Showing posts with label Fakta dan Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Fakta dan Nutrisi. Show all posts

Sunday, January 19, 2014

Menambah Nafsu Makan Anak dengan Madu

Mommy pasti pernah membaca tentang hal ini dari banyak sumber. Jika searching di gugel, pasti dapat ratusan artikel mengenai hal ini. Artikel ini hanyalah salah satunya, tetapi karena disertai dengan pengalaman, mungkin bisa dipertimbangkan ya (hayah, gaya bokkk).

Oke, begitulah adanya. Mungkin saya tidak melakukan survey mendalam tentang hal ini sehingga saya tidak tahu pasti apakah memang madu yang menolong saya. Seperti yang sering saya katakan bahwa si kakak Cuta masuk dalam kategori anak yang susah makan. Berat badannya tidak pernah berada di atas berat badan minimal sesuai dengan grafik, namun syukurnya sih dia masih punya tumpukan lemak di beberapa tempat.

Berdasarkan banyak penelitian, madu memang bisa menambah nafsu makan. Karena itu, karena sudah agak stress mengejar ia untuk makan, saya rutin memberikannya madu. Saya lebih memilih madu asli dibandingkan madu yang sudah diberikan tambahan vitamin, entahlah, menurut saya yang sudah dikemas dengan berbagai vitamin tersebut sudah melalui beberapa tahap pemrosesan sehingga kemungkinan, kemungkinan ya, benar tidaknya saya tidak tahu dan tidak bisa mempertanggungjawabkan, kandungan alaminya ada yang mengalami perubahan atau malah menghilang.

Saya rutin memberikan 1 -2 sdm madu asli setiap pagi. Sudah dua periode saya melakukannya dan keduanya menunjukan penambahan makan yang signifikan. Periode pertama terhenti karena kehabisan stok dan Cuta balik lagi pada kebiasaannya GTM.Periode kedua dimulai seminggu yang lalu dan sudah nampak hasilnya beberapa hari belakangan ini.


Mungkin kita banyak menganggap enteng atau sebelah mata tentang khasiat dan keberhasilannya sehingga sering menjudge bahwa itu hanya sekedar berita. Namun yang pasti, bagi mommy yang belum berhasil dengan madu ini, ada hal yang harus dicatat bahwa, kalaupun nafsu makan anak tidak meningkat drastis, setidaknya anak akan mendapat manfaat lain berupa energi, antibodi, zat besi, vitamin C dan beberapa mineral lainnya.

Aturan pemberian juga ada nih, saya ambil dari intisari online:

 1 – 2 sendok makan madu 2 kali sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh anak. Namun, untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Kalau saya, pemberiannya baru bangun tidur. Cuta saya kasih air hangat dulu, baru kemudian diberikan madu. Setelah madu saya berikan air hangat lagi. Sarapannya sendiri sekitar satu jam setelahnya. Hal ini harus dilakukan secara rutin.

Bagi mommy yang rutin memberikan madu, bisa share deh manfaatnya disini.
Selamat mencoba.

Sunday, December 15, 2013

Berapa Banyak Garam yang Dibutuhkan Bayi dan Anak-anak?

Makanan bayi - Garam merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi di bawah satu tahun. Bayi di atas setahun dan anak-anak hanya perlu garam dengan jumlah yang sangat kecil dalam makanan mereka.  Namun, karena garam selalu ditambahkan ke banyak makanan yang biasa mommy beli, seperti roti, kacang panggang, dan bahkan biskuit, sehingga mudah bagi bayi untuk mengkonsumsi lebih banyak garam dibandingkan yang mereka dibutuhkan.

Diambil dari nhs.uk, berikut jumlah maksimum pemberian garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah:

•    sampai 12 bulan - kurang dari 1g garam sehari (kurang dari 0.4g sodium)
•    1 sampai 3 tahun - 2g garam sehari (0.8g sodium)
•    4 sampai 6 tahun - 3g garam sehari (1.2g sodium)
•    7 sampai 10 tahun - 5g garam sehari (2g sodium)
•    11 tahun ke atas - garam 6g sehari (2.4g natrium)

Bayi ASI mendapatkan jumlah garam yang tepat lewat ASI. Susu formula bayi juga mengandung jumlah garam yang sama dengan ASI.



Ketika Mommy mulai memperkenalkan makanan padat, ingat untuk tidak menambahkan garam ke makanan mereka karena ginjal mereka tidak bisa mengatasinya. Mommy juga harus menghindari memberikan bayi makanan siap saji yang tidak dibuat khusus untuk bayi, seperti sereal sarapan, karena bisa mengandung garam yang tinggi.

Banyak makanan yang diproduksi untuk anak-anak mengandung tingkat garam yang tinggi sehingga penting untuk memeriksa informasi gizi sebelum membelinya. Kandungan garam biasanya diberikan sebagai angka untuk natrium. Sebagai panduan kasar, makanan yang mengandung lebih dari 0.6g sodium per 100g dianggap tinggi garam. Mommy bisa menghitung jumlah garam dalam makanan dengan mengalikan jumlah natrium dengan angka sebesar 2,5. Sebagai contoh, natrium 1g per 100g adalah sama dengan garam 2.5g per 100g.

Mommy dapat mengurangi jumlah garam anak dengan menghindari snack asin, seperti keripik dan biskuit, dan ganti dengan makanan ringan rendah garam sebagai gantinya. Coba pilihan sehat, seperti buah kering, potongan sayuran mentah dan buah cincang,

Tuesday, December 10, 2013

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi

Makanan Bayi - Bagi bayi Mpasi, ada beberapa makanan yang harus dihindarkan. Mungkin beberapa jenis makanan ini sudah ada di beberapa artikel-artikel yang lain, namun kini saya jadikan satu, seperti yang dimuat di website nhs.uk.

Beberapa makanan ini diantaranya adalah:

Garam
Bayi tidak boleh makan banyak garam karena tidak baik untuk ginjal mereka. Jangan menambahkan garam ke makanan bayi. Mommy harus mengingat hal ini ketika memasak makanan keluarha jika berencana memberikan makanan yang sama untuk bayi.

Gula
Bayi  tidak membutuhkan gula. Dengan menghindari makanan ringan dan minuman dengan tinggi dula, Mommy akan membantu mencegah kerusakan gigi. Gunakan pisang, ASI atau susu formula yang dihaluskan untuk mempermanis makanan jika diperlukan.
 
Untuk artikel tentang pemberian garam dan gula, bisa dilihat di artikel Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi


Madu
Kadang-kadang, madu mengandung bakteri yang dapat menghasilkan racun dalam usus bayi, yang menyebabkan botulisme pada bayi, yang merupakan penyakit yang sangat serius. Sebaiknya jangan memberikan madu pad abayi hingga mereka berumur satu tahun.Madu adalah gula, sehingga menghindari makanan ini juga akan membantu untuk mencegah kerusakan gigi.
 
Kacang-kacangan
Kacang secara keseluruhan keseluruhan, termasuk kacang tanah, tidak boleh diberikan kepada anak-anak balita karena bisa menyebabkan tersedak.Selama tidak ada riwayat alergi makanan atau alergi lain dalam keluarga, Mommy bisa memberikan kacang begitu bayi berumur enam bulan asalkan kacang dihancurkan atau ditumbuh menjadi selai.


Makanan "Rendah lemak"
Lemak merupakan sumber kalori penting dan beberapa vitamin untuk bayi dan anak-anak. Lebih baik untuk bayi dan anak-anak di bawah dua tahun mengkonsumsi susu penuh lemak, yoghurt dan kejudaripada varietas rendah lemak.
 
Lemak jenuh
Jangan memberikan anak terlalu banyak makanan mengandung lemak jenuh seperti  keripik, burger murah dan kue.
 
Hiu, ikan todak dan marlin
Jangan berikan bayi Mommy makanan laut dari ikan hiu, ikan todak atau marlin. Jumlah merkuri dalam ikan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan sistem saraf bayi.
 
Kerang mentah
Kerang mentah dapat meningkatkan risiko keracunan makanan, jadi biarpun proteinnya tinggi, sangat dianjurkan untuk tidak memberikannya pada bayi.

Telur mentah dan Setengah matang
Telur dapat diberikan kepada bayi selama enam bulan, tapi pastikan bahan ini dimasak sampai kedua putih dan kuning telur yang padat. Baca Tips Merebus Telur

Tuesday, November 19, 2013

Perlukah Mengupas Buah dan Sayur untuk Makanan Bayi?

Perlukah kita mengupas buah dan sayur yang akan dipakai untuk makanan bayi? Iyak, pertanyaan ini seringkali kita dengar di kalangan mommy yang sedang ber-Mpasi. Untuk itu, saya menemukan sebuah artikel berguna untuk menjawab pertanyaan ini. Artikelnya saya ambil dari homemade-baby-food-recipes.com.

Ada beberapa alasan mengapa mommy mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengupas buah dan sayuran untuk makanan bayi.
•    Untuk membuat buah dan sayur tersebut lebih mudah dicerna bayi.
•    Karena rasa kulitnya mungkin tidak sesuai dengan selera bayi.
•    Untuk mencegah tersedak.
•    Untuk menghindari tambahan lilin yang masuk ke tubuh bayi
•    Untuk menghapus residu pestisida.

Dapatkah bayi mencerna kulit?
Seperti banyak aspek gizi pada bayi, ini tergantung pada individu.
Dalam beberapa kasus, mengkonsumsi makananberkulit dapat menyebabkan perut bermasalah. Selain itu, buah atau sayuran berkulit juga bisa memicu reaksi alergi pada bayi yang sensitif, karena potensi alergi dari beberapa makanan (termasuk apel dan pear) lebih tinggi di kulitnya daripada daging buah.

Namun banyak bayi tidak mengalami masalah saat mengkonsumsi kulit buah dan sayuran.

Saran dari artikel tersebut adalah untuk hati-hati dengan memantau reaksi bayi terhadap makanan baik dengan dan tanpa kulitnya. Jadi, ketika mommy pertama kali memperkenalkan buah atau sayuran baru untuk bayi, kupas sebelum mommy memasak atau menyajikan.

Setelah mommy yakin bahwa makanan setuju dengan bayi Anda, maka bisa dicoba untuk memasaknya tanpa dikupas. Selama mommy tidak memperkenalkan makanan baru lainnya pada saat yang sama, maka mommy akan dengan mudah memantau apakah makan sayur atau buah berkulit menimbulkan masalah pada bayi.

Penting: Jika mommy memilih untuk memperkenalkan makanan padat untuk bayi sebelum usia yang direkomendasikan dari 6 bulan, maka disarankan untuk mengupas semua buah-buahan dan sayuran sebelum dimasak.





Beberapa bayi tidak menyukai rasa buah atau sayuran berkulit

Para bayi lucu tersebut mungkin merasa buah berkulit terlalu kuat atau pahit, sehingga mommy harus menyiapkan makanan baru.

Mommy bisa mencoba di lain waktu jika ingin memberikan buah dan sayur berkulit.

Apakah buah kulit menimbulkan bahaya tersedak?

Mengupas buah dan sayuran untuk bayi bisa meminimalkan risiko tersedak. Jika mommy menghaluskan produk yang tidak dikupas, tekstur yang didapatkan tidak akan terlalu halus karena masih ada potongan-potongan kecil kulit buah. Untuk bayi yang masih muda, hal ini bisa memicu terjadinya tersedak.

Untuk itu, sangat disarankan untuk mengupas kulit bagi bayi muda dan memastikan puree benar-benar halus untuk menghindari bahaya tersedak. Hingga mommy yakin bahwa bayi sudah bisa mengunyah dengan baik, buah juga harus dikupas jika diberikan sebagai finger food.

Lilin pada Sayuran dan buah-buahan

Banyak buah-buahan dan sayuran dilapisi lilin (waxing) untuk menjaga kesegaran dan membuatnya terlihat menarik.

Berbagai lilin yang digunakan, termasuk lilin lebah, lilin carnauba, lak dan minyak yang food grade namun berbasis lilin. Kadang-kadang, resin sintetis dan fungisida dapat ditambahkan ke lilin tersebut.
Meskipun waxing disetujui oleh FDA , namun lebih baik untuk menghindarkan lilin pada makanan bayi dan melindungi mereka dari aditif sintetis yang mungkin bermasalah dengan pencernaan.
Wax tidak mudah dihilangkan dengan mencuci sehingga pilihan terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan mengupas lapisan tipis kulit untuk menghilangkan lapisan lilin namun tetap menjaga nutrisi yang ada dibawah kulit.

Beberapa produk yang paling umum mengalmi wax  adalah apel, pear, serta beberapa item yang membutuhkan pendistribusian yang panjang dan lama.
Produsen diwajibkan oleh FDA untuk memberi label buah wax dan sayuran, menunjukkan jenis lilin telah digunakan.

Tapi untuk memastikan menghindari lilin sama sekali, mommy bisa membeli produk organik. Buah-buahan dan sayuran organik jarang di-waxing dan jika diwax biasanya menggunakan lilin alami seperti lilin carnauba, yang berasal dari daun pohon palem.

Residu pestisida pada buah dan sayuran bayi Anda

Iya, seperti yang telah dimuat dalam daftar bahan makanan yang terkontaminasi pestisida, semua itu memang mengerikan. Banyak kulit buah dan sayur mengandung pestisida berbahaya. Pestisida diyakini berkontribusi terhadap masalah perilaku, kesulitan belajar dan masalah kesehatan yang serius. Bayi, yang tubuhnya kecil mudah menyerap pestisida, sangat rentan.

Mengupas buah-buahan dan sayuran untuk menghilangkan residu pestisida

Mengupas buah-buahan dan sayuran adalah tindakan pencegahan paling jelas terhadap residu pestisida ini. Bahkan eberapa ahli mengklaim bahwa hingga 99% dari residu pestisida dapat dihilangkan dengan cara ini. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), residu pestisida pada umumnya tetap pada kulit item produk dan tidak menembus ke dalam makanan. Rekomendasi keamanan pangan dari FDA juga mencakup menghilangkan daun luar produk seperti selada dan kubis

Apakah mengupas buah dan sayur bayi akan mengurangi nilai gizinya?

Untuk batas tertentu, iya! Vitamin, serat dan nutrisi lainnya memang kebanyakan terkonsnetrasi di kulit buah atau sayur, sehingga diperlukan. Namun mommy juga harus ingat bahwa pestisida juga begitu!
 
Jadi apa alternatifnya?

FDA dan Food Standards Agency di Inggris menyarankan mencuci produk sebagai alternatif untuk mengupas.

Jika mommy memilih untuk melakukan mencuci maka mommy harus mencuci dan menggosok item secara menyeluruh di bawah air hangat mengalir (air hangat menghilangkan residu pestisida lebih efisien daripada dingin). Ada khusus sabun khusus untuk mencuci produk sayur dan buah, jangan menggunakan sabun biasa karena akan menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi.
Rendam buah halus seperti stroberi dengan sbaun dan kemudian bilas. Produk seperti ini susah digosok bersih.

Sunday, November 17, 2013

Vitamin C pada Makanan Bayi - Tips dan Info

Vitamin C pada makanan bayi - Vitamin C sangat penting untuk pertumbuhan bayi dan digunakan dalam banyak fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan jaringan, penyembuhan setelah luka dan perlindungan terhadap flu biasa!

Vitamin ini juga merupakan anti-oksidan yang penting, yang berarti bahwa itu membantu melindungi tubuh terhadap penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan arthritis.

Terlebih lagi, vitamin C membantu bayi Anda dalam menyerap zat besi dan kalsium dari makanan. Inilah sebabnya mengapa menawarkan sepotong buah setiap kali makan.

Kekurangan vitamin C - yang sebenarnya jarang terjadi di negara maju - dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit kudis, gejala yang meliputi nyeri di sendi, kelelahan, perdarahan atau gusi meradang dan pada bayi berupa masalah dengan pertumbuhan.

Sejarah memberitahu kita bahwa pelaut Inggris sering mengembangkan penyakit kudis karena mereka kekurangan buah atau sayuran dalam diet mereka selama perjalanan panjang. Hubungan antara kurangnya produk segar dan perkembangan penyakit kudis telah dicatat oleh Dr James Lind pada tahun 1747, sehingga kapal kemudian mulai berlayar dengan kargo tambahan jeruk nipis untuk menjaga kadar vitamin C para pelaut.

Berapa banyak vitamin C yang diperlukan bayi ?

Tidak seperti banyak mamalia lain, manusia tidak dapat membuat sendiri vitamin C. Kita perlu mendapatkan pasokan terus menerus dari makanan.

Untuk tahun pertama bayi, kebutuhan vitamin C terpenuhi oleh susunya, tetapi ketika waktunya diberikan Mpasi sebagau sumber gizi utamanya, maka bayi harus mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C setiap hari. 

Poin penting untuk diingat adalah bahwa - karena tubuh tidak dapat menyimpan vitamin C - tidak ada manfaat dalam memberikan sejumlah besar makanan yang kaya vitamin C dalam sekali makan. Sebaliknya, kita harus memberikan satu jumlah kecil makanan yang kaya vitamin C secara teratur.
Informasi berikut ini dari Linus Pauling Institute , menunjukkan Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk vitamin C untuk bayi dan anak-anak ...

Life Stage         Usia        Pria (mg / hari)     Wanita (mg / hari)
Bayi               0-6 bulan     40 * (AI)                 40 * (AI)
Bayi             7-12 bulan     50 (AI)                    50 (AI)
Anak-anak     1-3 tahun     15                            15

* AI - asupan yang memadai. Didirikan oleh Dewan Pangan dan Gizi dari US Institute of Medicine, AI adalah nilai asupan yang disarankan berdasarkan perkiraan  atau ditentukan secara eksperimental asupan gizi oleh sekelompok orang sehat yang dianggap memadai. AI yang dibuat saat RDA tidak dapat ditentukan.


Apakah bayi saya membutuhkan suplemen vitamin C?

Tidak ada yang mengalahkan buah dan sayuran segar sebagai sumber bio-available (mudah diserap) vitamin C. Setelah makanna padat menjadi sumber nutrisi utama si kecil, berilah dia makanan sehat, seimbang dengan banyak sayuran dan buah agar memenuhi kebutuhan vitamin C nya, tanpa perlu tambahan vitamin sintetis.
Sebagai contoh, beberapa dokter anak akan merekomendasikan suplemen vitamin untuk bayi yang lahir prematur, atau bayi dengan kondisi medis. Suplemen vitamin juga mungkin diperlukan untuk bayi yang lebih tua yang 'picky eaters' - mungkin menolak buah-buahan dan sayuran dan tidak lagi cukup mengkonsumsi ASI atau susu formula untuk mendukung kebutuhan mereka.
Tentu saja, cara terbaik untuk menghindari situasi ini adalah untuk memperkenalkan si kecil untuk berbagai buah-buahan dan sayuran dari awal.

Sumber vitamin C

Semua buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin C, tapi sebagian lebih baik daripada yang lain!
Berikut adalah dua kelompok makanan - daftar pertama berisi sumber terbaik vitamin C dan daftar kedua menunjukkan makanan lain yang memiliki kandungan vitamin C sedikit lebih rendah tetapi masih merupakan sumber yang berguna. Beberapa orangtua memilih untuk menghindari atau menunda pengenalan yang ditandai dengan tanda bintang (*) sampai setelah ulang tahun pertama bayi.

Sumber terbaik vitamin C. ..
•    paprika (terutama yang hijau)
•    buah jeruk *
•    buah kiwi *
•    tomat *
•    brokoli
•    sayuran hijau
•    kentang ( manis atau putih)
•    belewar
•    peterseli

Sumber berguna lainnya dari vitamin C. ..
•    bluberi
•    nanas *
•    labu musim dingin
•    raspberry *
•    cranberry *
•    pepaya
•    semangka
•    mangga
•    kubis
•    lobak
•    zucchini / cukini
•    asparagus

Ingat - vitamin C dalam buah utuh yang jauh lebih baik diserap oleh bayi daripada vitamin C dalam jus buah, ditambah itu memberinya lebih banyak serat.

Produk lainnya yang dicap sebagai 'diperkaya dengan vitamin C' tidak bisa menggantikan buah segar dan sayuran!

Apakah memasak mempengaruhi tingkat vitamin C dalam makanan?
Vitamin C larut dalam air - dengan kata lain, larut dalam air. Vitamin ini juga sensitif terhadap cahaya dan panas.

Dalam rangka mempertahankan vitamin C sebanyak mungkin dalam makanan bayi Anda, berikut adalah beberapa panduan sederhana untuk diikuti.

•    Cobalah untuk memastikan bahwa buah-buahan dan sayuran yang dibeli untuk bayi benar-benar segar. Produk yang sudah berada di rak selama berhari-hari telah kehilangan beberapa kandungan vitamin C. Membeli produk lokal terutama dari pasar petani adalah pilihan yang bijak karena tidak perlu waktu lama dalam pendistribusiannya. Jika mommy hanya memiliki akses ke buah dan sayuran yang jelas tidak segar seperti yang seharusnya, membeli produk yang dibekukan atau bahkan kaleng produk mungkin lebih baik. Meskipun beberapa vitamin C hilang selama pengolahan, namun komposisinya mungkin masih lebih baik diabanding produk yang terpapar cahaya dan panas.

•    Carilah produk yang matang atau mematangkan produk sebelum diberikan ke bayi. Buah-buahan dan sayuran yang sudah matang mengandung lebih banyak vitamin C daripada mentah.

•    Menyimpan buah-buahan dan sayuran di tempat yang dingin dan gelap (sebaiknya kulkas!) Untuk meminimalkan kerugian vitamin C.

•    Sajikan buah-buahan dan sayuran untuk bayi dalam kondisi mentah bila memungkinkan. Ini tidak berlaku untuk semua produk, tentu saja, dan mungkin tidak sesuai untuk semua bayi, tergantung pada usia mereka, tahap pembangunan dan sensitivitas.

•    Jika mungkin, cobalah untuk membuat makanan bayi dan memberikannya pada hari yang sama. Pembekuan dan pencairan makanan bayi berkontribusi terhadap hilangnya vitamin. Namun, bagi mommy yang sibuk, membuat makanan bayi sendiri dan menyimpan di freezer jauh lebih baik dibandingkan makanna instan.

•    Cobalah membuat makanan bayi dengan buah-buahan dan sayuran yang tidak dikupas, karena sebagian besar nutrisi disimpan dalam - atau hanya di bawah - kulit. Sekali lagi, ada situasi di mana hal ini mungkin tidak tepat.

•    Masak buah-buahan dan sayuran dalam waktu sesingkat mungkin. Overcooking adalah cara tercepat untuk menghancurkan kandungan vitamin C makanan.

•    Cobalah mengukus buah-buahan dan sayuran daripada merebusnya, vitamin C hilang lebih sedikit dengan cara ini. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa memasak dalam microwave akan mempertahankan vitamin lebih dari mengukus, meskipun masih banyak orang tua memilih untuk tidak menggunakan microwave untuk makanan bayi mereka. Baca Cara Memasak Makanan Bayi.

•    Jika mommy terpaksa merebus sayuran untuk bayi Anda, tambahkan air masak kembali ke dalam makanan bila memungkinkan. Hal ini membuat melarutkan vitamin C yang telah dibubarkan - atau 'tercuci' - ke dalam air.

•    Hindari memasak buah-buahan dan sayuran dalam pot tembaga - ini dipercaya bisa menghancurkan kandungan vitamin C.

•    Apakah Mommy pernah mendengar bahwa menambahkan baking soda ke sayuran saat mendidih akan membantu mempertahankan warna cerah sayuran? Ini juga akan menyebabkan hilangnya nutrisi  jadi jangan lakukan itu! Sayuran yang dimasak dalam waktu sesingkat mungkin akan tetap terlihat cerah pula!

Saturday, September 28, 2013

Pentingnya Interval Waktu 2 jam dalam Pemberian ASI bagi NB

Melenceng sedikit nih dari topik Mpasi, kali ini saya mau sharing masalah pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Aha, ceritanya ini pengalaman pribadi yang saya alami ketika menangani newborn baby. Seperti kita tahu, bayi baru lahir rentan dengan yang namanya warna kuning, terutama di bagian-bagian tubuh sekitar mulut, mata, hidung dan juga tubuh lainnya. Salah satu cara untuk mencegah warna kuning yang berbahaya, istilahnya meningkatnya kadar bilirubin pada tubuh bayi adalah dengan memberikan ASI sebanyak mungkin pada bayi. Nah, dengan pengetahuan inilah, akhirnya saya memberikan ASI pada adiknya Acyuta sebanyak yang ia mau.

Terkadang ia minum setiap satu jam. Ngeek nangis dikit, langsung minum. Tidurnya gelisah, langsung kasi ASI. Begitulah kira-kira sekitar satu mingguan lebih. Hingga saya mempunyai pendapat bahwa bayi yang satu ini minumnya super sekali, lebih kuat minum dibanding kakaknya.

Akhirnya sekitar minggu kedua, terjadilah sesuatu itu. Tidurnya tidak nyenyak saat malam. Seringkali terbangun, rewel sedikit, mengangkat kaki seolah mau ngeden, badannya menggeliat dan suara-suara sumbang keluar dari mulutnya.

Awalnya saya kira ia kurang nyaman karena menggunakan popok sekali pakai. Popoknya saya lepas, namun dia masih saja gelisah. Esok malamnya terulang lagi, padahal popok sekali pakainya sudah saya ganti pakai clodi, namun ia masih saja ‘terasa’ kurang nyaman alias suka ngangkat kaki dan ngeden.
Kondisinya semakin tambah parah di minggu-minggu seterusnya. Jika di minggu kedua, dia masih bisa tidur, minggu selanjutnya dia semakin susah tidur. Jika sebelumnya hanya gelisah, kemudian menjadi rewel, menangis hingga wajahnya memerah. Saya tentu saja bingung, ini bayi kenapa, sakit perutkah? Apakah karena beberapa hari belakangan saya makan makanan bersantan?

Beberapa minggu seperti itu, akhirnya saya khawatir. Setiap malam, tepatnya mulai jam 2 hingga pagi, dia selalu terbangun, gelisah, rewel, menangis sambil ngeden-ngeden hingga perutnya kencang dan wajahnya merah. Selain itu, dia mengeluarkan gas terus.  Namun sekalipun gas sudah keluar, kondisinya tidak membaik.

Akhirnya, si adik ‘menabung’ ke dokter spesialis anak. Singkat cerita, keluarlah diagnosis dokternya. Ternyata, semua ini terjadi karena si adik kebanyakan minum. lambungnya belum kosong saat menyusui, sehingga susu dengan volume berlebih tersebut  ‘terpaksa’ mengalir ke usus halus. Usus halus bayi yang belum sempurna belum memadai untuk mengolah makanan sebanyak itu. Salah satu jenis enzim yang berguna untuk mencerna susu (kalau tidak salah laktosa apa itu yang dibilang dokternya) belum mencukupi sehingga susu tidak tercerna secara sempurna.

Kemudian susu-susu itu mengalir ke usus besar. Di usus besar akan difermentasi oleh bakteri yang ada disana dan kemudian lahirlah akar masalahnya, gas yang sangat banyak, yang membuat perut si adik kembung kayak balon.

Biarpun gas sudah keluar lewat kentut, namun volume yang banyak tersebut membuat perut bayi tidak nyaman. Karena itulah, makanya si adik rewel terus.



Kenapa diagnosis ini saya anggap tepat?
Pertama karena dokter langganan Cuta itu adalah konsultas gastrohepatologi atau apalah itu istilahnya, pokoknya ahli masalah per-perut-an. Kedua, si adik kentut-kentut terus. Selain itu, si adik sering muntah atau gumoh, bukan hanya gumoh biasa namun benar-benar muntah hingga keluar lewat hidung. Bahkan belum selesai menyusu, dia sudah muntah. Itu artinya, lambungnya masih penuh. Belum ada tempat kosong untuk menyimpan susu yang ia minum.

Dan juga, yang membuat saya nyengir adalah, beratnya si adik naik dengan drastic. Belum sebulan, kalau tidak salah waktu itu 20 hari, beratnya sudah naik ke angka 5,2 kilo (lahir 3,5). Terbuktilah kalau semua masalah ini karena si adik, eh emaknya rakus ngasih ASI.

Nah, saran dokter untuk masalah ini adalah mulai memberikan ASI secara teratur. Bayi menangis belum tentu karena lapar. Lambung bayi biasanya kosong dalam waktu 1,5 hingga 2 jam. Jadi mulai saat itu, si adik di-diet-in. hanya boleh minum paling cepat 1,5 jam.

Selain itu, dokter juga memberikan resep berupa serbuk yang probiotik untuk meningkatkan fungsi saluran cernanya.

Lalu apakah masalah berhenti begitu saja?

Tidak! Padahal dokter memprediksi, dalam 5 hari kondisinya sudah kembali normal. Ternyata tidak, masalah seperti ini masih berlanjut, namun dengan kondisi yang membaik sedikit demi sedikit secara berangsur-angsur. Kondisinya mulai normal sekitar umur 1,5 bulan, ketika si adik sudah teratur pup sekali sehari dan bahkan dua kali sehari. Hal ini menandakan kondisi pencernaannya sudah semakin sempurna.

Yah, well… begitulah Mom. Mungkin beberapa orang akan mengatakan ini kolik, saya tidak tahu juga.  Inilah sedikit sharing tentang pentingnya interval 2 jam dalam pemberian ASI. Semoga berguna ya. kalau tidak sekarang, buat newborn baby selanjutnya.

Sunday, July 28, 2013

Gunakan Minyak Zaitun dengan Tepat!

Minyak zaitun biasanya banyak digunakan untuk memasak makanan pendamping ASI bayi. Jenis yang sering ada di resep makanan bayi yaitu minyak zaitun jenis extra light atau ELOO, namun ternyata ada yang harus diperhatikan loh Mommy saat menggunakan minyak zaitun ini.

Salah penggunaan pada makanan bayi bisa membuat nutrisinya hilang. Diambil dari Kompas.com, berikut info penggunaan minyak zaitun yang tepat.

Penggunaan minyak zaitun lebih tepat untuk memasak aneka tumisan karena waktu untuk menumis tak lama. Memasak terlalu lama dengan minyak zaitun menyebabkan minyak rusak dan kehilangan nutrisinya karena terlalu panas.

"Saat minyak terlalu panas, tandanya api naik, mulai berasap, saat inilah minyak pecah. Jika minyak zaitun dipakai memasak dengan cara ini, nutrisinya akan hilang. Karena itu, minyak zaitun cocok untuk menumis, bukan untuk menggoreng ayam misalnya. Selain mahal karena akan memakai minyak dalam jumlah banyak, nutrisi minyak zaitun akan menghilang jika dipakai menggoreng dengan suhu terlalu panas," ungkapnya saat berbuka puasa bersama di Gourmet Kemang, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Yang juga perlu diperhatikan saat memasak dengan minyak zaitun adalah jenis masakannya. Chef Akbar mengatakan, minyak zaitun kurang tepat jika digunakan untuk makanan tradisional Indonesia. Seperti nasi goreng Jawa, ayam goreng, rendang, ayam kecap misalnya. Namun masih bisa untuk memasak ceplok telur yang tak membutuhkan banyak minyak serta dimasak dalam waktu singkat.



"Memasak nasi goreng dengan minyak zaitun masih bisa tapi nasi goreng putih bukan nasi goreng Jawa yang menggunakan banyak bumbu dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memasaknya," jelasnya.

Selain aneka tumisan, minyak zaitun juga bisa dipakai untuk memasak makanan saos bening atau encer. Lebih sehat lagi jika minyak zaitun dikonsumsi mentah.

"Bisa saja dipakai untuk ayam goreng, tapi bukan untuk menggorengnya,melainkan untuk menyiram ayam goreng yang sudah matang. Minyak zaitun aman dikonsumsi dalam kondisi mentah, justru nutrisinya lebih terserap," tutupnya.

Sunday, July 14, 2013

Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi

Mommy pasti sudah tahu bahwa sebaiknya penambahan gula dan garam dihindarkan pada makanan bayi dibawah satu tahun. Alasannya adalah karena mengingat ginjal bayi perlu kuat untuk mencerna asupan garam dan gula yang berlebih. Namun apakah jawaban itu cukup memuaskan Mommy? Terlebih ketika Mommy sedang konsultasi dengan dokter yang tidak pro Mpasi rumahan?

Saya mengalaminya. Rata-rata, dokter spesialis anak yang saya temui tidak begitu pro dengan Mpasi rumahan. Memang mereka tidak melarang, namun seringkali mengambil contoh makanan instant untuk menunjukan jenis-jenis makanan bayi dan teksturnya. Sehingga boro-boro menanyakan tentang penambahan gula garam, Ilmu Mpasi juga kebanyakan dapat dari artikel-artikel di internet.

Untuk itu, mengenai penambahan gula dan garam ini, saya coba-coba browsing dari media luar. Apakah memang sekedar masalah ginjal saja?


http://everydaylife.globalpost.com

Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam "Journal of Public Health," peneliti menemukan bahwa 63 persen produk makanan bayi mengandung natrium tinggi atau gula. Olahan makanan bayi sering mengandung garam yang ditambahkan untuk membantu meningkatkan rasa, tekstur dan umur penyimpanan. Sementara konsumsi makanan ini sesekali mungkin tidak akan menyakiti bayi Anda, namun pelanggaran diet makanan bayi secara teratur dan berkepanjangan bisa memiliki dampak merugikan pada masa depan kesehatan bayi.

Diet tinggi garam dan gula tidak baik untuk kesehatan bayi, jadi penting untuk memantau asupan nya. Terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang memainkan peran dalam penyakit jantung. Terlalu banyak gula dapat membahayakan gigi bayi dan berkontribusi terhadap perkembangan diabetes. Gula mengandung kalori, sehingga diet kaya gula juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat, yang merupakan faktor dalam berbagai kondisi kesehatan.

Membatasi gula bayi dan asupan garam seharusnya tidak sulit, tetapi kenyataannya makanan bayi instant membuatnya menjadi sulit. Sangat penting untuk membaca label makanan bayi dengan hati-hati sehingga dapat membuat keputusan yang sehat. Pilihan tanpa menambahkan garam atau gula adalah taruhan yang aman, seperti yang dicatat dalam "Journal of Public Health." Asupan garam harian bayi tidak boleh melebihi 370 miligram per hari, asupan gula seharusnya hanya sekitar 100 kalori setiap hari.


http://www.homemade-baby-food-recipes.com
Mengapa terlalu banyak garam berbahaya

Tubuh manusia membutuhkan garam agar dapat berfungsi dengan benar. Garam tidak bisa direproduksi oleh tubuh, sehingga sedikit garam merupakan bagian penting dari diet harian kita.

Tapi persyaratan untuk kebutuhan garam bagi bayi yang sangat kecil (kurang dari 1g per hari sampai usia 12 bulan) - dan kebutuhan ini dipenuhi oleh ASI atau susu formula nya.

Ginjal bayi tidak dilengkapi untuk memproses garam lebih dari jumlah diatas - yang berarti bahwa menambahkan garam pada makanan bayi dapat menyebabkan kerusakan ginjal serius. Bahkan telah ada situasi ekstrim di mana seorang bayi meninggal sebagai akibat dari mengkonsumsi terlalu banyak garam. Seperti yang dilaporkan dari BBC, di mana bayi yang sangat muda (hanya 3 bulan) meninggal setelah diberi makan bubur orang dewasa yang tentu saja, kadar garamnya jauh melebihi kadar garam yang tepat untuk bayi.

Ada juga bukti bahwa mengkonsumsi terlalu banyak garam sejak usia dini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di kemudian hari - terutama pada keluarga dengan riwayat hipertensi.

Jadi sebaiknya makanan bayi menjadi hambar?

Nah, Anda mungkin menemukan makanan hambar jika dimasak tanpa garam, karena langit-langit Anda mungkin terbiasa dengan rasa asin. Tapi ingat bahwa langit-langit bayi Anda berkembang dan bahwa ia belum memperoleh preferensi untuk selera asin! Bahkan, makanan yang Anda anggap hambar mungkin bisa diterima untuk si kecil karena dia belum berpengalaman.

Di sisi lain, memastikan bahwa makanan bayi Anda adalah 'bebas garam' tidak berarti bahwa itu harus 'bebas rasa' juga! Bayi boleh merasakan rasa asin yang sewajarnya, namun tentunya tanpa penambahan garam.

Menambah rasa tanpa menambahkan garam

Dibandingkan menambahkan garam pada makanan bayi, coba tambahkan bumbu, rempah-rempah atau bawang putih sebagai gantinya. 'Perasa alami' ini benar-benar menawarkan banyak manfaat kesehatan di bagi diri mereka sendiri.

Beberapa orang tua memilih untuk menggunakan Bumbu Herbal tanpa garam dalam makanan bayi mereka - sedikit merica hitam menambah varian rasa dalam makanan bayi yang juga menjadi alat bantu yang indah untuk pencernaan.

Ingat juga bahwa tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah dan bawang putih harus diperlakukan sebagai makanan baru ketika Anda pertama kali memperkenalkannya kepada bayi Anda - ini berarti bahwa makanan tersebut harus diberikan secara terpisah, setidaknya empat hari terpisah , untuk membantu Anda mengidentifikasi dan menghindari potensi alergi makanan atau masalah pencernaan.

Dan ingat - pengenalan APAPUN makanan baru pertama harus didiskusikan dengan dokter anak Anda.



http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/404667.stm, 27 Juli 1999.
Leroy Elders (3 bulan) diberi makanan sereal beras yang disiapkan khusus bukan untuk bayi karena lebih murah dan orangtuanya berpikir produk ini menggunakan bahan-bahan yang sama.

Dokter menghabiskan waktu lima hari untuk mencoba menyelamatkan Leroy setelah ia mulai menderita keracunan, tapi dia meninggal dalam pelukan ibunya ketika keputusan dibuat untuk mematikan mesin pendukung kehidupannya

Sebuah pemeriksaan pada Senin diberitahu bahwa tubuh Leroy berisi sembilan gram garam, asupan rata-rata harian untuk orang dewasa tapi cukup untuk membunuh seorang bayi, yang ginjal hanya dapat memproses sebagian kecil dari jumlah itu.


http://www.babycenter.in
Tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi Anda di tahun pertamanya. Bayi memerlukan kurang dari 1 gram garam sehari sampai mereka berusia 12 bulan. Balita berusia 1-3 tahun membutuhkan kurang dari 2g. Makan lebih banyak dari jumlah yang disarankan garam dapat merusak ginjal bayi Anda.

Juga, tampak bahwa selera yang diperoleh pada masa bayi akan terus dibawa hingga dewasa. Jadi jika bayi Anda terbiasa dengan makanan asin pada usia ini, dia mungkin terus ingin makanan asin di kemudian hari juga.

Sebelum bayi Anda berusia enam bulan, dia akan mendapatkan semua garam yang dia butuhkan dari ASI atau susu formula. Setelah bayi Anda mulai makanan padat, Anda tidak perlu menambahkan garam apapun untuk makanan bayi rumahan atau komersial. Kebanyakan makanan alami mengandung sedikit garam dan menambahkan lebih banyak bisa menjadikannya tidak sehat bagi bayi Anda.

Thursday, June 6, 2013

6 Manfaat Kesehatan Lactobacteria

Manfaat probiotik Lactobacteria-Beberapa waktu lalu saya pernah membaca sharing mommy di milis bahwa salah satu anak kenalannya disarankan untuk mengkonsumsi Yakult untuk menambah berat badan. Setelah itu, saat si Cuta sakit dan konsultasi ke dokter, Bapaknya bertanya pada DSA tentang probiotik. Hasilnya, memang nyambung. Bahwa probiotik memiliki manfaat yang bagus untuk usus dan kesehatan anak dan juga orang dewasa.

Semenjak itu, saya rutin memberikan probiotik kepada Cuta. Probiotik mengandung bakteri baik, yang membantu pencernana. Pilihan saya adalah Yakult (itung-itung berharap berat badannya naik hihihi). Yakult, selain murah, juga praktis. Namun tentunya dosisnya terbatas, maksimal 1 botol sehari. Rasanya yang enak, membuat si Cuta sangat doyan.

Kemudian saya bertemu dengan label salah satu merk yogurt dan surprise karena ada kandungan probiotiknya. Lebih surprise lagi ketika nyatanya si Cuta doyannnn sekali dengan yogurt. Mengingat umurnya sudah lewat setahun, saya memberi yogurt yang ada rasanya sih.

Hasilnya, walau tidak jelas apakah ini memang dari probiotik atau suplemen vitaminnya, staminanya bertambah. Walau kaki gempor karena harus mengikuti kemanapun ia lari, namun secara umum, sekeluarga mengaku bahwa Cuta lebih sehat.

Kebetulan tadi saya sempat browsing tentang Mainan Edukatif, lalu ketemu dengan sebuah artikel menarik. Manfaat kesehatan Lactobackteria yang terkandung di dalam probiotik tersebut. Jadi daripada artikelnya lenyap dari ingatan, saya sharing saja disini. Sumbernya dari askdrsears.com.

Bakteri sehat berada dalam usus semua orang, dan sebagai imbalan atas makanan dan tempat yang hangat untuk hidup mereka, bakteri tersebut memberikan kontribusi untuk kesehatan kita. Salah satu penduduk bakteri yang paling ramah di usus adalah keluarga lactobacteria, disebut demikian karena kelompok ini berkembang biak pada laktosa gula. Jenis bakteri ini biasanya dibaca dalam label berupa L.acidophilus, yang berarti "acid-loving," karena organisme ini tumbuh baik dalam lingkungan usus yang asam.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan bakteri sehat ini untuk tubuh:

Memperbaiki pencernaan. Lactobacteria, seperti namanya, membantu mencerna laktosa dalam produk susu, mencegah kelebihan laktosa, dan mengurangi masalah dengan intoleransi laktosa. Lactobacteria juga membantu penyerapan nutrisi yang berharga dan merangsang peristaltik, gerakan makanan melalui usus yang mengarah ke gerakan usus besar.

Memproduksi vitamin. Seperti tanah subur yang menumbuhkan makanan kaya vitamin, lactobacteria menghasilkan vitamin B-kompleks, selain itu juga vitamin K.

Memproduksi Nutrisi. Bakteri ramah ini membantu memproduksi asam lemak esensial yang disebut asam lemak rantai pendek (ALRP). Ini adalah nutrisi yang berharga untuk sel usus dan juga menghasilkan zat pelawan kanker.

Meningkatkan kekebalan tubuh. Lactobacteria menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dan jamur, seperti kandida (ragi). Bakteri ini membantu menjaga asam lingkungan pada usus dan melawan bakteri berbahaya dan racun dihasilkan oleh bakteri berbahaya tersebut. Lactobacteria bahkan menghasilkan hidrogen peroksida, yang memiliki efek antibiotik alami.

Melindungi terhadap karsinogen. Potensi mengikat karsinogen yang dimiliki oleh Lactobacteria mampu mencegah zat karsinogen tersebut merusak sel-sel. L.bulgaricus, lactobacillus utama yang digunakan dalam yogurt, memiliki sifat anti-tumor. Secara khusus, lactobacteria mengikat logam berat dan asam empedu, yang berpotensi karsinogen. Bakteri ini menghambat pertumbuhan bakteri penghasil nitrat (nitrat dapat menjadi karsinogen). Mereka juga memetabolisme flavanoids, memproduksi zat anti-tumor alami.

Melindungi terhadap penyakit kardiovaskular. Bantuan Lactobacteria mengatur kadar kolesterol dan tryglyceride dalam darah.

Karena bekerja di usus, sepertinya bakteri ini juga bisa dimanfaatkan untuk melawan sembelit atau kondisi dimana anak sulit BAB. Tapi tentunya hanya untuk bayi umur-umur tertentu. Untuk anak diatas setahun, Yakult bisa membantu.

Upss.. dari tadi sebut merk terus. Saya bukan agen produk itu loh, suer!

Tuesday, June 4, 2013

Daya Tahan Daging, Telur dan Olahannya di Kulkas

Berapa lama daya tahan daging jika disimpan di kulkas? Ini merupakan pertanyaan umum dalam dunia masak-memasak, tidak hanya memasak makanan bayi atau Mpasi ya. Terlebih memasak Mpasi sih, kan perut bayi itu masih rentan. Takutnya kalau bahan makanan sehat yang satu ini terlalu lama dikulkas, walau sudah dimasak tetap mengandung bakteri berbahaya. Nah untuk itu, saya nemu nih panduan (sumber: The US Department of Health and Human Services) tentang berapa lama sih daya tahan daging di kulkas? (kalau diluar kulkas sehari juga udah bau!)

Daging Unggas mentah berlangsung hanya satu atau dua hari di lemari es (pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau lebih dingin). Tapi daya tahan daging unggas seperti ayam, burung bisa sampai satu tahun di dalam freezer. Daging unggas yang sudah dimasak dapat bertahan beberapa hari di kulkas dan harus dibekukan tidak lebih dari 2-6 bulan.

Daging merah dan babi dapat tetap di kulkas hingga 5 hari dan dapat dibekukan selama 4-12 bulan. Sisa daging yang sudah dimasak akan bertahan 3-4 hari dalam kulkas dan 2-6 bulan di dalam freezer.
Daging giling (sapi, sapi, babi, atau unggas) dapat bertahan selama 1-2 hari di kulkas dan bertahan selama 3-4 bulan jika dibekukan.

Lunchmeats dan hot dog akan bertahan dua minggu di kulkas selama kemasan belum dibuka dan harus dimakan dalam waktu 3-5 hari setelah kemasan dibuka. Dalam freezer, daging jenis ini akan bertahan selama 1-2 bulan.

Bacon aman dikonsumsi hingga satu minggu di lemari es-tapi sosis mentah harus dimakan dalam waktu dua hari. Keduanya dapat dibekukan selama satu bulan, dan beberapa sosis akan bertahan dalam kondisi beku lebih lama (sekitar 2 bulan)


Telur bisa tahan hingga satu bulan dalam keadaan mentah tapi tidak lebih dari seminggu jika sudah direbus. Hanya putih telur atau telur kocok (kuning dan putihnya) harus dibekukan (yaitu, bukan telur utuh), dan akan bertahan selama satu tahun. Pengganti telur dan putih dan kuning telur yang sudah dipisahkan harus dimakan dalam waktu 2-4 hari.

Deli salad (ayam, tuna, telur, pasta, dll) akan bertahan 3-5 hari di lemari es dan tidak boleh dibekukan.

Wednesday, May 15, 2013

Ajaibnya Selera Makan Bayi

Beberapa waktu lalu di milis, saya sempat membaca share seorang mommy yang menuliskan baetapa ajaibnya selera bayi. Bayinya yang mengalami GTM berkepanjangan, akhirnya diluluhkan dengan resep masakan rumahan yang sangat simple, nasi putih, campur keju parut serta beberapa tetes EVOO. Ada juga mommy yang mengatakan bahwa anaknya makan lahap hanya dengan nasi putih dan parutan keju. Atau yang ajaibnya, ada juga bayi yang mau makan nasi jika disertai dengan pudding.

Iya memang, saya sendiri mengalaminya. Selera bayi itu memang ajaib, Mommy! Seperti yang sering disebut di milis Mpasi Rumahan, yang enak bagi kita belum enak bagi bayi. Cuta saya sendiri biasa makan nasi putih saja, bahkan kadang lebih lahap dibandingkan makan dengan lauk.

Menu andalan saya kalau Cuta sedang susah makan adalah telur goreng dan nasi putih. Kalau sedang ada minyak kelapa asli, saya campur minyak kelapa dengan garam. Kalau sudah begitu, dia pasti makan lahap.

Kadang Bapaknya Cuta melarang saya membuatkan Cuta masakan ini itu, mengingat seleranya yang berubah-ubah dan kadang resep-resep yang saya praktekan tidak diminatinya. Memang sih, kalau saya bikinkan nugget, yang makan seringkali bapaknya. Bikinkan pergedel, seringkali dilepeh. Dibikinkan kue-kue, dia jarang mau makan karena doyannya roti marie susu.

Kalau dahulu, saya tidak mau menerima dengan ‘ikhlas’ seleranya yang ajaib itu. Mengingat, seberapa sih nutrisi yang didapatkan anak dengan nasi putih plus minyak kelapa plus garam? Saya terobsesi dengan nutrisi yang bisa didapatkan anak dari Mpasi Rumahan yang diolah dengan banyak jenis bahan makanan, sehingga selalu ngotot membuatkan Cuta ini itu. Berbagai bahan makanan seperti kabocha, brokoli, udang, salmon dan lainnya saya beli, walau kadang yang makan semua itu malah Bapaknya.

Saya juga sering stress kalau Cuta tidak mau makan begitu dibikinkan resep yang saya dapat di Mpasi Rumahan. Namun sekarang, mungkin prinsip Mpasi Bayi yang saya terapkan sedikit berubah, bisa dibilang terkikis oleh pengalaman. Yah, jika diibaratkan seperti batu yang terkikis oleh tetesan air (halah, lebay!). memang, mungkin prinsipnya sekarang sedikit berubah. Orientasinya yang penting Cuta mau makan, entah nasi putih saja. Setidaknya ada asupan masuk ke dalam tubuhnya, urusan vitamin dan mineral lainnya, bisa diakali dengan cara lain.

Cuta saya suka sekali minum jus, jadi asupan nutrisi sayur saya masukan lewat jus. Setiap pagi, saya siapkan jus campur buatnya. Apel, pir, papaya, wortel, brokoli dan tomat. Biar rasanya tidak aneh, alias rasa manis buahnya masih terasa, komponen sayurnya saya batasi jumlahnya, asalkan ada yang masuk. Dengan demikian, biarpun saat makan besar dia tidak makan sayur, di jus sudah mengandung sayur.

Untuk asupan protein, saya sedikit beruntung. Cuta suka sekali dengan tempe, bukan untuk dijadikan lauk namun cemilan. Jika sudah melihat tempe goreng saja, maka dia tidak bisa diam. Sama halnya dengan tahu, walau untuk tahu jarang bisa dijadikan cemilan karena dia belum bisa menguyah kulit tahu goreng yang agak alot.

Namun jika Cuta sedang tidak rewel, maka sup yang saya bikinkan bisa masuk ke tubuhnya. Kalau sudah begitu, tenanglah saya meninggalkannya kerja. Namun entah kenapa, nafsu makannya mudah sekali berubah dalam waktu kurang dari seminggu. Jika seminggu dia lahap, minggu depannya bisa saja dia GTM. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa menghela napas saja. Sabar! Toh, saya pernah baca jangan menggunakan asupan nutrisi harian sebagai patokan, namun gunakanlah asupan nutrisi mingguan.


So, mommy yang sedang galau karena anaknya GTM, satu hal yang harus diingat adalah kata sabar (nasehat untuk diri sendiri juga, hihihi). Selera bayi itu berubah-ubah, setidak stabil nasfu makannya. Banyak sekali yang mengalaminya, tidak hanya mommy sendiri. Kesannya sok amat ya saya, padahal  saya, walaupun sudah sering mengalaminya, memang sih tetap saja stress.


Yah, postingan curhat ini untuk sekedar sharing aja sih, karena saya hanya berpengalaman sekali dalam hal Mpasi. Kali aja yang baca ini adalah Mommy yang sedang stres karena anaknya GTM berkepanjangan, hayolah dicoba resep-resep sederhana diatas. Karena (mungkin) bayi lebih suka cita rasa yang sederhana, tidak cita rasa gado-gado seperti yang kita bayangkan.






Monday, April 29, 2013

One Dish Meal untuk Mpasi

Namanya serem banget yak, one dish meal. Tentunya bagi yang tidak tahu, makanan ini kesannya angker banget ya, susah bikinnya dan kebule-an banget. Padahal one dish meal itu sebenarnya sederhana sekali. Nah, buat Mpasi bayi, one dish meal bisa jadi andalan kalau si bayi lagi mogok makan, GTM, ribet makan karena tidak bisa diam, tidak suka disuapi dan terakhir pengen makan sendiri.

Aha! Cuta sedang mabuk pengen makan sendiri dia. Memang sih, di umurnya yang sudah 15 bulan ini, harusnya dia sudah mulai bisa makan sendiri. keinginannya untuk menyuapi diri sendiri sudah terlalu besar, padahal skill menyendoknya masih terbatas. Jadi menurut saya, one dish meal bisa menjadi jawaban yang ampuh untuk mengatasi anak yang sedang belajar makan.

Nah, apa itu one dish meal? Jawabannya simple banget. One dish meal adalah salah satu jenis makanan yang kandungan di dalamnya seimbang antara serat, air dan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral lainnya dan disajikan dalam satu piring.

Contohnya, makanan pasta (karbohidrat) dengan sayur (serat, vitamin dan mineral) dan daging (protein dan lemak) yang disajikan secara bersama-sama tanpa dipisah-pisah, itu sudah termasuk one dish meal. Bentuk konkretnya adalah spageti (ketahuan emaknya Cuta suka spageti!).



Nah kembali ke masalah Cuta saya. Dia sudah pengen makan sendiri tapi kemampuan menyendoknya masih terbatas alias makanannya beleber ke pipi dan akhirnya kebuang percuma. Saya cari-cari solusinya, jawabannya memang one dish meal namun yang bisa dipegang. Jadi perpaduan antara one dish meal dan finger food. Dan ternyata makanan itu bisa berjenis perkedel, nuget yang ditambahkan karbo seperti nasi, kroket, sosis, roti dadar isi daging, makaroni scotel yang digoreng dijadikan nuget, martabak dan lainnya.

Saya coba search resep-resepnya di milis Mpasi Rumahan dan ternyata banyak. Namun kendalanya adalah hampir kebanyakan resep one dish meal plus finger foodnya itu digoreng yang rentan sekali dengan resiko panas dalam. Memang sih ada alternatif lain, dipanggang, namun cara memasak Mpasi dengan memanggang paling bagus dengan menggunakan oven. Masalahnya adalah saya tidak punya oven. yah, selesailah sudah!

Namun, rasanya masih bisa mengurangi resiko minyak dengan memanggang di teflon. Walau teksturnya mungkin tidak sesempurna oven, namun setidaknya bisa mengurangi minyak berlebihnya.

Nah, bagi mommy yang punya pengalaman seperti saya, please sharing dong info resep one dish meal plus finger foodnya? Atau ada yang punya tips memanggang tanpa oven?

Sunday, December 9, 2012

Say No To Makanan Instan?

Bahasa yang sederhana, namun mommy pasti tahu banyak sekali halangannya untuk menerapkannya di dunia per-Mpasian. Jujur, memang susah sekali menjalankan niat Mpasi home made yang aman dan sehat, terutama dengan adanya saudara-saudara. Saya sendiri mengalaminya, ipar sedari awal sudah menganjurkan memberi makanan instan suatu merk.

Pernah juga sekali waktu ketika saya memberikan hati ayam pada si Cuta. Ini adalah pemberian pertama, mencoba istilahnya dan ternyata dia tidak mau makan karena pahit. Ipar saya yang lagi satu dengan cepat menganjurkan untuk membelikan makanan instan. Mungkin saya memang terlalu sensi apalagi ipar yang ini sudah sering sekali memvonis bahwa baby saya PERLU makanan instan. Syukur tidak semua makanannya saya campur hati, setelah diberikan makanan baru non hati, si baby makan lagi dengan lahap.

Saya pernah putus asa dengan Mpasi Homemade ketika hampir 3 bulan Cuta GTM. Banyak jenis masakan yang saya bikinkan, namun hasilnya sama. Bibirnya tertutup dengan sukses. Lalu, dengan putus asa saya membelikannya satu box kecil makanan instan. Lama saya memilih, menimbang dan akhirnya memutuskan untuk membelikannya rasa pasta kaldu ayam.

Sampai di rumah, saya seduhkan bubur instannya dan saya cicipi. Oh, tidak! ini mah penyedap murni rasanya, kaldunya bener-bener tidak asli. Ragu-ragu saya berikan bubur ini, dan ternyata si Cuta tidak doyan juga. Hahaha.. saya tertawa puas. Ternyata dia GTM bukan karena Mpasi home made ala emaknya tidak enak, namun ternyata pada Mpasi instan juga dia say no!

Kadang saya butuh bukti untuk meyakinkan orang-orang di sekeliling bahwa bayi saya tidak perlu makanan instan. Pada mertua sih tidak masalah, karena syukur, mereka adalah orang yang mengerti bahwa iptek itu sudah berkembang dari waktu ke waktu, namun masalahnya adalah ipar-ipar yang notabene sudah berpengalaman dalam per-MPasian. Namun hingga saat ini, saya memberikan si Cuta Bubur instan baru dua kali, pertama waktu pulang kampung dan tidak ada kompor, kedua yang kemarin GTM gitu.



Saya sendiri sih tidak say no to makanan Mpasi instan, karena saya masih memberikan dia biskuit bayi merk tertentu. Alasannya klasik, tak ada oven untuk buat cookies hihihihhi

Namun memang sebaiknya untuk awal Mpasi, bayi hendaknya diberikan makanan homemade. Bubur tepung beras yang dicairkan pake ASI misalnya, memiliki rasa yang lebih tawar dibandingkan bubur instan. Ipar saya lagi satu yang babynya seumuran sama Cuta mengalaminya. Awal Mpasi diberikan bubur instan merk tertentu, terus di tengah jalan mommynya mau ganti pake yang homemade, hasilnya, bayinya menolak karena sudah terbiasa makan yang manis-manis, diberikan bubur beras dengan ASI yang lebih tawar dia tidak doyan.

Ah, miris sebenarnya melihat kebiasaan di sekitar saya yang lebih memilih Mpasi kotakan dan instan untuk bayi. Mpasi instan mengandung berbagai macam bahan kimia seperti pengawet dan juga gula tambahan, istilahnya seperti mie instan untuk orang dewasa. Bayi pencernaannya masih sangat sensitif dan rentan, diberikan paparan zat kimia seperti itu setiap hari, apa yang bisa terjadi?

Mempopulerkan Mpasi homemade sangat susah di masyarakat. Tradisi dari orang tua dahulu memang selalu mengasosiasikan makanan bayi dengan merk SUN, dan anehnya anak-anak jaman itu yang sekarang sudah dewasa ternyata baik-baik saja. Kondisi ini yang membuat kebiasaan memberikan makanan instan kepada bayi juga turun temurun. Parahnya, kebiasaan ini juga di-Amin-i oleh dokter.

Thursday, November 29, 2012

Hyper Beta Caroten pada Bayi

Pernah melihat bayi baru lahir kuning?

Ini adalah hal yang biasa, namun bagaimana jika bayi usia 10 bulan kuning? Ini bisa terjadi karena bayi kebanyakan makan makanan yang mengandung beta carotene. Iya, hyper beta carotene merupakan seuatu kondisi dimana bayi berwarna kuning terutama pada kulit dan telapak tangan karena kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten.

Apakah hal ini wajar dan berbahaya? Wajar tentu saja jika menu si bayi memang kebanyakan beta karoten dan tentu saja tidak berbahaya karena bisa hilang sendiri jika asupan beta karoten untuk sementara dihentikan. Sisa beta karoten dalam tubuh akan larut dalam air sehingga akan berkurang.

Cuta sendiri sih belum pernah divonis begini sama dokter karena dia memang jarang ke dokter kecuali imunisasi (hehehehe). Tapi beberapa hari yang lalu saya pernah perhatikan kulitnya, ketika saya bandingkan dengan kulit saya, kulitnya dia memang lebih kuning. Bisa jadi memang dia kena sindrom ini mengingat wortel dan kabocha merupakan menu hariannya.

Hehehe… maklum, emaknya kurang pengalaman menyajikan makanan. Isi kulkasnya cuman itu. Nah selanjutnya, makanan apa saja yang mengandung beta karoten tinggi? Wortel adalah yang utama dan paling sering ditemui, Labu kuning / kabocha, pepaya, Ubi, bayam, blewah.

Kondisi kuning akibat kelebihan beta karoten ini bisa hilang setelah konsumsi berbagai makanan ber-beta karoten distop. Namun setelah kuning hilang dan kulit kembali normal, mommy bisa kok memberikan buah dan sayur tersebut, namun jangan terlalu sering dan berbarengan dalam satu hari.