



Wednesday, January 2, 2013

Serba-serbi Tahu untuk Mpasi

Salah satu sumber protein bagi bayi adalah tahu. Salah satu menu wajib si Cuta sepanjang Mpasinya sekarang. Umur yang diperbolehkan untuk Tahu bagi bayi sih sekitar 7 bulan berbarengan dengan dicabutnya warning pembelian tempe. Merk Tahu yang sering dimakan Cuta sih tahu Kong Kee yang denger-denger memang bebas garam.

Idealnya, tahu yang dijual di pasaran sudah matang karena proses pembuatannya memerlukan perebusan. Di milis banyak disarankan agar sebelum diolah, tahu dikukus terlebih dahulu. Padahal sebenarnya tidak perlu loh, Mommy. Tahu dikukus dahulu agar bisa tahan lama kalau ditaruh di kulkas.

Hanya saja, khusus untuk tahu yang dijual di pasar memang agak rentan sterilnya karena kadang dijual dalam keadaan wadah terbuka sehingga dihinggapi debu atau penjualnya saat mengemas tidak mencuci tangan dengan baik. Sehingga pantang rasanya memberikan tahu yang baru dibeli langsung pada bayi.

Pemberian tahu kepada bayi itu aman asalkan dimasak terlebih dahulu. Mommy bisa kok langsung nyemplungin tahunya ke bubur atau dikukus bersamaan dengan ngukus sayuran.


Nah, untuk jenis tahu apa saja sih yang boleh diberikan pada bayi?
Tentu saja segala jenis tahu yang mommy yakinin bersih dari bahan pengawet seperti formalin. Untuk tahu-tahu yang ada dipasaran, jika memang mommy tidak yakin, lebih baik jangan. Banyak mommy yang merasa lebih aman saat membeli tahu di supermarket, karena memang untuk toko besar seperti supermarket sudah mempunyai standar untuk para supllier mereka. Selain itu, supermarket juga lebih memperhatikan label makanan dari BPOM, walaupun ya kadang ada juga supermarket yang nakal.

Untuk berbagai makanan olahan tahu, banyak kok. Beberapa jenisnya bisa dilihat di resep tahu ya mommy. 

Segitu dulu ya mommy, selamat memilih dan mengolah tahu. 


Sunday, December 16, 2012

Makanan Sumber Zat Besi

 Zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, bahkan oleh bayi sekalipun. Bayi yang sudah mulai Mpasi bisa dengan mudah mendapatkan asupan zat besi. Beberapa bahan makanan berikut bisa menyediakan zat besi yang cukup bagi mereka. Berikut makanan berbagai sumber zat besi :



-Daging sapi dalam berbagai bentuk
-Daging ayam
-Kuning Telur
-Ikan salmon
-Ikan tuna
-Udang
-Kacang almond
-Kacang merah
-Jenis kacang-kacangan lain
-Beras merah
-Kedelai
-Tahu
-Bayam/sayur warna hijau
-Buah prem
-Hati


Zat besi juga mempercepat proses mpenyerapan vitamin dalam usus, namun saya juga pernah baca di milis kalau kelebihan zat besi juga bisa menyebabkan sembelit.

Saturday, December 15, 2012

Mengatasi batuk Pilek (Batpil) Anak

Kalau anak sedang batuk pilek, pasti makannya agak susah. Nah, mommy-mommy, saya baru aja dapat tips anak yang sedang menderita batuk pilek (batpil).

Pertama bisa dari makanannya. Anak yang sedang batpil enaknya makan makanan yang hangat. Nah, dari milis saya dapat resep untuk anak yang sedang batpil yaitu untuk membuat buburnya:

Bubur beras merah/putih + Air + bawang putih  + jahe

Nah, untuk tips lainnya bisa dengan terapi uap. Nah, yang ini agak melenceng dari tema Mpasi ini mommy, tapi tips yang saya dapat dari milis ini patut untuk disimpan. 

Mommy perlu water heater yang ada cereknya. Cerek heater itu diisi air setengahnya, lalu colokannya di sambungin ke listrik hingga mendidih. Tuangkan beberapa tetes minyak kayu putih. Aromanya akan keluar bersamaan dengan uap air. Nah, mintalah anak menghirup uap ini. Kalau aromanya sudah agak hilang, bisa ditetesin lagi. Kalau air sudah mulai berkurang, bisa ditambah air.

Kalau tidak punya water heater itu, bisa kok pake gelas biasa dengan air panas. Cuman ya itu, hanya bisa dipakai sebentar.

Selamat mencoba!







Thursday, December 13, 2012

Membuat Tepung Beras Mpasi

Sereal merupakan makanan pertama yang bagus untuk bayi. Sereal juga bisa menjadi pilihan dari tiga jenis makanan awal untuk Mpasi. Saya pilih cereal karena ya itu, relatif rendah potensi alerginya dan juga gampang didapat.

Untuk cereal, saya kasih Cuta tepung beras. Waktu itu tepung beras putih. Ada sih memang tepung beras Mpasi yang kemasan, berbagai merk mulai yang organik seperti tepung gasol. Bagi saya semuanya sama saja, karena asalnya dari beras. Namun berhubung saya saat itu tidak bisa menemukan tepung gasol beras di Denpasar jadinya saya bikin sendiri.

Untuk resepnya saya dapat dari milis Mpasi rumahan. untuk ukurannya sih terserah saja, namun baiknya dimulai dengan beberapa sendok makan beras saja. Satu sendok beras saja sudah menghasilkan tepung yang banyak, jadi kalau kebanyakan takutnya rusak selama proses penyimpanan.

Cara membuat tepung beras Mpasi sendiri:

Beras, baik itu beras putih, merah atau cokelat dicuci sampai bersih. Kalau mau direndam boleh, tidak usah semalaman agar tidak bau berasnya. Rendam beberapa jam saja. Cuci bersih, tiriskan, dan jemur hingga kering. Selama proses pengeringan ini sebaiknya jemuran beras ditutupn agar terhindar dari debu atau sampah-sampah kecil. Alas menjemur bagusnya tidak dari bahan plastik agar proses pengeringan optimal, tutupnya juga jangan dari plastik, bisa dari kain bersih juga, pokoknya yang berpori-pori biar panas bisa masuk.

Setelah kering, beras disangrai hingga gurih. Proses ini juga bisa membantu saat musim hujan, ketika beras tidak sepenuhnya kering, sangrai akan membantu menghilangkan kadar air di permukaan beras. Setelah disangrai, lalu didiamkan hingga dingin.



Blender beras dengan menggunakan blender yang kecil. Saya biasanya sedikit demi sedikit. Hasilnya memang berupa tepung yang agak kasar. Kalau mau makanan bayi berstekstur, bisa langsung dimasak, namun untuk bayi yang baru Mpasi baiknya sih disaring dulu pakai saringan teh. Butiran yang besar diblender kembali.

Tepung beras kemudian disimpan di wadah yang tertutup dan kedap udara. Masa pemakaiannya lama kok, namun ingat ya mommy, periksa tepung saat hendak dipakai, apa berubah warna atau berbau.

Nah, demikian cara singkatnya. Gampang kok, selain itu bebas bahan pengawet lagi. silahkan dicoba!

Sunday, December 9, 2012

Say No To Makanan Instan?

Bahasa yang sederhana, namun mommy pasti tahu banyak sekali halangannya untuk menerapkannya di dunia per-Mpasian. Jujur, memang susah sekali menjalankan niat Mpasi home made yang aman dan sehat, terutama dengan adanya saudara-saudara. Saya sendiri mengalaminya, ipar sedari awal sudah menganjurkan memberi makanan instan suatu merk.

Pernah juga sekali waktu ketika saya memberikan hati ayam pada si Cuta. Ini adalah pemberian pertama, mencoba istilahnya dan ternyata dia tidak mau makan karena pahit. Ipar saya yang lagi satu dengan cepat menganjurkan untuk membelikan makanan instan. Mungkin saya memang terlalu sensi apalagi ipar yang ini sudah sering sekali memvonis bahwa baby saya PERLU makanan instan. Syukur tidak semua makanannya saya campur hati, setelah diberikan makanan baru non hati, si baby makan lagi dengan lahap.

Saya pernah putus asa dengan Mpasi Homemade ketika hampir 3 bulan Cuta GTM. Banyak jenis masakan yang saya bikinkan, namun hasilnya sama. Bibirnya tertutup dengan sukses. Lalu, dengan putus asa saya membelikannya satu box kecil makanan instan. Lama saya memilih, menimbang dan akhirnya memutuskan untuk membelikannya rasa pasta kaldu ayam.

Sampai di rumah, saya seduhkan bubur instannya dan saya cicipi. Oh, tidak! ini mah penyedap murni rasanya, kaldunya bener-bener tidak asli. Ragu-ragu saya berikan bubur ini, dan ternyata si Cuta tidak doyan juga. Hahaha.. saya tertawa puas. Ternyata dia GTM bukan karena Mpasi home made ala emaknya tidak enak, namun ternyata pada Mpasi instan juga dia say no!

Kadang saya butuh bukti untuk meyakinkan orang-orang di sekeliling bahwa bayi saya tidak perlu makanan instan. Pada mertua sih tidak masalah, karena syukur, mereka adalah orang yang mengerti bahwa iptek itu sudah berkembang dari waktu ke waktu, namun masalahnya adalah ipar-ipar yang notabene sudah berpengalaman dalam per-MPasian. Namun hingga saat ini, saya memberikan si Cuta Bubur instan baru dua kali, pertama waktu pulang kampung dan tidak ada kompor, kedua yang kemarin GTM gitu.



Saya sendiri sih tidak say no to makanan Mpasi instan, karena saya masih memberikan dia biskuit bayi merk tertentu. Alasannya klasik, tak ada oven untuk buat cookies hihihihhi

Namun memang sebaiknya untuk awal Mpasi, bayi hendaknya diberikan makanan homemade. Bubur tepung beras yang dicairkan pake ASI misalnya, memiliki rasa yang lebih tawar dibandingkan bubur instan. Ipar saya lagi satu yang babynya seumuran sama Cuta mengalaminya. Awal Mpasi diberikan bubur instan merk tertentu, terus di tengah jalan mommynya mau ganti pake yang homemade, hasilnya, bayinya menolak karena sudah terbiasa makan yang manis-manis, diberikan bubur beras dengan ASI yang lebih tawar dia tidak doyan.

Ah, miris sebenarnya melihat kebiasaan di sekitar saya yang lebih memilih Mpasi kotakan dan instan untuk bayi. Mpasi instan mengandung berbagai macam bahan kimia seperti pengawet dan juga gula tambahan, istilahnya seperti mie instan untuk orang dewasa. Bayi pencernaannya masih sangat sensitif dan rentan, diberikan paparan zat kimia seperti itu setiap hari, apa yang bisa terjadi?

Mempopulerkan Mpasi homemade sangat susah di masyarakat. Tradisi dari orang tua dahulu memang selalu mengasosiasikan makanan bayi dengan merk SUN, dan anehnya anak-anak jaman itu yang sekarang sudah dewasa ternyata baik-baik saja. Kondisi ini yang membuat kebiasaan memberikan makanan instan kepada bayi juga turun temurun. Parahnya, kebiasaan ini juga di-Amin-i oleh dokter.

Wednesday, December 5, 2012

Serba-serbi Ubi Jalar dan Resep Puree Ubi Jalar (6 Month + )

Ubi jalar kaya akan beta karoten. Rasanya yang manis tapi ringan dijamin menjadi favorit bagi bayi. Ubi jalar juga bisa dicampur dengan berbagai sauran lain, buah ataupun dagin. Umbi ini tersedia sepanjang tahun sehingga mudah didapat dan harganya juga terjangkau.

Memilih Ubi Jalar
Carilah ubi jalar yang keras, tidak retak atau berbintik keras (pilih yang berbintik lembut). Satu ubi jalar ukuran menengah bisa menghasilkan sekitar 5 ons puree ubi jalar.

Bilas ubi jalar dalam air dingin. Gosok kulit dengan sikat sayuran kecil untuk menghilangkan kotoran. Bilas lagi, lalu kupas dengan pengupas sayuran. Potong ukuran dadu kecil.

Didihkan air dalam panci sedang. Kurangi panas dengan mengecilkan kompor sehingga didihan air tinggal gelembung lembut dan masak potongan ubi jalar sampai empuk (sekitar 15 menit). Tiriskan kentang manis dan bilas dengan air dingin selama tiga menit untuk menghentikan proses memasak.

Haluskan ubi yang sudah dimasak dengan food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai konsistensi yang diinginkan. Setelah bayi siap untuk finger food, mommy bisa memberikannya dalam bentuk potongan kecil.

Puree ubi jalar  dingin yang disimpan di kulkas dengan wadah BPA tahan sampai sampai 3 hari. Puree ubi jalar beku bisa tahan sampai 3 bulan. Cairkan semalaman di kulkas bawah sebelum penyajian.


Tuesday, December 4, 2012

Serba-serbi Wortel dan resep Puree Wortel (8 month+)

Beta karoten banyak terdapat pada wortel, merupakan tambahan bergizi untuk makanan bayi yang sedang Mpasi. Diambil dari parent.com, berikut langkah demi langkah dalam penyiapan dan membuat puree wortel.

Memilih dan membeli wortel
Wortel merupakan sayuran yang sangat serbaguna, setelah bayi lulus 4dr untuk puree wortel tunggal, mommy dapat mencampur wortel dengan berbagai buah-buahan, sayuran lainnya, dan daging. Carilah wortel dengan permukaan luar halus dan warna oranye yang segar. Wortel ukuran sedang bisa menghasilkan sekitar tiga ons puree. Wortel kaya akan nitrat, sehingga lebih dianjurkan untuk diberikan pada umur 8 bulan.

Cuci dan Kupas Wortel
Bilas wortel dalam air dingin dan kupas dengan pengupas sayuran. Potong menjadi
potongan-potongan kecil.

Memasak Wortel
Didihkan air dalam panci sedang. Kecilkan kompor untuk mengurangi panas (air bergelembung lembut) dan masak wortel sampai lunak (sekitar 10 sampai 15 menit). Tiriskan wortel dan bilas dengan air dingin selama tiga menit untuk menghentikan proses memasak.

Haluskan Wortel
Haluskan wortel yang sudah dimasak dalam food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai konsistensi yang diinginkan. Setelah bayi Mommy siap
untuk finger food, mommy bisa memberikannya wortel yang telah dimasak dan dipotong-potong kecil.

Penyajian Wortel
Lezat disajikan sebagai puree tunggal, namun bisa juga dicampur dengan bahan lain seperti brokoli, kacang buncis, saus apel, ataupun daging

Dinginkan atau Freeze Sisa puree Wortel
Puree wortel dingin yang disimpan di kulkas dengan wadah BPA tahan sampai sampai 3 hari. Puree wortel beku bisa tahan sampai 3 bulan. Cairkan semalaman di kulkas bawah sebelum penyajian.

Sunday, December 2, 2012

Tips Membuat Bubur Kacang Hijau Mpasi

Membuat bubur kacang hijau memang gampang-gampang susah. Tinggal dimasak di air mendidih, jadi deh. Tapi jangan kira segampang itu, pernah kan mommy membuat bubur tapi hasilnya keras bukan kepalang. Nah, dari mommy di milis Mpasi rumahan, saya nemu nih tips Mpasi ampuh dalam membuat bubur kacang hijau.

Pertama: Sudah tentu kacang hijau harus direndam dahulu, minimal 3 jam agar lebih cepat matang. Mau rendam semalaman juga okeh, namun awas jadi kecambah dia. Nah, kalau mommy orangnya pikunan terus mencegah rendaman kacang hijaunya jadi kecambah, rendamnya bisa menggunakan air matang, jangan air mentah.

Kedua: Kalau mommy tidak sempat merendam kacang hijaunya dan ingin memasak pada hari itu juga, ada juga caranya. Yaitu didihkan air, lalu masukan kacang hijau sekitar 5 hingga 10 menit hingga mendidih benar. Setelah itu matikan api dan tutup panci. Biarkan setengah jam, baru tutupnya dibuka. Nah, kacang hijaunya akan pecah kulitnya, kemudian masak kembali. Nah, lebih hemat gas jadinya dibandingkan mommy masak di atas api terus menerus.

Ketiga: Penambahan gula sebaiknya tunggu hingga kacang sudah mekar. Tunggu hingga mekar atau benyek dulu. Penambahan yang terlalu cepat bisa membuat kacang hijau tidak mau mengembang sehingga keras. Setelah mengembang dan kulit terkelupas, baru kecilkan api. Kulit kacang hijau yang sudah lepas dan mengambang bisa diambil sedikit demi sedikit. Setelah itu baru tambahkan gula, jahe dll.


resep bubur kacang hijau lain

Thursday, November 29, 2012

Hyper Beta Caroten pada Bayi

Pernah melihat bayi baru lahir kuning?

Ini adalah hal yang biasa, namun bagaimana jika bayi usia 10 bulan kuning? Ini bisa terjadi karena bayi kebanyakan makan makanan yang mengandung beta carotene. Iya, hyper beta carotene merupakan seuatu kondisi dimana bayi berwarna kuning terutama pada kulit dan telapak tangan karena kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten.

Apakah hal ini wajar dan berbahaya? Wajar tentu saja jika menu si bayi memang kebanyakan beta karoten dan tentu saja tidak berbahaya karena bisa hilang sendiri jika asupan beta karoten untuk sementara dihentikan. Sisa beta karoten dalam tubuh akan larut dalam air sehingga akan berkurang.

Cuta sendiri sih belum pernah divonis begini sama dokter karena dia memang jarang ke dokter kecuali imunisasi (hehehehe). Tapi beberapa hari yang lalu saya pernah perhatikan kulitnya, ketika saya bandingkan dengan kulit saya, kulitnya dia memang lebih kuning. Bisa jadi memang dia kena sindrom ini mengingat wortel dan kabocha merupakan menu hariannya.

Hehehe… maklum, emaknya kurang pengalaman menyajikan makanan. Isi kulkasnya cuman itu. Nah selanjutnya, makanan apa saja yang mengandung beta karoten tinggi? Wortel adalah yang utama dan paling sering ditemui, Labu kuning / kabocha, pepaya, Ubi, bayam, blewah.

Kondisi kuning akibat kelebihan beta karoten ini bisa hilang setelah konsumsi berbagai makanan ber-beta karoten distop. Namun setelah kuning hilang dan kulit kembali normal, mommy bisa kok memberikan buah dan sayur tersebut, namun jangan terlalu sering dan berbarengan dalam satu hari.

Wednesday, November 28, 2012

Mengatasi Susah BAB (Sembelit) pada Bayi Mpasi

Si Cuta waktu pertama kali Mpasi sih tidak mengalami sembelit atau nangis pas BAB. BABnya memang lebih keras, sehingga dia ngeden namun tidak sampai nangis. Menurut Mommy di milis, ngeden memang diperlukan bagi bayi untuk melatihnya buang air besar jadi saya tidak terlalu khawatir. Selain itu, BABnya juga seringnya dua hari sekali. Jadi syukurnya, awal-awal Mpasi dia tidak sampai sembelit.

Sembelit merupakan hal yang lazim terjadi pada bayi yang baru Mpasi. Sembelit sih sudah pada tahap yang parah ya, Mommy, sementara masalah yang paling sering terjadi adalah bayi tidak BAB di awal-awal Mpasi, bayi ngeden keras waktu BAB atau bayi nangis kejer di awal Mpasi padahal pupnya tidak keras.

Hal ini lazim terjadi karena usus bayi masih dalam tahap ‘training’ atau penyesuaian. Pada bayi yang ekslusif ASI selama 6 bulan, usus terbiasa dengan makanan cair sehingga ketika diberikan makanan padat atau semi padat, usus bayi akan kaget. Hasilnya ya itu, tidak BAB beberapa hari, sembelit dan nangis-nangis.

Lalu untuk mengatasi sembelit pada bayi yang baru Mpasi bagaimana sih?
Saya pernah baca sharing mommy di milis. Ada tiga metode yang bisa memperlancar BAB bayi yaitu:

3F: fluid, fiber, fitness

Untuk fluid, yaitu bisa berupa pemberian air putih. Untuk postingan air putih, bisa dibaca di link mengatasi bayi yang tidak suka minum air putih.

Untuk fiber, bisa didapatkan dari buah dan sayur. Khusus buah, ada beberapa buah tertentu yang bisa digunakan untuk bisa memperlancar BAB bayi, yaitu:

P fruits: pear (xiang li), peach, plum, prune, papaya.

Khusus untuk papaya, idealnya memang bisa melancarkan pencernaan, namun ternyata cocok-cocokan juga. Selain p fruit diatas, banyak juga mommy yang menyarankan buah lain untuk memberikan melon kuning atau rock melon. Untuk Cuta sih buah ini memang hampir selalu ada, karena emaknya juga doyan (heheheheh) dan hasilnya memang membuat pencernaannya lancar.

selain buah diatas, ada juga mommy yang berhasil dengan buah naga, alpukat sama semangka. Cuman itu, cocok-cocokkan juga.

Nah, selanjutnya untuk fitness, yaitu dengan pijat bayi. Pijat di bagian perut penting untuk melancarkan pencernaan. Pijatnya dengan membentuk huruk ILU terbalik pada perut bayi. Artikelnya belakangan deh ya, saya tidak terlalu sering melakukan pijat sih karena Cuta anaknya tidak mau diam. Baru direbahin sedetik, dia udah belinjatan bangun.

Lalu gowes, yaitu dengan menggerakan kedua kaki bayi seperti menggenjot sepeda sementara bayi dalam posisi berbaring. Nah, yang ini sering saya lakukan, disertai dengan nyanyi-nyanyi.



Selain metode 3f diatas, banyak juga mommy mengatasi sulit BAB pada bayi dengan hal-hal berikut:

Berendem air anget biar badannya rileks
Oles minyak adas di perut.
Angkat kaki ke arah perut saat bayi mengedan
Gendong bayi dalam posisi berhadapan dan kakinya ditekuk jadi bayi duduk di tangan.

Tips diatas mungkin tidak berhasil pada satu anak jika diterapkan, semua kembali lagi pada kenyataan bahwa masing-masing anak memang berbeda-beda. Jika sembelit sudah parah, lebih baik hubungi dokter ya mommy.

Sunday, November 25, 2012

All About Finger Food

 Mommy pasti sering membaca istilah finger food. Iya, istilah ini sudah tidak asing lagi terutama bagi ibu-ibu yang sedang memberikan Mpasi bagi bayinya. Apa sih finger food itu? Secara awam, finger food bisa diartikan sebagai makanan yang bisa dipegang oleh bayi sehingga memungkinkan untuk dimakan sendiri oleh bayi.

Sebenarnya finger food bukanlah istilah Mpasi. Menurut wikipedia, Finger Food adalah makanan yang dimaksudkan untuk dimakan langsung dengan tangan, tidak lewat peralatan seperti pisau, garpu atau sendok.

Nah, jadi sebenarnya setiap makanan kecuali yang berbentuk cairan bisa disebut finger food. Namun jika dalam istilah Mpasi, Finger food bisa diartikan seperti pengertian di awal-awal tadi. Finger food biasanya berupa makanan yang  dipotong sdemikian rupa sehingga mudah diambil dengan tangan bayi, biasanya sebesar jari/korek api.

Nah, apa saja sih finger food yang bagus untuk bayi?

Finger Food yang baik adalah makanan yang lumer di mulut dan memiliki tekstur yang tidak terlalu keras. Lumer di mulut itu wajib, karena bayi yang belum punya gigi belum bisa mengunyah secara sempurna, sehingga mudah tersedak jika menelan makanan yang berukuran besar.

Tekstur tidak terlalu keras wajib hukumnya, kenapa? Karena itu lagi, bayi belum punya gigi sehingga mengunyahnya pakai gusi. Kalau makanannya keras, bisa-bisa melukai gusi anak.

Kapan Bayi bisa diberikan Finger Food?
Setiap bayi mempunyai perkembangan sendiri-sendiri. Idelanya ketika mulai Mpasi, bayi sudah menunjukan keinginan untuk memasukan sesuatu ke dalam mulutnya. Nah, finger food cocoknya diberikan kepada bayi yang sudah bisa menjepit makanan dengan jari telunjuk dan ibu jarinya serta sering terlihat mengunyah dengan gusinya.
Selain itu, sudah tentu bayi harus sudah bisa duduk tegak untuk mengurangi resiko tersedak.

Apa fungsi finger food?
Fungsinya adalah untuk melatih bayi makan sendiri. Selain itu, dengan makan finger
food sendiri, bayi akan belajar untuk melatih sensitifitasnya dalam menghubungkan kemampuannya memegang makanan dan memasukannya ke mulutnya sendiri. Finger food juga bisa membantu bayi belajar keterampilan motorik halusnya. Belajarnya juga dengan situasi yang menyenangkan.


Apa saja makanan yang disebut finger food?
Beragam. Idealnya sih finger food diberikan berdasarkan umur bayi. Finger food yang paling aman adalah buah dan sayuran kukus. Apel, papaya, melon, pear, wortel, brokoli dan juga zukini. Bisa dijadikan alternative.

Akhirnya kembali ke praktek. Saya pernah mempraktekan memberi finger food buat Cuta. Kalau tidak salah umurnya 8 bulan, saya iseng memberinya apel mentah. Dia sih bersemangat sekali, apalagi rasa apel mentah lebih segar dibandingkan apel kukus. Dia menggigiti apel dengan semangat, sementara air liurnya terus menetes. Beberapa potongan apel kecil mampu  ia dapatkan dan ia telan. Sisanya hanya berupa cairan apel yang ia hisap. Sekitar lima menit, ia tersedak karena potongan apel yang ia telan kebesaran. Saya tepuk-tepuk punggungnya dan potongan apel yang besar keluar bersama semua potongan yang lebih kecil. Saya hanya tertawa saja sambil mencandainya,
"Hahahah.... tak apa, Nak! itu namanya belajar. "


Untuk resep finger food bayi bisa dilihat di tag resep finger food yak.
Selamat berkreasi, mommy!

Friday, November 23, 2012

Tips Mpasi: Fillet Ikan Biar Tidak Amis


Memasak ikan untuk Mpasi biasanya menimbulkan bau amis yang tidak sedap. Saya mengalaminya, pernah mau mengolah ikan mujair, namun ketika setelah difillet, diolah, kok baunya amis. Akhirnya, ikan itu tidak jadi dipakai. Nah, Bagaimana cara mensiasatinya?

Para mommy di milis punya tipsnya:
1. Cukup cuci filet dengan air matang
2. Bawang putih dan jahe dirajang/ potong kecil2, trus tambahkan air secukupnya dan rendam bersama filet ikan skitar 10 menit
3. Bau amis hilang sudah.

Selamat mencoba.

Wednesday, November 21, 2012

Mengatasi Bayi Tidak Suka Minum Air Putih

Biarpun tidak sepenuhnya bagus, namun bayi juga perlu air putih loh mommy, terutama bagi bayi yang sudah Mpasi dan sehabis makan. Kenapa? ini saya dapatkan dari sebuah sumber:

Kadar gula yang tinggi dalam susu formula bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang, terutama pada bayi dan anak-anak. Sesudah anak selesai minum susu, biasakan untuk 'membilas' mulutnya dengan minum air putih.

Anjuran umum yang banyak dilakukan para orangtua ini dibenarkan oleh ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dalam peluncuran kampanye Mulai Hidup Sehat dari Sekarang yang diprakarsai Danone-Aqua di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

"Susu mengandung karbohidrat dan laktosa (bentuk lain dari gula), yang bisa melekat di gigi lalu merusak lapisan email. Jadi anjuran itu benar, membersihkannya memang bisa dilakukan dengan kumur-kumur lalu minum air putih," ungkap dr Oetoro.

Di dalam mulut, gula menciptakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bakteri jahat yang bisa merusak email atau lapisan terluar gigi. Akibatnya gigi menjadi berlubang, membusuk atau caries dan bahkan bisa menyebabkan gusi bengkak karena infeksi.

Selain dipicu oleh susu, gigi berlubang juga disebabkan oleh makanan atau minuman lain yang juga mengandung gula. Apalagi bagi anak-anak yang masanya suka jajan, jenis makanan yang paling disukai umumnya makanan manis seperti permen dan gulali.

Gigi yang paling rentan mengalami pembusukan maupun berlubang biasanya adalah gigi geraham. Selain karena posisinya paling belakang, gigi geraham paling banyak memiliki alur dan celah yang kadang-kadang sulit dijangkau saat menggosok gigi.

Meski gigi anak belum permanen dan akan tanggal suatu saat nanti, namun jika berlubang maka tetap akan berdampak pada kualitas hidupnya. Misalnya jika terjadi infeksi, maka anak akan mengalami demam dan akibatnya tidak bisa bermain dan masuk sekolah.
Nah, untuk itu penting bagi mommy untuk memberikan bayi air putih, sekalipun ia sudah minum susu namun air putih ini bukanlah sebagai pengganti cairan melainkan untuk membersihkan mulut.

Lalu seberapa besar kebutuhan air putih bagi bayi yang mulai Mpasi?
Di milis, pernaha da mommy yang sharing hasil konsultasinya dengan dokter spesialis anak andalannya. Dokter tersebut menyarankan bahwa pemberian air putih untuk  anak sudah mulai mpasi itu = 30 x berat badan bayi (dalam ukuran mililiter).

Contoh, jika berat anak 7.5 kg, maka kebutuhan airnya adalah: 30 x 7.5 = 210 ml. jumlah ini untuk satu hari, bukan satu kali minum.

Kalau anak minum ASI, kebutuhan air putihnya bisa setengah dari jumlah yang seharusnya karena pada ASI, hampir 80% kandungannya adalah air.

Namun jika anak minum susu formula atau sufor, takaran hendaknya disesuaikan dengan angka kebutuhan diatas karena air putih juga diperlukan untuk mengeluarkan kelebihan konsentrasi mineral yang ada pada sufor.

Air putih juga bisa membantu agar bayi tidak sembelit dan juga menanamkan kebiasaan sehat untuk minum air putih bagi bayi.

Nah, bagaimana kalau si kecil yang bau-baru Mpasi tidak doyan air putih? Cara mengatasinya bayi yang tidak suka minum air putih bervariasi. Banyak sekali
mommy yang mengeluhkan soal ini di milis dan saya juga pernah mengalaminya.

Alasan bayi tidak suka minum air putih karena rasanya yang tawar. Mereka sudah terbiasa minum susu yang manis, ketika diberikan air yang tawar, mereka akan menolak. Bayi juga masih adaftasi, sehingga untuk mengatasi bayi tidak suka minum air putih, mommy bisa mengadaptasikannya secara perlahan. Caranya, sehabis makan, campurkan air putihnya dengan sedikit makanan kesukaannya, baik itu bubur atau puree buah lalu berikan ke bayi. Secara berangsur-angsur, kurangi kepekatan hingga akhirnya air putih saja.

Jika cara ini tidak berhasil, ganti media pemberiannya. Jangan menggunakan dot, karena bayi biasanya sudah mengasosiasikan dot dengan susu. Bisa menggunakan gelas, botol minuman, atau sendok.. Biasanya bayi akan suka memperhatikan apa yang dipakai orang tuanya dan juga berminat untuk melakukan sesuatu seperti yang orang tua mereka lakukan.

Intinya tetap satu, sabar. Bayi adalah makhluk mungil yang belum berpengalaman. Mereka perlu waktu ekstra untuk belajar banyak hal, termasuk juga untuk sebuah kesenangan seperti makan dan minum. Semangat mommy!

Tuesday, November 20, 2012

Berbagai Bahan dan Merk Makanan untuk Mpasi

Mommy yang baru mulai Mpasi dan sering-sering baca resep masakan di internet, pasti sering kebingungan dengan berbagai istilah yang beredar di beberapa resep Mpasi tersebut. Saya juga begitu adanya, namun setelah membaca-baca di milis, ada beberapa penjelasan yang menarik dan menghilangkan kebingungan.

Pertama, untuk memulai Mpasi, sudah tentu kita dihadapkan pada beberapa pilihan bahan yang ada pada resep seperti misalnya keju, butter ataupun oatmeal. Nah, dibawah ini saya ambilkan beberapa jenis bahan makanan Mpasis erta merk-merk yang biasa dipakai oleh mommy di milis dan tentunya aman bagi bayi.

Minyak Zaitun
Nah, ini bagiannya adalah EVOO dan ELOO. EVOO bisa dibaca di postingan apa itu EVOO, sementara ELOO adalah EVOO yang sudah dicampur dan fungsinya untuk menumis, bakar. Harga masing-masing produk ini untuk ukuran 250 ml hampir setara yaitu sekitar 20 ribuan jadi banyak mommy yang menanyakan apakah bisa ELOO menggantikan posisi EVOO untuk dimasukan ke dalam bubur bayi secara langsung. Menurut moderator dan beberapa mommy, ternyata ELOO juga bisa dicampurkan langsung ke bubur bayi, asalkan jumlahnya disesuaikan ya.

Nah, untuk merk EVOO dan ELOO yang bisa dipakai MPasi diantaranya: colavita, Borges, Fillipo Berio, Bertolli. Saya pakai Bertolli.  Cara membedakan kemasan EVOO dan ELOO gampang banget, cukup baca labelnya dengan teliti yak. Hehehehe



Keju
Nah, produk olahan susu ini sudah bisa diberikan mulai dari umur 8 bulan. Memang sih keju adalah produk yang berpengawet, namun karena sudah lulus tes di BPOM, maka bisa dipastikan jumlah pengawet yang ada memenuhi standard.

Merk Keju untuk MPasi yang rendah garam diantaranya adalah: Babybell, Bellcube/ Laughingcow, Diamond, Prochiz. Saya pakai Prochiz, setelah dicicipin sama suami ternyata memang tidak terllau asin. Keju ini saya tambahkan di banyak makanannya untuk tambahan lemak dan mendongkrak berat badan, seperti buah, bubur oatmel dan kadang bubur beras.

Butter
Butter biasanya dipakai untuk menumis. Banyak mommy yang menggunakan butter tidak bergaram alias unsaltes butter.
Merk unsalted butter yang sering dipakai Mpasi: Lurpak, Anchor, Elle Vire, Orchid.

Yogurt
Yogurt sudah bisa diberikan pada bayi mulai umur 8 bulan. Yogurt yang dipakai Mpasi sudah tentu yang plain alias polos alias tanpa rasa. Beberapa merk yogurt untuk Mpasi diantaranya adalah: Yummy Plain, Swiss Yoghurt Plain, Elle n Vire.

Ada juga yogurt yang khusus bayi, apapun merknya yang penting komposisinya hanya terdiri dari susu dan kultur yogurt. Merknya: Yoplait baby, Petit Miam.


Oatmeal
Oatmeal alias gandum. Bisa digunakan sebagai selingan bubur beras bagi bayi. Merk oatmeal yang sering dipakai Mpasi adalah merk Quacker Oatmeal. Ada dua warna, yaitu merah dan biru. Merah merupakan oat instant yang cukup hanya diseduh, sementara biru perlu dimasak dalam api kecil. Untuk bayi sih disarankan yang biru.


Tahu
Di pasar tradisional banyak beredar tahu. Tahu lombok, tahu sumedang atau tahu-tahu yang lain. Jika yang makan orang dewasa, maka akan aman-aman saja, lalu bagaimana kalau bayi?

Untuk amannya, mommy di milis sih pakai tahu sutera. Ada juga tahu sutera non salt. Merk tahu untuk Mpasi biasanya adalah Kong Kee, tapi pilih yang Tofu Jepun dengan kompisisi no salt.

Beberapa bahan dan merk makanan lainnya yaitu:


Pasta free gluten: Orgran
Kecap asin: Kikkoman
Saus tiram no msg: lee kum kee
Minyak wijen: merk YuenYick

Sementara bahan-bahan makanan impor yang namanya aneh-aneh itu:
Lentils: bisa ganti ama kacang ijo (mung bean)
Beans: kacangg merah, kcg kedelai, kcg ijo, kcg tholo
Legumes/peas: kcg polong
Groundnuts: kcg tanah
Chickpeas: kcg pnjang, buncis
Basil: mirip dgn daun kemangi tp lbh lebar + lbh tebal dan pnya aroma unik yg enak
Cilantro=daun ketumbar
Rosemary: daunnya bentuk runcing kya cemara
Zukini = terong (terong italia)
Kyuri = timun (timun jepang
Kabocha = seperti labu parang tp ukuranx lebih kecil, segede mangkok, kulitnya dominan hijau
Butternut squash: seperti lonceng agak besar, kulitnya kuning
 


Thursday, November 15, 2012

Resep Bubur Kacang Hijau plus Kurma (6 Month +)

Yap, sesuai judulnya, resep Mpasi bayi 6 bulan yang simple dan sederhana selanjutnya adalah bubur kacang hijau. Resep ini saya dapat di milis Mpasi Rumahan dan sudah dicoba sendiri. Hasilnya memang memuaskan bagi emaknya, tidak bagi si Cuta (hihihi). Dia agak tidak suka dengan bubur kacang hijau dan inilah masa-masa ketika GTMnya baru dimulai.

Jika pada orang dewasa, bikin bubur kacang hijau ditambah gula dan santan, untuk bayi 6 bulan sudah tentu belum boleh memakai gula. Maka sebagai pemanis adalah kurma. Banyak yang bingung apakah kurma bisa dikasi pada bayi umur 6 bulan, beberapa bisa dan beberapa mommy lainnya memberikan kurma pada umur 1 tahun ke atas karena kurma manis sekali. Pada resep ini, kurmanya di rebus, setelah diicip-icip ternyata manisnya rada berkurang. Saya sendiri dulu ngasih bubur ini saat Cuta umur 7 bulan. Mommy yang mau coba, silahkan.

Bubur Kacang Ijo plus Kurma
Bahan:
2 sdm Kacang ijo (rendam biar cepat masak)
3 buah kurma palm'frutt

Buang biji kurma, kalo bisa kulit putih bijinya yang masih nempel dibuang juga,
potong kecil2

Masukkan ke rebusan kacang ijo, aduk sampai kacang ijo matang (pecah), angkat
kemudian blender kasar dengan sisa air rebusan (kurang lebih 20ml). Siap disajikan.

Oh ya, ada tips nih untuk membuat bubur kacang hijau yang lembut. silahkan dicek di tips Mpasi bubur kacang hijau

Tuesday, November 13, 2012

Apa Itu Extra Virgin Olive Oil (EVOO)?

Extra Virgin Olive Oil atau yang dikenal dengan sebutan EVOO adalah minyak zaitun murni yang warnanya mirip sekali dengan warna emas. Extra virgin adalah minyak zaitun dengan kualitas tertinggi serta paling mahal. Rasanya tidak cacat dan benar-benar rasa zaitun segar.

Istilah virgin dipakai untuk menunjukan bahwa minyak olive disarikan langsung dari buah zaitun. Buah yang diperah pertama kali menghasilkan minyak berkualiats paling bagus yang dikenal dengan istilah 'extra virgin olive oil'. Sedangkan perahan kedua dikenal dengan nama 'virgin olive oil. Warnanya kuning kehijauan dengan aroma olive yang kuat.

Dalam istilah kimia, EVOO memiliki keasaman bebas, dinyatakan sebagai asam oleat, tidak lebih dari 0,8 gram per 100 gram dan nilai peroksida kurang dari 20 miliekuivalen 02. EVOO ini harus diproduksi seluruhnya dengan cara mekanis tanpa menggunakan pelarut, dan di bawah suhu yang tidak akan menurunkan minyak (kurang dari 86 ° F, 30 ° C).



Bagaimana minyak tersebut memenuhi syarat untuk disebut sebagai "extra virgin"?  Ternyata minyak juga harus melewati kedua tes resmi di laboratorium kimia dan evaluasi sensorik oleh sebuah panel mencicipi terlatih yang diakui oleh International Olive Council.

Karena minyak zaitun jenis ini dibuat dari perasan buah zaitun murni tanpa aditif, maka ada beberapa factor yang mempengaruhi kualitas dan rasa minyak, meliputi varietas zaitun digunakan, proses produksi serta dedikasi dari produsen itu sendiri.

Para ahli yang mencicipi minyak jenis ini menggambarkan bahwa EVOO memiliki ketentuan rasa seperti di bawah ini:
•    Fruity: Memiliki karakteristik rasa pedas buah  zaitun matang atau hijau segar. Hasil minyak buah yang matang lebih ringan, aromatik, seperti mentega, dan bunga matang. Hasil minyak zaitun yang masih hijau lebih berasa rumput, herba, pahit, dan pedas. Fruitiness ini juga bervariasi tergantung buah zaitun.
•    Bitter: Menciptakan sensasi rasa tajam yang menyenangkan di lidah.
•    Pedas: Menciptakan sensasi pedas di mulut dan tenggorokan


Nah, sehubungan dengan postingan menaikan berat badan bayi menggunakan EVOO sebelumnya, ini nih kandungan gizi yang terdapat dalam EVOO ini. Minyak zaitun mengandung zat yang meningkatkan nilai gizi. EVOO ini adalah sumber makanan kaya lemak tak jenuh tunggal, lemak jantung sehat. Asam lemak tak jenuh tunggal, phytophenols, dan vitamin E dalam EVOO membantu untuk mengontrol LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan HDL atau tingkat kolesterol baik. Antioksidan kuat, phytophenols membantu mengurangi risiko penyakit arteri koroner. EVOO juga kaya vitamin A, B1, B2, C, D, dan K, serta zat besi.

Nah itu dia EVOO, salah satu bahan MPasi rumahan yang fungsinya bisa untuk menaikan berat badan bayi. Kabar gembiranya, EVOO ini juga bermanfaat buat mommy mommy-nya loh. Saya iseng browsing dan nemu tentang khasiat EVOO ini untuk kecantikan di link ini.




Monday, November 12, 2012

Cara Menaikan Berat Badan Bayi

Senang dong lihat berat badan si baby naik terus tiap bulannya. Badannya tambah montok, pipinya tembab dan senyumnya lucu. Aih.. menggemaskan sekali.

Tetapi ternyata tidak semua ibu mengalaminya. Iya, hampir sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang dianjurkan WHO setiap bulannya. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari bayi yang GTM alias ga mau makan, makanannya kurang kalori, atau memang keturunan. Nah, yang terakhir memang susah diakali, karena kita tidak bisa mencampuri yang namanya genetika.

Setiap bulan berat badannya Acyuta memang nambah, namun tidak banyak. Seiring dengan perkembangannya, ternyata penambahan berat badannya tidak sepadan dengan penambahan tinggi badan dan aktivitasnya. Jika pada umur 3 bulan, ia sudah mencapai berat hampir 7 kilo, di usia yang enam bulan, eh ternyata masih di kisaran 7 juga. Bingung juga menyiasatinya. Jika dulu sebelum 3 kilo selalu berbangga setiap nimbang di dokter, setelahnya hampir selalu kecewa setiap lihat timbangan.

Nah, dari ibu-ibu di milis, saya dapat info bahwa cara menaikan berat badan bayi adalah dengan makanan yang berkalori tinggi. Bisa berupa penambahan keju, makanan yang ditumis dengan minyak atau alpukat. Selain itu bisa juga dengan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Baca punya baca juga, untuk meningkatkan penyerapan zat besi itu bisa dengan air jeruk. Sehingga banyak mommy di milis memberikan sari jeruk baby bagi bayinya sesudah makan agar penyerapan zat besi makanannya optimal.

Lemak tidak dianjurkan bagi bayi karena resikonya tinggi. Buktinya, banyak kok resep makanan yang menganjurkan memakai daging tanpa lemak. Ya itu, resikonya tinggi. 

Cara paling canggih selanjutnya adalah dengan penambahan EVOO pada bubur bayi.

Lha, apa itu EVOO? kepanjangannya adalah extra virgin Olive Oil, atau minyak zaitun yang ekstra perawan (weleh-weleh terjemahannya ga banget). Penjelasannya nanti deh ya di postingan selanjutnya.

Nah, berbekal pengetahuan itu, saya meluncur ke supermarket membeli EVOO ini. Singkat kata, dapat merk Bertolli ukuran paling kecil. harganya sedang, sekitar 20ribuan. Lupa bagaimana pertama kali nyoba nambahin ke buburnya Cuta, tetapi seingat saya gagal karena nambahinnya kebanyakan.

Aroma EVOO ini rada aneh. Mungkin karena orang Indonesia, saya lebih suka aroma minyak kelapa murni. Lebih gurih dan lezat. Untuk bayi, karena mereka belum kaya rasa, mungkin oke-oke aja. Asalkan penambahannya tidak banyak alias sabar mommy, jangan buru-buru nambahin berat badannya si dedek.

Hasilnya? Hehehe.. saya tidak rutin nambahin EVOO ini jadi hasilnya tidak begitu berasa. EVOO yang 250 ml, baru habis sepertiganya. hehehe dasar emak malas.

update: ini nih postingan tentang EVOO.


Thursday, November 8, 2012

Resep MPASI Bayi yang lagi GTM

Resep MPasi bayi saya yang lagi GTM adalah Oat Keju Alpukat. Ini sebenarnya tidak cocok dijadikan resep makanan bayi, apalagi dishare disini. Namun, berhubung makanan inilah yang bersedia dilahap sama si Cuta di sela-sela waktu GTMnya, jadinya saya malu-maluin posting disini.

Kalau ditengok sejarah GTM nya si Cuta, kemungkinan dia GTM karena belum lapar-lapar banget terus bosan dengan makanan yang diberikan selama ini. Menghadapi anak GTM memang susah sekali, susah karena dia ga mau makan, ditambah susah karena stress memikirkan akibatnya nanti. Si Cuta kurang gizi-lah, dibilang kuruslah. Apalagi mendengar komentar ibu, yang memang jarang sekali ketemu cucunya. Dibanding-bandinginlah sama ponakan, dibilang kuruslah, dibilang bodohlah. Aduh....

Si Cuta memang udah hampir 3 bulan lamanya GTM kek gini. Namun dia ga GTM sama sekali. Sesekali dia bisa menghabiskan makanannya walaupun dalam jangka waktu yang lama. Sesekali dia ogah benar disuapin bubur beras, pas dikasih bubur gandum plus susu, dia mangap-mangap. Sesekali dia menolak semua makanan. Makanya kadang saya bingung apa sebenarnya yang membuat dia ga mau makan seperti ini.

Tapi syukurnya, walau dia susah makan seperti ini, aktivitasnya ga terganggu sama sekali. Dia tetap aktif merangkak kesana kemari. Soal berat badan, Hadeuh jangan ditanya deh, walau ga turun namun naiknya ga banyak-banyak. Kondisinya masih lebih mending dibandingkan curhat-curhatan ibu-ibu di milis, yang ada bahkan anaknya sejak umur 6 bulan BB ga naik-baik gara-gara GTM. Si Cuta walau ga gemuk, tapi badannya sekel, istilahnya gilik alias bulet kek cacing tanah. Hehehhe...

Eh, sampai lupa. Menu favoritnya Cuta selama GTM adalah pure apel kukus. Simple sekali ya. Namun sesekali saya campur dengan berbagai macam buah seperti melon, pear, pepaya dan buah naga. Untuk makanannya, dia suka sama oat alias gandum. Salah satu resepnya nanti saya share belakangan.

Khusus untuk bubur beras, saya juga bingung dia maunya gimana. Biasanya bubur beras atau nasi tim saya campur dengan tumisan ayam, tahu, keju seperti di postingan Bye Bye GTM (ternyata bye bye nya sementara, hikss). Pernah dia suka, tapi tak lama langsung mingkem. Lalu diganti dengan nasi tim tambah sayur berkuah isi tumisan diatas, mingkem juga. Terus saya coba bikinin sayur bening ala mommy di milis yang katanya anaknya hap hap hap makan ini. Ternyata ahh... sesendok dua sendok masuk, setelahnya mingkem. Terakhir pengasuhnya iseng ngasih air tajin yang masih ada buburnya, eh... habis satu cangkir. weleh welehh.....

Intinya saya simpulkan sementara bahwa si Cuta tidak suka sama sekali jika bubur berasnya dicampur-campur. Saya pernah cicipin rasa bubur beras yang masih hangat, manis-manis enak memang. Mungkin itu sebabnya, dia lebih suka bubur beras polos. Tetapi bagaimana dengan kebutuhan gizinya jika hanya makan seperti itu? Alternatif saya campur sedikit dengan parutan keju dan EVOO, hasilnya suskes ditolak. Hihihihi... lalu tadi pagi saya coba buburnya ditambahin orak-arik telur. Ah, mau masuk sedikit. Yah, sedikit tidak apa-apa asal masuk.

Nah, buat mommy-mommy yang baca postingan saya ini, pasti anaknya lagi GTM. Yah, kita senasib. kadang saya iri dengan teman yang 'mengaku' anaknya ga pernah GTM, atau anaknya hap hap hap terus makannya. Saya juga iri sama anak teman atau anak tetangga yang badannya bulet berisi. Saya juga iri sama tetangga yang setiap makan anaknya ga harus ngider kesana kemari. Artinya saya ibu yang normal karena ingin anak yang super duper kalem dan baik hati. namun apa setiap anak begitu?

Eh ya sampai lupa, salah satu resep mpasi bayi GTM saya adalah Oat Keju Alpukat. Ini dia resepnya, sederhana sekali, maklum saya bukan orang yang pinter masak. hehehhe

Resep Oat Keju Alpukat

Bahan:
2 sdm makan oat non instan (pakai quacker oat yang bungkus biru)
120 ml air
Keju parut ( kira-kira aja biar tidak terlalu asin)
1/2 sdm alpukat yang sudah dihaluskan.
susu bubuk

Cara memasak
Didihkan air, masukan oat dan aduk-aduk selama kurang lebih 2 menit. Setelah matang matikan api. Masukan keju parut dan alpukat. Aduk rata. Lalu tambahkan susu bubuk. Kalau susu formula bisa ditambahkan sekarang namun kalau ASI tunggu sampai dingin. Siap dihidangkan, enaknya selagi panas.

Saya sering nyicipin, rasanya harum sekali. Enak.