Showing posts with label Bahan Makanan. Show all posts
Showing posts with label Bahan Makanan. Show all posts

Sunday, January 19, 2014

Menambah Nafsu Makan Anak dengan Madu

Mommy pasti pernah membaca tentang hal ini dari banyak sumber. Jika searching di gugel, pasti dapat ratusan artikel mengenai hal ini. Artikel ini hanyalah salah satunya, tetapi karena disertai dengan pengalaman, mungkin bisa dipertimbangkan ya (hayah, gaya bokkk).

Oke, begitulah adanya. Mungkin saya tidak melakukan survey mendalam tentang hal ini sehingga saya tidak tahu pasti apakah memang madu yang menolong saya. Seperti yang sering saya katakan bahwa si kakak Cuta masuk dalam kategori anak yang susah makan. Berat badannya tidak pernah berada di atas berat badan minimal sesuai dengan grafik, namun syukurnya sih dia masih punya tumpukan lemak di beberapa tempat.

Berdasarkan banyak penelitian, madu memang bisa menambah nafsu makan. Karena itu, karena sudah agak stress mengejar ia untuk makan, saya rutin memberikannya madu. Saya lebih memilih madu asli dibandingkan madu yang sudah diberikan tambahan vitamin, entahlah, menurut saya yang sudah dikemas dengan berbagai vitamin tersebut sudah melalui beberapa tahap pemrosesan sehingga kemungkinan, kemungkinan ya, benar tidaknya saya tidak tahu dan tidak bisa mempertanggungjawabkan, kandungan alaminya ada yang mengalami perubahan atau malah menghilang.

Saya rutin memberikan 1 -2 sdm madu asli setiap pagi. Sudah dua periode saya melakukannya dan keduanya menunjukan penambahan makan yang signifikan. Periode pertama terhenti karena kehabisan stok dan Cuta balik lagi pada kebiasaannya GTM.Periode kedua dimulai seminggu yang lalu dan sudah nampak hasilnya beberapa hari belakangan ini.


Mungkin kita banyak menganggap enteng atau sebelah mata tentang khasiat dan keberhasilannya sehingga sering menjudge bahwa itu hanya sekedar berita. Namun yang pasti, bagi mommy yang belum berhasil dengan madu ini, ada hal yang harus dicatat bahwa, kalaupun nafsu makan anak tidak meningkat drastis, setidaknya anak akan mendapat manfaat lain berupa energi, antibodi, zat besi, vitamin C dan beberapa mineral lainnya.

Aturan pemberian juga ada nih, saya ambil dari intisari online:

 1 – 2 sendok makan madu 2 kali sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh anak. Namun, untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Kalau saya, pemberiannya baru bangun tidur. Cuta saya kasih air hangat dulu, baru kemudian diberikan madu. Setelah madu saya berikan air hangat lagi. Sarapannya sendiri sekitar satu jam setelahnya. Hal ini harus dilakukan secara rutin.

Bagi mommy yang rutin memberikan madu, bisa share deh manfaatnya disini.
Selamat mencoba.

Sunday, January 12, 2014

Jamur untuk Makanan Bayi

Makanan bayi - Semua orang tahu bahwa buah-buahan dan sayuran berwarna cerah yang baik untuk kita dan juga bayi, lalu bagaimana dengan jamur?

Mommy yang mau tahu, silahkan simak artikel tersebut. Diambil dari homemade-baby-food-recipes.com dan www.babyfood101.com.

Nilai gizi jamur

Di beberapa bagian dunia - dan dalam budaya Timur pada khususnya - jamur diyakini memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, sementara di dunia barat, tumbuhan ini secara tradisional telah dipandang sebagai makhluk nilai gizi sedikit.

Namun, cerita yang berbeda perlahan-lahan muncul karena manfaatnya sedang diselidiki lebih lanjut.
Sebagian besar spesies jamur mengandung vitamin B, vitamin C, protein, zat besi, kalium, selenium dan mineral lainnya. Jamur ini juga merupakan sumber senyawa yang dikenal sebagai beta-glukan, yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit - ditambah antioksidan penting yang disebut ergothioneine.

Mungkin yang paling menarik dari semua adalah kenyataan bahwa jamur merupakan sumber vitamin D  non hewani (satu satunya). Jamur sebenarnya mengkonversi sinar matahari menjadi vitamin D dengan cara yang sama yang dilakukan oleh kulit kita. Terlebih lagi, kandungan vitamin D jamur stabil, yang berarti bahwa tidak berkurang secara signifikan setelah dimasak.




Teknik yang sedang digunakan sekarang ini juga membuat jamur menjadi sumber vitamin D yang lebih baik di masa depan, dengan meningkatkan eksposur tumbuhan itu terhadap sinar UV.
Varietas jamur

Jenis jamur yang umum dikonsumsi adalah jamur kancing, jamur jenis eksotis seperti shiitake, maitake dan tiram, yang semakin populer berkat kaya rasa dan manfaat kesehatan yang dirasakan. Selain itu bisa juga memilih jamur lembut seperti jamur merang.

Jamur kancing memiliki nilagi gizi yang sebanding dengan jamu varietas eksotis lainnya dan bahka dalam beberapa kasus malah melebihi.

Mengapa tidak boleh memberikan jamur mentah?

Di luar negeri sono, banyak orang yang menyajikan jamur mentah, diiris dan ditaburkan di atas salad misalnya, sering digambarkan sebagai pilihan yang sehat.

Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa jamur tidka baik untuk dimakan orang dewasa, terlebih bayi.

Dinding sel jamur terbuat dari mycochitin - zat yang sangat sulit dicerna bagi tubuh manusia. Memasak jamur akan memecah mycochitin, tidak hanya membuatnya lebih mudah dicerna, tetapi juga melepaskan nutrisi untuk diserap oleh tubuh.

Ada risiko kontaminasi bakteri dari jamur mentah - terutama jika kita mempertimbangkan tumbuhan ini kadang-kadang tumbuh di kotoran!

Memasak jamur membantu menghancurkan komponen yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

Jamur mentah, termasuk jamur kancing mengandung senyawa yang berpotensi karsinogenik yang disebut hydrazine. Sebagian besar konten hidrazin jamur diyakini akan hancur dengan cara memasaknya.

Kapan bayi boleh makan jamur?
Jamur TIDAK pada daftar makanan 'berisiko tinggi' terutama dalam hal potensi mereka untuk memicu reaksi alergi.

Meskipun alergi jamur belum banyak diteliti namun dianggap relatif jarang. Reaksi alergi terhadap jamur cenderung terjadi dalam waktu 30 menit setelah konsumsi dan termasuk gatal, pembengkakan bibir / lidah / tenggorokan, pusing dan sakit perut. Kadang-kadang, alergi terhadap jamur dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang terkadang parah.

Jamur umumnya tidak dianggap sebagai makanan pertama yang ideal untuk bayi.  Terutama karena makanan ini jarang disajikan sendiri namun dicampur ke dalam hidangan lainnya.

Mengingat bahwa risiko reaksi alergi rendah, mommy bisa memperkenalkan jamur setelah umur 7/8 bulan atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Teksturnya yang lembut membuat jamur mudah dimakan bayi, baik itu dicincang atau dibuat puree.

Memilih dan menyimpan jamur
Jamur segar berwarna cerah, bertekstur lembut dan gemuk. Jamur yang sudah tidak segar biasanya berwarna gelap, terlihat layu dan berlendir.

Menyimpan jamur cukup dengan membungkusnya dengan plastic longgar atau kantong kertas agak lembab. Jamur segar akan tahan sekitar seminggu di kulkas.

Membersihkan dan menyiapkan jamur
Jamur kadang agak susah dibersihkan karena bersifat menyerap air dan menjadi sangat basah.

Jamur biasanya dikupas kulitnya, kemudian bilas sebelum dimasak. Jika tidak ingin mengupas, cukup seka dengan kertas basah. Namun untuk bayi, akan lebih aman jika mommy mengupasnya.

Baca Perlukah Mengupas Buah dan Sayur untuk Makanan Bayi?




Thursday, January 9, 2014

Buah dan Sayur untuk Bayi 6 Bulan +

Makanan bayi - Belated post sebenarnya ini, karena sudah banyak post tentang buah-buah  untuk makanan bayi yang sudah diposting di blog ini. Tetapi artikel ini tetap akan saya bikin karena bisa dijadikan indeks mengenai sayur dan buah apa saja yang cocok dan bisa dikonsumsi oleh bayi yang baru Mpasi, yaitu bayi 6 bulan keatas. Daftar ini saya ambil dari file milis mpasi rumahan dan juga dari wholesomebabyfood.com.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nilai gizi dan hal-hal lainnya, klik saja ya. Kalau tidak berhasil, berarti buah atau sayur tersebut belum dibahas lebih lanjut. Heeheheh...

Buah untuk bayi 6 bulan.
Alpukat
Apel
Pir/ Pear
Pisang
Pepaya
Jeruk

Sayur untuk bayi 6 bulan
Ubi
Labu Kuning
Buncis
Zukini

Buah untuk bayi 7 Bulan 

Buah bayi 6 bulan

Sayur Untuk Bayi 7 Bulan
Sayur bayi 6 bulan
Bunga Kol
Kol
Ketimun
Kentang


Buah untuk bayi 8-10 Bulan

Buah untuk bayi 6  Bulan
Buah untuk bayi 7 Bulan
Aprikot
Jambu Biji
Melon



Sayur untuk bayi 8-10 Bulan 
Sayur untuk bayi 6 Bulan 
Sayur untuk bayi 7 Bulan
Kangkung
Ubi Jalar merah/kuning
wortel
Lobak
Paprika
Sawi
Brokoli
Kacang Merah
Kacang Hijau
Kacang Polong
Terung Ungu
Asparagus
Bayam
Bit
Jamur


Buah untuk bayi 10-12 Bulan

Buah untuk bayi 6  Bulan
Buah untuk bayi 7 Bulan
Buah untuk bayi 8-10 Bulan 
Kiwi
Anggur / Kismis


Sayur untuk bayi 10-12 Bulan 


Sayur untuk bayi 6 Bulan 
Sayur untuk bayi 7 Bulan
Sayur untuk bayi 8-10 Bulan
Jagung
Tomat

Tuesday, January 7, 2014

Pisang untuk Makanan Pertama Bayi

Makanan bayi - Buah andalan Mpasi para leluhur kita, pisang. Iyak, ternyata mereka sudah duluan tahu ya sebelum adanya ilmu Mpasi bahwa pisang adalah buah sempurna untuk makanan bayi pertama.  Untuk tahu lebih jelas tentang pisang sebagai makanan bayi pertama, yuks simak artikel berikut. Diambil dari wholesomebabyfood sama homemade-baby-food-recipes.com.

Pisang sebagai makanan bayi pertama

Pisang sering diperkenalkan kepada bayi sebagai makanan sehat pertamanya. Mengapa? Karena selain luar biasa bergizi, pisang masak juga mudah dicerna dan dipersiapkan. Pisang juga mempunyai cita rasa manis yang disukai bayi.

Pisang pada umumnya dianggap memiliki pengaruh menenangkan pada sistem pencernaan, sehingga beberapa sumber menyarankan pisang sebagai makanan pertama yang baik untuk bayi dengan refluks.

Nutrisi pada Pisang
Pisang mengandung begitu banyak nutrisi penting. Pisang merupakan sumber kalium yang sangat bagus, sebuah elektrolit penting yang digunakan oleh otot-otot, menyehatkan jantung  dan mengatur darah. Beberapa studi telah menyarankan bahwa orang yang mengonsumsi pisang dan makanan lain yang tinggi kalium lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan atherosclerosis dan tekanan darah tinggi.

Pisang juga dikenal sebagai salah satu antasida alami.  Zat ini dikenal untuk membantu melindungi tubuh terhadap sakit maag dan kerusakan maag.  Selain itu buah ini juga mengandung vitamin A, vitamin B6, vitamin B2, vitamin C , kalsium, magnesium, besi dan seng.

Selain itu, pisang matang mengandung pektin, serat larut yang memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit. Namun pisang mentah sering memiliki efek yang berlawanan dan dapat menyebabkan sembelit.

Pisang masak yang lebih baik untuk bayi karena mengandung lebih banyak antioksidan dari buah yang belum matang. Jika bayi Anda sudah mulai pulih dari serangan jahat diare, pisang sangat berguna untuk mengganti elektrolit yang hilang.

Dan jika manfaat ini tidak cukup, pisang juga baik untuk tulang dan gigi karena mampu meningkatkan penyerapan kalsium.

Nutrisi dalam 1 cangkir Pisang tumbuk
VITAMIN:
Vitamin A - 144 IU
Vitamin C - 19,6 mg
Folat (penting selama kehamilan) - 45 mcg
Vitamin B6 - .82 mcg
Niacin - 1,49 mg
Asam pantotenat - .31 mg
Vitamin E - .22 IU

MINERAL:
Kalium - 806 mg
Magnesium - 61 mg
Fosfor - 50 mg
Kalsium - 11 mg
Besi - .58 mg
Juga mengandung jumlah jejak seng, mangan dan tembaga

Kapan bisa memperkenalkan Pisang untuk bayi saya?
Pisang dapat diperkenalkan kepada bayi sejak awal, beberapa sumber menyebutkan aman diberikan mulai 4 bulan (jika dilakukan mpasi dini). Namun harap diingat bahwa usia yang direkomendasikan untuk mulai memperkenalkan makanan padat berusia antara 4-6 bulan, 6 bulan merupakan usia ideal.

Memilih Pisang


Hal lain yang bagus dari pisang adalah bukan buah musiman, jadi tersedia sepanjang tahun. Pisang juga bukan buah yang terkontaminasi dengan pestisida karena memiliki kulit buah tersendiri, jadi aman dikonsumsi.

Pisang yang tersedia di pasar biasanya dipetik sebelum matang. Beberapa juga dimatangkan dengan gas etilen atau bahan lain. Jika berniat mematangkan sendiri, cukup menaruhnya di dalam kantong plastic. Pisang bisa mengeluarkan gas etilen secara alami, dengan meletakannya di kantong akan memperangkap gas itu dan membuat buah lebih cepat matang. Umumnya, pisang yang dipanen setelah matang mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan yang dimatangkan dengan paksa.
Indonesia memiliki varietas buah pisang yang banyak, salah satunya yang bagus dan biasa dijadikan makanan bayi adalah pisang raja. Pisang jenis ini lebih manis dan tidak menyebabkan masalah pencernaan pada bayi.

Jika buah sudah matang, mommy bisa meletakannya di kulkas. Kulitnya memang akan menghitam namun ini hanya masalah kulitnya saja, isinya tidak terpengaruh baik rasa atau kualitasnya. Jangan meletakan pisang belum matang di kulkas karena tidak akan pernah matang.

Apakah Pisang menimbulkan alergi pada bayi?

Pisang bukan alergen umum – namun bagaimanapun mommyharus tetap waspada terhadap gejala alergi.

Ada dua jenis reaksi alergi terhadap pisang.

Salah satunya adalah terkait dengan alergi terhadap lateks - karena itu mommy harus kosultasi tentang  pengenalan pisang dengan dokter jika anak memiliki alergi lateks.

Tipe kedua reaksi alergi terhadap pisang adalah terkait dengan alergi serbuk sari dan dikenal sebagai sindrom alergi oral. Gejala yang muncul dengan cepat biasanya berupa bengkak atau gatal di tenggorokan atau mulut.

Pengaruh Pisang terhadap kotoran bayi
Makan pisang dapat mengubah tampilan dari kotoran bayi - kadang-kadang menyebabkan sedikit 'benang' hitam yang terlihat mengkhawatirkan seperti cacing. Namun hal ini tidak berbahaya. Selain itu, Perlu diketahui bahwa pisang juga tahu menyebabkan sembelit bila dimakan dalam jumlah besar.

Membuat puree pisang
Memberikan pisang pada bayi sangatlah mudah, cukup dikerok dengan sendok. Tetapi harus segera diberikan karena bisa berubah warna jika didiamkan lebih lama. 

Thursday, June 6, 2013

6 Manfaat Kesehatan Lactobacteria

Manfaat probiotik Lactobacteria-Beberapa waktu lalu saya pernah membaca sharing mommy di milis bahwa salah satu anak kenalannya disarankan untuk mengkonsumsi Yakult untuk menambah berat badan. Setelah itu, saat si Cuta sakit dan konsultasi ke dokter, Bapaknya bertanya pada DSA tentang probiotik. Hasilnya, memang nyambung. Bahwa probiotik memiliki manfaat yang bagus untuk usus dan kesehatan anak dan juga orang dewasa.

Semenjak itu, saya rutin memberikan probiotik kepada Cuta. Probiotik mengandung bakteri baik, yang membantu pencernana. Pilihan saya adalah Yakult (itung-itung berharap berat badannya naik hihihi). Yakult, selain murah, juga praktis. Namun tentunya dosisnya terbatas, maksimal 1 botol sehari. Rasanya yang enak, membuat si Cuta sangat doyan.

Kemudian saya bertemu dengan label salah satu merk yogurt dan surprise karena ada kandungan probiotiknya. Lebih surprise lagi ketika nyatanya si Cuta doyannnn sekali dengan yogurt. Mengingat umurnya sudah lewat setahun, saya memberi yogurt yang ada rasanya sih.

Hasilnya, walau tidak jelas apakah ini memang dari probiotik atau suplemen vitaminnya, staminanya bertambah. Walau kaki gempor karena harus mengikuti kemanapun ia lari, namun secara umum, sekeluarga mengaku bahwa Cuta lebih sehat.

Kebetulan tadi saya sempat browsing tentang Mainan Edukatif, lalu ketemu dengan sebuah artikel menarik. Manfaat kesehatan Lactobackteria yang terkandung di dalam probiotik tersebut. Jadi daripada artikelnya lenyap dari ingatan, saya sharing saja disini. Sumbernya dari askdrsears.com.

Bakteri sehat berada dalam usus semua orang, dan sebagai imbalan atas makanan dan tempat yang hangat untuk hidup mereka, bakteri tersebut memberikan kontribusi untuk kesehatan kita. Salah satu penduduk bakteri yang paling ramah di usus adalah keluarga lactobacteria, disebut demikian karena kelompok ini berkembang biak pada laktosa gula. Jenis bakteri ini biasanya dibaca dalam label berupa L.acidophilus, yang berarti "acid-loving," karena organisme ini tumbuh baik dalam lingkungan usus yang asam.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan bakteri sehat ini untuk tubuh:

Memperbaiki pencernaan. Lactobacteria, seperti namanya, membantu mencerna laktosa dalam produk susu, mencegah kelebihan laktosa, dan mengurangi masalah dengan intoleransi laktosa. Lactobacteria juga membantu penyerapan nutrisi yang berharga dan merangsang peristaltik, gerakan makanan melalui usus yang mengarah ke gerakan usus besar.

Memproduksi vitamin. Seperti tanah subur yang menumbuhkan makanan kaya vitamin, lactobacteria menghasilkan vitamin B-kompleks, selain itu juga vitamin K.

Memproduksi Nutrisi. Bakteri ramah ini membantu memproduksi asam lemak esensial yang disebut asam lemak rantai pendek (ALRP). Ini adalah nutrisi yang berharga untuk sel usus dan juga menghasilkan zat pelawan kanker.

Meningkatkan kekebalan tubuh. Lactobacteria menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dan jamur, seperti kandida (ragi). Bakteri ini membantu menjaga asam lingkungan pada usus dan melawan bakteri berbahaya dan racun dihasilkan oleh bakteri berbahaya tersebut. Lactobacteria bahkan menghasilkan hidrogen peroksida, yang memiliki efek antibiotik alami.

Melindungi terhadap karsinogen. Potensi mengikat karsinogen yang dimiliki oleh Lactobacteria mampu mencegah zat karsinogen tersebut merusak sel-sel. L.bulgaricus, lactobacillus utama yang digunakan dalam yogurt, memiliki sifat anti-tumor. Secara khusus, lactobacteria mengikat logam berat dan asam empedu, yang berpotensi karsinogen. Bakteri ini menghambat pertumbuhan bakteri penghasil nitrat (nitrat dapat menjadi karsinogen). Mereka juga memetabolisme flavanoids, memproduksi zat anti-tumor alami.

Melindungi terhadap penyakit kardiovaskular. Bantuan Lactobacteria mengatur kadar kolesterol dan tryglyceride dalam darah.

Karena bekerja di usus, sepertinya bakteri ini juga bisa dimanfaatkan untuk melawan sembelit atau kondisi dimana anak sulit BAB. Tapi tentunya hanya untuk bayi umur-umur tertentu. Untuk anak diatas setahun, Yakult bisa membantu.

Upss.. dari tadi sebut merk terus. Saya bukan agen produk itu loh, suer!

Monday, May 27, 2013

Keju untuk Mpasi

Info kali ini adalah mengenai keju untuk Mpasi bayi/balita. Info ini saya dapat dari beberapa website seperti ayahbunda, homemade baby food recipe dan babycenter.

Keju merupakan makanan yang sangat baik untuk bayi. salah satu dari bahan makanan sehat ini mengandung kalsium dan juga menyediakan protein, vitamin A, vitamin D , dan vitamin B12. Bahkan, kandungan vitamin B12 pada keju membuatnya menjadi bagian penting dari diet vegetarian untuk bayi, karena ini nutrisi seringkali berasal dari daging. Keju juga menyediakan energi dan sangat ideal untuk bayi yang membutuhkan diet kaya kalori.

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Keju?
Pedoman untuk pengenalan keju bervariasi dari satu bagian dunia yang lain.
Di Inggris misalnya, keju biasanya disertakan dalam Mpasi bayi mulai dari usia 6 bulan. Pedoman di AS, lebih konservatif, beberapa sumber menyarankan menunggu sampai 8-9 bulan untuk memperkenalkan keju. Beberapa sumber lain bahkan menyarankan untuk menunggu hingga umur setahun. Untuk website wholesomebabyfood sendiri membeirkan referensi untuk mengenalkan keju mulai dari 8 bulan.

Keju merupakan salah satu produk olahan susu. Protein susu pada keju yang pada umum bertanggung jawab terhadap alergi susu sebagian besar telah dipecah dan keju seringkali diditoleransi dengan baik oleh individu dengan kepekaan terhadap produk susu. Hal yang sama juga berlaku untuk yoghurt, itulah sebabnya banyak dokter anak  setuju bahwa sangat aman untuk memperkenalkan kedua jenis produk diary pada bayi tersebut sebelum umur setahun.

Pengecualian terjadi pada keluarga yang mempunyai riwayat alergi makanan (terutama alergi terhadap produk susu), atau jika bayi Anda memiliki asma atau eksim . Hal ini karena keju dapat bertindak sebagai 'makanan pemicu' untuk kondisi ini.


Manfaat Menyertakan Keju dalam Makanan bayi
Nah, mommy mungkin tidak menyadari bahwa keju benar-benar bermanfaat dalam pencegahan kerusakan gigi. Bayi bahkan tidak perlu menelan keju, cukup dengan mengunyah itu sudah cukup untuk menerima manfaatnya.

Namun CARA keju melindungi gigi masih menjadi titik perdebatan, tetapi ada beberapa alasan mengapa manfaat ini bisa dikatakan benar.

Untuk satu hal, mengunyah keju akan meningkatkan produksi air liur menetralkan asam berbahaya di mulut dan membersihkannya. Bahkan diyakini bahwa keju bisa menghentikan aktivitas bakteri pada gigi untuk  berubah menjadi asam yang bisa mendemineralisasi enamel gigi.
Selanjutnya, keju mengandung banyak kalsium dan fosfor, jadi makan itu menggantikan mineral yang hilang dari enamel gigi yang pada dasarnya memperkuat gigi.


Beberapa zat gizi yang menunjang tumbuh-kembang anak yang terkandung dalam keju:  
Keju memang sarat gizi, nah gizi apa saja yang terdapat pada keju?
   -  Kalsium (Ca), membantu pertumbuhan dan pembentukan tulang serta gigi.
   -  Protein, membantu proses pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh, serta menguatkan otot-otot
   - Asam lemak linoleat dan linolenat, membantu perkembangan serabut-serabut sel saraf dan otak.
   - Kolesterol, membantu pembentukan membran sel dan hormon.
   - Fosfor (P), membantu pertumbuhan tulang dan gigi.
   - Vitamin A, membantu menjaga fungsi mata, Vitamin D, Vitamin B12
   - Magnesium, seng, dan selenium, berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.
   - Riboflavin dan folat, membantu proses metabolisme aneka jenis zat gizi.

Keju paling aman untuk bayi
Ada beberapa jenis keju yang harus dihindari karena kemungkinan mengandung listeria (bakteri keracunan makanan). Secara umum, hanya keju lunak yang tidak dipasteurisasi yang menimbulkan risiko ini. Keju yang dibuat dengan susu pasteurisasi (bahkan keju lunak) sekarang dianggap aman untuk ibu hamil.

Beberapa keju yang aman untuk bayi dan balita adalah keju jenis:

Keju cheddar. Umumnya merupakan keju semi-keras. Tapi, ada juga yang tergolong keju keras. Jenis bakteri yang digunakan untuk memproses keju cheddar adalah Streptococcus sp. Bakteri ini berfungsi menghasilkan asam laktat dari susu. Semakin lama proses pematangan keju, rasa dan aroma keju cheddar akan semakin tajam.

Keju Swiss. Ciri khas jenis keju Swiss adalah ”bolong-bolong” alias berlubang-lubang. Semakin baik mutu susu sapi yang digunakan sebagai bahan baku, semakin banyak lubang-lubang yang akan terbentuk. Pembuatan keju Swiss menggunakan bakteri dari jenis Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus helveticus, dan   ditambah bakteri Propionibacterium shermanii. Bakteri Propionibacterium inilah yang membuat jenis keju ini berlubang-lubang dan memiliki rasa manis.

Keju cottage. Ini merupakan jenis keju yang tergolong rendah lemak. Sebab, bahan bakunya berupa susu tanpa lemak (nonfat). Keju ini biasanya diberi tambahan rasa buah, antara stroberi, peach, raspberry, blueberry, dan nanas. Itu sebabnya, keju ini cenderung  mudah rusak (busuk), sehingga harus disimpan di dalam lemari pendingin

Untuk beberapa merk keju yang biasanya diberikan untuk Mpasi bayi oleh mommy di milis, bisa di cek di Berbagai Bahan dan merk Makanan Mpasi.

Cara aman menyimpan keju
Keju harus harus disimpan di lemari es. Tapi harap dicatat bahwa keju lebih baik jika disimpan dalam keadaan terbungkus aluminium foil atau kertas lilin dan tidak bungkus plastik karena kandungan lemak keju dapat menyebabkan bahan kimia dalam bungkus plastik untuk larut ke dalam makanan.

Tuesday, May 7, 2013

Buah Pir (Pear) untuk Mpasi Bayi

Buah pir merupakan salah satu buah favorit bayi saya (eh, balita sekarang). Rasanya yang manis dan airnya yang banyak membuat dia sabar duduk manis menunggu disuapin. Jadi tidak heran kalau saya harus stock buah yang satu ini di kulkas.

Manfaat Pir untuk Mpasi Bayi
Satu yang membuat saya juga senang memberikan buah pir untuk Mpasi bayi adalah gizinya. Buah ini memiliki kandungan serat yang tinggi, kalium serta vitamin C. Ada juga kandungan tembaga yang bisa melindungi sel tubuh dari kerusakan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Peran penting serat sudah diketahui secara lama. Serat buah pir bisa membantu mengurangi risiko kanker dan serangan jantung. Selain itu juga bisa membantu menurunkan kolesterol dan melindungi tubuh terhadap kanker. Dan yang paling wajib diketahui oleh orang tua, buah pir adalah obat yang ampuh untuk mengatasi sembelit pada bayi.

Pir juga merupakan buah yang mengandung sedikit asam sehingga menjadikan buah ini sebagai buah yang ideal untuk Mpasi pertama, sekalipun bayi yang menderita reflux atau GERD. Pir mengandung dua jenis gula, yaitu glukosa dan fruktosa menjadikan rasanya manis menyegarkan

Kandungan Gizi Pir: 
VITAMIN:
Vitamin A - 38 IU
Vitamin C - 7 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .25 mg
Niacin - .26 mg
Folat - 12 mcg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.
 
MINERAL:
Kalium - 198 mg
Fosfor - 82,4 mg
Magnesium - 12 mg
Kalsium - 15 mg
Sodium - 0 mg
Besi - .26 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, mangan, tembaga dan seng.

Kapan Pir Bisa Diperkenalkan pada Mpasi Bayi?
Pir merupakan pilihan yang baik sebagai makanan Mpasi pertama bayi. Bisa diberikan dari bayi umur (4) 6 bulan, selain itu buah pir dianggap sebagai salah satu buah yang aman sebagai makanan Mpasi perdana bayi karena reaksi alergi terhadap buah ini sangat jarang dan kadar asamnya yang sangat rendah juga aman bagi perut kecil bayi.

Hindari memberikan pir bagi bayi yang sedang menderita diare karena pir cenderung membuat diare semakin parah.

Memilih dan menyimpan buah pir untuk makanan bayi

Pir dipetik sebelum matang. Jika matang di pohon, gula dalam buah pir akan berubah menjadi kristal pati, membuat tekstur buah yang berpasir. Pir juga tidak termasuk dalam salah satu dari buah dan sayur yang terkontaminasi pestisida, sehingga aman bagi bayi.

Pilihlah buah bir yang memiliki kulit bagus, halus, tanpa memar ataupun lubang. Beberapa jenis pir memiliki bintik coklat pada kulitnya dan kelihatan alami. Pir yang matang memiliki warna yang cerah dan aroma manis yang tercium.

Pir Cina
Tidak seperti pir lainnya, pir Cina (atau Asia) adalah buah yang matang di pohon, sehingga siap makan ketika dibeli (seperti apel).

Bentuknya bulat, cokelat keemasan di bagian luar dan putih di dalam. Seperti pir dari negara lain, pir Cina rendah asam namun kadang kurang manis (untuk jenis tertentu). Pir Cina yang paling manis biasanya berjenis Xiang Lie.

Karena pir Cina lebih keras dan teksturnya renyah, menyajikan pir Cina untuk bayi hendaknya sama seperti menyajikan apel yaitu dengan memasak daging buahnya dengan lembut.

Apakah Buah Pir harus Dimasak?
Pir tidak perlu dimasak ketika sudah matang karena sangat lembut dan mudah dibuat menjadi pure halus. Mengukus buah biasanya direkomendasikan untuk bayi di bawah 8 bulan untuk membantu memecah gula dan serat dalam buah-buahan.

Memasak pir untuk melembutkan buah dengan memecah struktur sel, membuatnya menjadi sedikit lebih mudah untuk dicerna. Hal ini juga menghancurkan salah satu allergen.

Apakah Buah Pir harus Dikupas?
Mengupas tidak begitu diperlukan bagi bayi yang lebih tua. Namun mengupas sangat dianjurkan untuk bayi yang baru Mpasi karena mereka masih memiliki kesulitan dalam mencerna.

Beberapa orang tua memilih untuk mengupas pir karena alasan teksturnya, ada sel-sel kayu tepat di bawah kulit yang dapat membuat pir tampak sedikit berpasir.

Di sisi lain, banyak nutrisi dalam buah yang terkandung dalam kulit. Jadi sebenarnya baik untuk membuat si kecil makan buah itu lengkap dengan kulitnya. Namun, buah pir biasanya adalah buah impor yang memerlukan waktu panjang dalam pengiriman sehingga memungkinkan rusak jika tidak dilengkapi pengawet. Jadi memberikan bayi buah pir lengkap dengan kulit sedikit berisiko dengan pengawetnya.

Cara memasak pir untuk bayi
Ada beberapa cara sederhana untuk memasak buah pir untuk Mpasi bayi.

Kukus. Kupas pear, buang batang dan bagian dalamnya yang berpasir dan potong-potong. Letakan di kukusan dan masak sampai lunak.

Rebus. Kupas dan buang bagian biji pir, kemudian tempat ke dalam panci dengan sedikit air (secukupnya hanya untuk menutupi potongan pir). Rebus sampai empuk. Jangan merebus sampai campuran menyerupai pure, karena akan menjadi terlalu encer.

Panggang. Kupas dan buang biji pir, potong menjadi empat dan bungkus dalam aluminium foil. Panggang sampai empuk.

Microwave. Kupas dan buang biji pir, kemudian potong-potong. Tempatkan di piring yang aman microwave dan tambahkan sedikit air. Masak pada suhu tinggi sampai pir lembut.

Tuesday, March 19, 2013

Apel untuk Mpasi Bayi

Ini dia buah kesukaannya si Cuta. Apel. Apel adalah salah satu buah yang paling sempurna untuk digunakan dalam resep makanan bayi. Kenapa? Tentu saja karena kandungan gizinya, rasanya dan juga mudahnya proses penyiapannya. Tinggal kuliti lalu potong. Selesai dah!

Namun ternyata manfaat apel lebih dari pada itu. Berbagai manfaat apel bisa kita peroleh, bukan hanya bayi namun juga mommynya. Okeh, kita mulai dengan kandungan gizi pada apel.

Kandungan Gizi Apel
Gizi merupakan hal yang wajib dalam setiap makanan bayi. Walaupun bukan merupakan salah satu bahan makanan sehat untuk bayi versi majalah Parent dan juga menjadi bahan makanan yang paling terkontaminasi pestisida versi EWG, namun berkat kandungan gizinya, apel menjadi primadona bagi bayi-bayi. Yap, itulah apel.

Berbicara mengenai apel, salah satu komponen gizi yang bahwa buah ini mengandung dua jenis serat, serat larut dan serat larut. Kedua jenis serat ini menjaga keteraturan usus sehingga membantu mencegah divertikulosis dan kanker usus besar.

Serat larut melayani fungsi yang sangat berguna di kemudian hari karena mencegah penumpukan kolesterol pada lapisan dinding pembuluh darah.

•    Serat larut menyediakan  fungsi yang sangat berguna di kemudian hari karena mencegah penumpukan kolesterol pada lapisan dinding pembuluh darah.
•    Serat tidak larut mengatur buang air besar dengan menyediakan massal dalam saluran usus. Massal ini mengikat air, yang keduanya membersihkan sistem pencernaan dan bergerak cepat makanan bersama.

Selain serat, manfaat gizi apel juga banyak. Berbagai kandungan vitamin dan mineralnya ternyata mampu memenuhi kebutuhan bayi.

Nutrisi dalam Apel (satu apel ukuran menengah)

VITAMIN:
Vitamin A - 73 IU
Vitamin C - 9 mg
Folat (penting selama kehamilan) - 4 mcg
Vitamin E - .66 IU   

 Mineral:
Kalium - 158 mg
Kalsium - 9,5 mg
Fosfor - 9,5 mg
Magnesium - 7 mg
Selenium - .4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat besi, tembaga mangan, dan seng.

Manfaat Apel untuk Kesehatan
Kandungan gizi menunjukan manfaat yang bisa diperoleh. Studi manfaat kesehatan apel memang 'masih dalam tahap sangat awal. Penelitian sampai saat ini menunjukkan bahwa apel dan nutrisi apel mungkin memainkan peran dalam meningkatkan kesehatan manusia dalam beberapa cara.

Apel dapat membantu menjaga kesehatan yang baik dengan meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol LDL dan menghambat oksidasi LDL, dan mengurangi risiko beberapa jenis stroke, menjaga berat badan yang sehat, sebagai bagian dari diet rendah lemak, kaya serat, meningkatkan kesehatan paru-paru , dengan melawan efek dari kerusakan oksidatif, mempromosikan prostat, hati dan kesehatan usus besar, dengan menghambat pertumbuhan tumor kanker terkait, dan mempromosikan kesehatan tulang.

Selain itu apel juga membantu melindungi tubuh terhadap kanker tertentu, membantu mengendalikan kadar kolesterol, dapat mengurangi gejala asma dan mengurangi risiko diabetes. Selain itu apel juga bisa mencegah sembelit dan menjaga BAB bayi (meskipun harap dicatat ini berlaku untuk jus apel, saus apel sebenarnya dapat membuat sembelit semakin buruk karena mengandung pectin).


Untuk bayi, apel juga merupakan buah yang tepat. Beberapa alas an mengapa apel bagus untuk bayi adalah:
•    Apel dianggap salah satu makanan paling rendah resiko alergi
•    Apel mudah dicerna
•    Apel serbaguna dan memberi sentuhan yang bekerja dengan baik dalam resep manis
•    Buah ini bisa dipersiapkan dengan sangat cepat dan mudah
•    Tersedia sepanjang tahun di sebagian besar dunia
•    Bayi mencintai rasanya.

Apel bisa diberikan pada bayi dari umur yang sangat muda, sesuai petunjuk wholesomebabyfood.com, apel bisa diberikan mulai umur 4 bulan.

Mana yang terbaik untuk bayi, apel utuh atau jus apel?
Jus apel mengandung antioksidan pelindung kanker yang kurang dibanding apel utuh dan selain itu juga rendah serat makanan.

Untuk mendapatkan manfaat gizi yang maksimal dari apel utuh, lebih baik untuk mempersiapkan apel TANPA mengupasnya kalau memungkinkan (sekitar 2/3 dari serat dan anti-oksidan yang terkandung dalam kupasan yang terbuang).

Apel organik merupakan pilihan terbaik. Apel yang non-organik muncul di daftar Environmental Working Group tentang 'The Dirty Dozen' - buah-buahan dan sayuran yang paling sering terkontaminasi dengan pestisida. Untuk meminimalkan resiko pestisida tersebut, apel non organic harus dikupas, yang menghasilkan kerugian nutrisi yang signifikan.

Jika Anda memutuskan untuk memberikan bayi Anda jus apel, kemudian pilih jus yang lebih pekat dibandingkan yang bening/bersih karena kaya nutrisi.


Memilih dan menyiapkan apel untuk bayi Anda
Memilih apel tidak susah, carilah apel yang berwarna cerah dan hindari apel dengan kulit berkerut. Permukaan yang lembek juga merupakan ciri apel pernah berbenturan sehingga membuat daging buahnya berwarna merah. Pastikan permukaannya tanpa torehan atau memar.

Simpan apel dalam lemari es dan hanya potong ketika akan dimasak atau digunakan.

Cara memasak Mpasi dari apel bervariasi. Apel yang paling beraroma dan lezat ketika dipanggang. Apel juga bisa dikukus untuk mempertahankan sebagian besar nutrisinya. Kalau mau direbus, gunakan sedikit air untuk merebusnya. Apel mengandung banyak air dan akan nampak mendidih ketika dikukus atau direbus. Hal ini bagus karena tidak perlu menambahkan air kalau membuat saus apel untuk bayi.

Bagaimana Caranya Biar Potongan Apel tidak Berubah Warna Menjadi Coklat?

Ini memang hal yang lumrah untuk apel. Ketika mommy mengiris apel, dagingnya akan berubah warna menjadi coklat. Beberapa jenis apel berubah menjadi cokelat lebih cepat daripada yang lain. Yang paling cepat adalah Red Delicious sementara  apel Golden Delicious tetap putih lebih lama.

Apel berubah coklat, reaksi ini disebabkan oleh tereksposnya zat fenolik dalam daging apel pada oksigen di udara luar, sehingga mengkonversi zat ini menjadi melanin. Proses ini dapat menyebabkan kehilangan vitamin C .

Cara terbaik untuk mencegah apel menjadi cokelat ketika dipotong adalah dengan membatasi kontak dengan oksigen, bisa dengan merendamnya.

Mommy bisa merendam irisan apel dalam jus apel, jus nanas atau bahkan air biasa. Terkadang ada juga orang yang menggosok apel yang telah dipotong dengan jus lemon, atau menambahkan jus lemon ke air rendaman. Hal ini sangat efektif tetapi bisa mempengaruhi sedikit rasa apel yang menyebabkan beberapa bayi tidak menyukainya. Selain itu ada risiko kecil reaksi alergi terhadap jeruk pada bayi di bawah usia satu tahun.

Apel apa yang baik untuk makanan bayi
Ketika mempersiapkan apel untuk  resep makanan bayi, penting untuk menggunakan buah yang manis secara alami sehingga menghindari penambahan gula garam.

Lalu apel apa saja yang bagus itu? Ini beberapa apel favorit para mommy yang diambil dari www.homemade-baby-food-recipes.com.
•    Red Delicious
•    Golden Delicious
•    Braeburn
•    Honeycrisp
•    Gala
•    Empire
•    Roma
•    Fuji
Selain itu ada pula apel lokal yang enak sekali kalau dikukus seperti apel manalagi dan apel malang.
Apel juga menyatu sempurna dnegan sereal, sayur dan buah lainnya dna bahkan daging. Kalau saya sih seringnya menambahkan apel parut ke bubur gandum atau oat nya.

Apel Untuk finger food
Banyak yang memberikan apel mentah kepada bayinya sebagai finger food. Namun tidak semua bayi sanggup loh. Cuta saya sendiri hingga umur 13 bulan belum menerima sepenuhnya finger food apel mentah. Setipis apapun apel yang saya iris, kalau dimakan pasti akan membuatnya keselek dna muntah. Bayi yang belum punya gigi geraham kurang bisa mengunyah secara sempurna, jadi ya… potongan apel yang tertelat masih cukup besar.

Wednesday, February 27, 2013

Daftar Bahan Makanan yang Terkontaminasi Pestisida

Apakah makanan impor jauh lebih baik dibandingkan makanan lokal?

Hati-hati bagi mommy yang senang memberikan makanan impor buat babynya. Walaupun mungkin bahaya tidak hanya ada pada makanan impor, namun makanan yang datangnya dari luar negeri sono mengandung berbagai bahan kimiawi seperti pengawet, penguat rasa atau pestisida yang besar dan berbahaya. Saya sih tidak memungkiri kalau terkadang juga suka membelikan Cuta bahan makanan impor, maklum, pengaruh bacaan. Mommy pasti sudah tahu kalau apel yang datang dari luar negeri sono itu seringkali dilapisi lilin pada kulitnya, contohnya apel merah.

Nah, ternyata apel tidak hanya rawan dengan pengawet lilinnya yang berbahaya. Berdasarkan website Environmental Working Group atau yang lebih sering disebut dengan EWG, apel merupakan salah satu dari bahan makanan sehat yang terkontaminasi dengan pestisida.

EWG sendiri merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang penelitian mengenai kesehatan lingkungan dan juga advokasi. Organisasi ini memberikan pengawasan lingkungan bagi masyarakat Amerika sehingga mereka bisa membuat pilihan yang sehat dan lingkungan yang bersih.

Pada EWG shopper guide 2012, mereka memaparkan daftar makanan yang terkontaminasi dengan pestisida, 14 paling tinggi  dan 15 lainnya yang rendah dalam kontaminasi pestisida. Dan dari daftar tersebut, apel merupakan makanan yang memiliki kandungan residu pestisida terbesar.


Sebagai panduan buat mommy nih, berikut saya sharing 14 daftar makanan yang terkontaminasi pestisida dengan urutan pertama mengandung residu pestisida tertinggi.
  1. Apel
  2. Seledri
  3. Paprika Manis
  4. Persik/Peaches
  5. Stroberi
  6. Nektarin
  7. Anggur
  8. Bayam
  9. Selada
  10. Timun
  11. Blueberi
  12. Kentang
  13. kacang buncis
  14. Kale

Sementara bahan makanan dengan kandungan residu pestisida rendah diantaranya:
  1. Bawang
  2. Jagung Manis
  3. Nanas
  4. Alpukat
  5. Kubis/kol
  6. Kacang polong manis
  7. Asparagus
  8. Mangga
  9. Terong
  10. Kiwi
  11. Belewar/Cantaloupe
  12. Ubi jalar
  13. Jeruk Bali
  14. Semangka
  15. Jamur

Daftar ini memang berlaku bagi buah dan sayur yang ada di Amerika Serikat, tapi bukankah beberapa jenis bahan impor yang masuk ke Indonesia juga berasal dari negara itu?

Namun dengan adanya daftar diatas, bukan berarti kita harus menghindari buah dan sayur itu sama sekali. Disinilah bijaknya kita dalam memilih, jika memang budget memungkinkan membeli yang organic, itu lebih baik. Namun kalau tidak, ya harus diolah dengan sempurna. Untuk buah, bisa dengan dicuci lalu dikupas kulitnya. Kalau sayur, pencuciannya harus dilakukan sedemikian rupa dengan menggunakan sabun khusus sayur dan buah.

Omong-omong soal apel ya, Mommy, saya pribadi lebih suka beli apel lokal. Apel manalagi yang manis atau apel malang yang agak asem. Disamping juga pengawet luarnya lebih diminimalisir karena tidak perlu shipping jauh kek buah impor, harganya juga jauhhhhhh lebih murah. Bicara soal gizi, hehehe… tidak kalah sih.

Monday, February 25, 2013

Alpukat untuk Mpasi Bayi

Alpukat merupakan makanan bayi pertama yang kaya dengan omega 3 dan memiliki rasa yang ringan serta tekstur lembut. Maka itu tidak heran kalau alpukat menjadi pilihan Mpasi pertama bagi bayi. Selain itu, kandungan yang ada pada alpukat juga sangat bagus bagi bayi. Bayi memerlukan karbohidrat, lemak dan protein untuk pertumbuhan mereka, dan alpukat memberikan semuanya di awal-awal makanan padatnya.

Kandungan Gizi pada Alpukat
Untuk wanita dewasa, alpukat bisa jadi dihindari karena kandungan lemaknya. Namun untuk bayi, lemak masih sangat dibutuhkan. Alpukat mengandung berbagai nutrisi penting. Alpukat bebas sodium dan kolesterol. Seporsi alpukat bisa memenuhi kebutuhan 81 mikrogram lutein karotenoid dan 19 mikrogram beta karoten. Selain itu, ada juga sekitar 3.5 gram lemak tidak jenuh yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat serta otak bayi. Kandungan lemak yang tinggi masih bagus untuk bayi. Sebutir alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 322 kalori dan 30 gram lemak. Jadi jika bayi mommy kekurangan berat badan, alpukat adalah makanan kalori tinggi yang tepat untuk menaikan berat badan bayi.

Untuk lebih jelasnya, berikut kandungan gizi pada alpukat:



Nutrisi dalam Alpukat
VITAMIN: (satu cangkir bubur)
Vitamin A - 338 IU
Vitamin C - 20,2 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .3 mg
Niasin - 3,9 mg
Folat - 205 mg
Pantothenic Acid - 3,3 mg
Vitamin B6 - .6 mg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.  

MINERAL:
Kalium - 1166 mg
Fosfor - 124 mg
Magnesium - 67 mg
Kalsium - 30 mg
Sodium - 18 mg
Besi - 1,4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga mangan, dan seng.

Memilih Alpukat untuk Mpasi Bayi
di supermarket atau pasar terdapat banyak jenis alpukat. Namun jenis alpukat apa yang bagus untuk makanan bayi? Kalau dari milis banyak yang merekomendasikan alpukat mentega. Daging buahnya tebal dan bercita rasa manis. Namun tentunya kondisi buah ketika dipetik juga mempengaruhi. Kadang walau jenisnya alpukat mentega, namun jika dipetik sebelum matang akan mengakibatkan daging buahnya hambar tanpa rasa.

Warna bukanlah indikator penentu kematangan buah alpukat. Warna bisa bervariasi dari hijau ke ungu gelap. Pilihlah yang kulitnya mulus, jangan yang memiliki bercak karena biasa yang kulitnya ada bercaknya seratnya banyak. Untuk mengetahui alpukat itu matang atau tidak, tinggal dikocok, kalau berbunyi berarti alpukat sudah tua dan akan cepat matang. Tips memilih alpukat yang bagus bisa mommy lihat di websitenya Mpasi Rumahan. Diwebsite itu juga ada tips mematangkan alpukat, plus satu cara baru dari mommy yaitu dengan meletakannya di dekat pisang.

Pertanyaan lain yang sering diajukan seputar alpukat sih bagaimana cara agar alpukat yang sudah dibelah tidak berwarna kecokelatan. Alpukat dengan ukuran besar pasti tidak habis dimakan oleh bayi. Seringkali mommy harus menyimpan sisa alpukat, karena kalau dibuang sayang sekali.

Dari milis, saya ada baca beberapa tips agar alpukat tidak berubah cokelat setelah dibelah:
1.    Belahan alpukat itu di lumuri dengan air jeruk nipis.
2.    Sisa alpukat disimpan di plastic kedap udara lengkap dengan bijinya, sehingga tidak bersentuhan dengan udara.
3.    yang ini cara saya sendiri, saya potong alpukat sesuai dengan kebutuhan. Alpukat tidak saya belah dua, melainkan dipotong sesuai kebutuhan. Jadi bijinya tidak keluar dan daging buah dalamnya masih tetap bersentuhan dengan biji, bukan udara terbuka. Setelah itu, sisa saya masukin plastic kiloan dan masuk kulkas.

Plus satu lagi, jangan pernah menaruh alpukat yang belum matang di kulkas, bisa jadi es dan tidak matang-matang nanti. 


Membuat Puree Alpukat
Membuat puree alpukat sangatlah gampang. Mommy tidak perlu blender atau peralatan lain, cukup dengan sendok saja. Alpukat tidak perlu dimasak, setelah dikerok, mommy bisa menghaluskan alpukat dengan punggung sendok, lalu dicampur ASI atau Sufor untuk mengencerkan bagi bayi yang baru belajar makan. Tinggal suap deh.

Membuat puree alpukat ini sangat mudah dan simple, jadi tidak butuh waktu lama. Puree alpukat fresh tentu lebih enak dibandingkan yang sudah dibekukan. Jadi jangan menyimpan puree alpukat dalam jangka waktu lama, karena bisa menjadi kecokelatan.

Tuesday, February 12, 2013

Bahan Makanan Sehat untuk Mpasi Bayi

Bayi tidak bisa makan banyak karena perut mereka yang masih kecil. Namun nutrisi yang mereka butuhkan jauh lebih besar dari kita (kayak iklan susu aja ya hihihiih). Tetapi memang benar loh, perut kecil mereka hanya bisa menampung sedikit makanan, namun karena kebutuhan nutrisinya besar, makanya kita harus memastikan bahwa makanan yang sedikit itu harus mengandung banyak nutrisi yang mereka butuhkan.

Diambil dari majalah Parent, ini ada loh panduan bagi mommy untuk mempersiapkan daftar makanan sehat apa saja yang bagus untuk Mpasi bayi. Mau tahu apa-apa saja yang ada dalam daftar tersebut?Ini dia berbagai bahan makanan sehat terbaik untuk bayi. Tenang, mommy! Banyak diantaranya sudah kita kenal kok.

Pisang
Bahan makanan yang sudah sangat umum. Bahkan para orang tua kita dulu (lebih jauh ke orang tua jaman dulu) sudah mengenal pisang dan menjadikan pisang sebagai makanan pendamping ASI yang pertama. Pisang penuh karbohidrat yang menyediakan energi  serta serat untuk mendukung sistem pencernaan yang sehat. Pisang juga bisa disebut dengan makanan bayi portable yang sempurna, karena pisang hadir dengan kemasan sendiri dan sangat mudah untuk dikupas sehingga dijamin higienis dan bersih.

Saat menyajikan pisang, pastikan buahnya sudah benar matang dan lembut. Bayi yang lebih tua juga bisa makan pisang sebagai finger food namun tetap harus sudah dalam keadaan matang sehingga mudah dikunyah.

Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan sumber potasium yang baik, vitamin C, serat, dan sumber beta karoten yang sangat baik. Beta karoten adalah antioksidan yang membantu mencegah beberapa jenis kanker dan radikal bebas. Kebanyakan bayi lebih menyukai ubi jalar dibandingkan sayuran lain karena rasa alaminya yang manis. Ketika dimasak dan matang, ubi jalar bisa dijadikan puree yang mudah dimakan, bahkan untuk bayi yang baru mulai transisi ke makanan padat. Ubi jalar bisa dijadikan puree, baca resepnya di cara membuat puree ubi jalar.

Alpukat
Di luar negeri sana, alpukat kadang-kadang dianggap sebagai sayuran, tetapi sebenarnya adalah buah. Buah ini mengandung lebih banyak nutrisi daripada makanan lain dalam kelompok kerabatnya. Alpukat memiliki kandungan protein tertinggi dibandingkan buah apapun dan kaya lemak tak jenuh tunggal - jenis lemak yang "baik" untuk membantu mencegah penyakit jantung.

Pastikan hanya menyajikan alpukat matang. Karena tinggi lemak, alpukat bisa membuat bayi merasa kenyang lebih cepat, jadi sebaiknya berikan dalam porsi yang sedikit disamping makanan lain seperti daging atau ayam.

Telur
Telur dikemas dengan seribu kebaikan. Putih telur penuh dengan protein dan kuning telur memberikan tambahan seng, vitamin A, D, E, dan B12. Kuning telur juga memiliki kolin, dimana penelitian menunjukkan bahwa zat ini sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan otak. Secara tradisional, dokter anak telah menyarankan orang tua untuk tidak memberikan telur - terutama putih telur - sampai umur 9 -10 bulan pertama karena potensi reaksi alerginya yang besar. Tapi belakangan saran tersebut berubah, dan beberapa ahli percaya bahwa telur hanya harus ditunda bagi bayi yang keluarganya memiliki riwayat alergi. Baca artikel mengenalkan kuning telur ke Mpasi bayi.

Wortel
Wortel memiliki sejumlah besar antioksidan beta-karoten, suatu zat yang memberikan warna oranye pada daging sekaligus kulitnya. Beta-karoten akan dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh dan berperan dalam pertumbuhan dan kesehatan mata.

Memasak wortel membawa bisa mengeluarkan rasa manis alaminya dan membuat bahan makanan ini sangat menarik bagi bayi yang suka rasa manis. Untuk membuat puree wortel, mommy bisa langsung ke link cara membuat puree wortel.

Yogurt
Yogurt memberikan bayi berbagai zat seperti kalsium, protein, dan fosfor, yang penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi. Yogurt juga memiliki probiotik, tipe bakteri baik yang membantu pencernaan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Bayi memerlukan lemak dalam makanan mereka, sehingga pilihlah varietas whole-milk yogurt dibandingkan varietas lain seperti yogurt rendah lemak atau bebas lemak. Hindari dahulu yogurt dengan rasa yang tinggi gula. Jika ingin menambahkan rasa, mommy bisa aduk dalam pure buah kecil. Bayi kurang dari satu tahun mungkin memiliki reaksi terhadap protein susu yoghurt, sehingga konsultasi dengan dokter sangat diperlukan.

Sereal Bayi
Diperkaya zat besi, sereal bayi memberikan bayi Anda zat besi yang dia butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan . Bayi dilahirkan dengan pasokan zat besi yang cukup namun mulai kekurangan di umur sekitar 5-6 bulan. ASI tidak cukup mengandung zat besi, sehingga makanan kaya zat besi sangatlah penting.

Ketikaa bayi sudah mulai Mpasi, maka direkomendasikan sereal beras yang diperkaya zat besi sebagai makanan pertama untuk bayi. Beras merupakan biji-bijian dengan resiko alergi yang lebih kecil dibandingkan biji lain seperti gandum.

Keju
Keju merupakan sumber protein yang baik dan kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Keju juga mengandung riboflavin (vitamin B2) dalam dosis yang sehat, yang membantu mengubah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi. Keju Swiss khususnya memiliki rasa sedikit manis yang menarik bagi bayi. Karena keju bisa menyebabkan bayi tersedak, sebaiknya mommy memotong bahan makanan ini menjadi potongan dadu kecil. Bagi bayi yang lebih tua, bisa juga kok diberikan sebagai finger food.

Ayam
Ayam dikemas dengan protein dan merupakan sumber vitamin B6, yang digunakan untuk membantu badan untuk mengesktrak energi dari makanan. Sangat penting bagi  bayi agar mulai teratur mengonsumsi makanan yang mengandung protein dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan yang cepat. Jika bayi Anda tidak suka rasa ayam sendiri, mommy bisa mencampurnya dengan buah kesukaannya atau sayuran.

Buah jeruk
Buah jeruk, termasuk jeruk, lemon, dan grapefruits, merupakan sumber yang baik dari vitamin C, yang membantu membuat kolagen yang ditemukan dalam otot, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Vitamin C juga membantu menyembuhkan luka dan dengan penyerapan zat besi dari makanan lain. Buah jeruk juga memiliki kalium, mineral yang membantu kontrak otot dan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh yang sehat. Jeruk memang kadang terlalu asam untuk bayi usia muda, sehingga sebaiknya menunda hingga umur 6 bulan dan memilih jeruk yang bercita rasa manis tanpa asam.

Daging Merah
Daging merah memberikan bentuk zat besi yang mudah diserap oleh tubuh bayi. Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke sel-sel seluruh tubuh dan penting untuk perkembangan otak. Sayangnya, kekurangan zat besi - yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan masalah belajar dan perilaku - adalah salah satu kekurangan gizi yang paling umum pada anak-anak. Itulah mengapa penting untuk memastikan bayi Anda mendapat zat besi, dari daging merah dan sumber-sumber lainnya dalam makanannya.

Butternut Squash
Butternut squash menarik bagi bayi karena rasa alaminya yang manis. Di Indonesia, makanan ini hadir dalam bentuk kabocha dan juga labu parang. Bahan makanan ini adalah sumber antioksidan beta-karoten dan juga memiliki vitamin C, kalium, serat, folat, vitamin B-, dan bahkan beberapa asam lemak omega-3.
Sangat mudah untuk mengolahnya. Mommy hanya perlu mengukus atau merebusnya, lalu puree sampai halus.

Ikan
Ikan merupakan sumber protein yang baik yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan . Ikan berlemak, seperti salmon, menyediakan vitamin larut lemak serta lemak esensial, seperti DHA yang memberikan dukungan pada otak, perkembangan mata dan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ikan dapat menyebabkan reaksi alergi, sehingga konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sangat dibutuhkan. Namun American Heart Association merekomendasikan bahwa orang tua sebaiknya hanya menyajikan ikan rendah merkuri hingga dua kali seminggu, untuk mengurangi dampak merkuri dan juga mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh mereka.

Tomat
Tomat kaya akan lycopene, pigmen merah pada tomat yang bertindak sebagai antioksidan untuk membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Lycopene dapat diserap lebih efisien oleh tubuh jika tomat telah dimasak dengan lemak. Jadi mommy sebaiknya membuat saus tomat untuk pasta dengan memasak tomat dengan sedikit minyak zaitun. Haluskan sampai halus untuk bayi yang masih muda. Saus buatan sendiri jauh lebih rendah gula dan garam daripada saus yang dibeli di pasar.

Kacang polong
Kacang polong penuh dengan vitamin K, nutrisi yang bekerja bersama kalsium untuk membantu membangun tulang yang sehat. Kacang polong juga merupakan sumber antioksidan vitamin A dan C, serta asam folat dan vitamin B. Manfaat lebihnya, menambahkan kacang ke piring bayi juga bisa meningkatkan asupan serat bagi pencernaannya.

Brokoli
Brokoli adalah salah satu makanan super Mpasi karena merupakan sumber vitamin C dan juga mengandung beta-karoten, asam folat, zat besi, kalium, dan serat. Memasak brokoli dengan direbus bisa memotong kadar vitamin C hingga setengahnya, jadi cara memasak terbaik adalah dikukus. Jika bayi tidak tertarik pada rasa brokoli, bisa kok dicampur dengan sayur manis seperti kentang manis atau butternut squash.

Pasta
Pasta penuh karbohidrat, yang dipecah untuk memasok energi bagi tubuh. Dengan rasa ringan dan berbagai bentuk menyenangkan, pasta seperti macaroni sangat menarik bagi anak-anak dari segala usia. Sebagian besar pasta diperkaya dengan vitamin dan mineral, seperti asam folat, zat besi, dan vitamin B-. Multigrain dan pasta gandum juga menyediakan serat, tapi teksturnya mungkin terlalu kuat untuk bayi yang lebih muda. Pasta dalam bentuk kecil yang dimasak sampai lunak sangat cocok untuk finger food.


Thursday, February 7, 2013

Brokoli untuk Mpasi dan Cara Pengolahannya

Brokoli sehat dan mengenyangkan, selain itu sayur ini juga tinggi akan vitamin A dan K. Namun, brokoli bukanlah pilihan sayur pertama buat Mpasi. Selain menyebabkan gas, brokoli seperti asparagus, sayuran yang penuh serat ini akan terlalu kasar pada sistem pencernaan bayi yang masih muda, jadi tunggu sampai bayi sedikit lebih tua sebelum memperkenalkan brokoli pada makanannya. Seperti wortel, baiknya sih brokoli tersebut diberikan pada bayi mulai umur 8 bulan, namun jika bayi punya masalah pencernaan, baiknya ditunda dan konsultasikan ke dokter.

Manfaat Gizi pada Brokoli untuk Bayi
Brokoli sangat tinggi vitamin C dan merupakan sumber serat larut terbesar. Hal ini membuat brokoli begitu berharga untuk ditambahankan ke dalam resep makanan bayi. Serat larut adalah serat yang membantu melonggarkan perut karena mengalami perubahan bentuk saat melewati saluran pencernaan. Namun serat larut yang berlebihan dalam makanan juga dapat menyebabkan diare.

Kandungan gizi pada brokoli:
Brokoli: (1 cup - dikukus)
VITAMIN:
Vitamin A - 2415 iu
Vitamin C - 101,2 mg
Niacin - .86 mg
Folat - 168 mcg
Vitamin E - 2,26 mg

Vitamin K - 220 mg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.
Mineral:
Kalium - 457 mg
Fosfor - 105 mg
Magnesium - 33 mg
Kalsium - 62 mg
Sodium - 64 mg
Selenium - 5,7 mg
Besi - 5,5 mg
Mengandung seng, mangan dan lain-lain

Memilih Brokoli
Apakah perlu membeli brokoli organik? Ternyata brokoli bukanlah salah satu dari selusin makanan yang terkontaminasi oleh pestisida. Namun jika mommy hendak memilih yang organic, tentu itu lebih bagus.
Point utama yang harus diperhatikan saat memilih brokoli adalah kuntum dengan warna seragam. Warna bisa berkisar dari hijau tua atau ungu kehijauan. Pastikan kuntum tidak berwarna keabuan atau berjamur, tidak ada bunga yang berwarna kekuningan yang menyelip. Selalu simpan brokoli segar dalam kantong plastic terbuka di kulkas. Bahan makanan yang satu ini bisa tahan hingga 4 hari di dalam kulkas.

Persiapan Memasak Brokoli
Bagian terbaik yang dipakai dari brokoli adalah kuntumnya. Namun, Brokoli terkadang menyembunyikan ulat diantara kuntumnya. Untuk mensiasatinya, potong kuntum brokoli kecil-kecil, lalu rendam sebentar dengan air garam. Ulat brokoli akan terlepas dengan sendirinya, setelah itu brokoli dicuci bersih kembali dengan menggunakan air.

Memasak Brokoli
Cara memasak brokoli yang tepat adalah dengan cara dikukus atau direbus. Merebus sayuran biasanya akan meninggalkan warna kehijauan pada air rebusan, karena itu, kukus merupakan metode masak yang tepat untuk brokoli serta sayuran lainnya. Memasak brokoli dengan microwave tidak dianjurkan, karena beberapa studi menunjukan bahwa brokoli akan kehilangan beberapa nutrisi jika dimasak dengan microwave.

Membuat Puree Brokoli
Brokoli yang sudah matang bisa langsung disaring dengan menggunakan saringan kawat. Jika mommy mau yang praktis, bisa juga menggunakan blender. Namun puree brokoli tunggal biasanya agak pahit, jadi mommy bisa menambahkan bahan lain seperti susu, ASI atau air jeruk baby sebagai penawar rasa.

sumber: wholesomebabyfood, parent.com, milis Mpasi Rumahan

Tuesday, February 5, 2013

Kaldu untuk Mpasi dan Cara Penyimpanannya

Kaldu bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia masak-memasak, bukan hanya memasak Mpasi namun juga makanan orang dewasa. Khusus untuk Mpasi, kaldu bisa memberi nilai gizi tersendiri pada makanan bayi dibandingkan dengan air biasa. Selain itu, dengan kaldu mommy bisa mengenalkan rasa gurih secara alami buat bayi.

Kaldu sendiri adalah  sari dari tulang, daging atau sayuran yang direbus untuk mendapat sari dari bahan tersebut. Berbagai jenis bahan yang biasa digunakan untuk kaldu adalah ayam, sapi, ikan ataupun udang.

Beberapa mommy di milis sering menanyakan bagaimana cara membuat kaldu untuk Mpasi. Mengenai cara membuat kaldu, mommy bisa lihat di bagian resep masakan bayi, rasanya saya ada sharing beberapa resep kaldu yang saya dapat dari milis. Atau untuk lebih lengkapnya, mommy bisa lihat berbagai variasi kaldi di file milis. Bisa langsung download di file milis.

Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kaldu itu disimpan. Mommy pasti sering membuat kaldu dalam jumlah banyak dan tidak habis dipakai dalam sekali masak. Menyimpan di kulkas bawah/ chiller tentu tidak bisa bertahan lama, apalagi jumlah kaldu yang dibuat lumayan banyak dan bisa dipakai untuk stock seminggu. Lalu bagaimana cara menyimpan kaldu biar tahan lama?

Dari milis, saya menemukan cara menyimpan kaldu untuk Mpasi. Kaldu yang sudah matang bisa mommy dinginkan terlebih dahulu, setelah itu saring. Biar tahan lama, kaldu bisa disimpan di freezer, menggunakan cetakan es batu yang besar. Tutup dengan clingwarp. Atau jika punya cetakan/wadah yang bertutup, itu lebih baik karena menghindarkan kontaminasi kaldu dengan udara atau bahan makanan lainnya. bekukan kaldu tadi di freezer dan ambil secukupnya untuk dimasak.

Ketika hendak dimasak, kaldu yang sudah beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu. Ada yang bilang, proses mencairkan ini harus secara bertahap, yaitu ditaruh di chiller/kulkas bawah terlebih dahulu hingga mencair. Namun bagi kondisi darurat, banyak juga yang langsung nyemplungin kaldu beku itu ke masakan.

Nah, masalahnya adalah melepaskan kaldu yang sudah beku dari cetakan es atau ice tray. Saya sering kesulitan, karena kaldu sangat berbeda dengan air biasa. Jika es dari air, sedikit dipukul-pukul saja sudah berjatuhan dari ice tray, namun berbeda halnya dengan kaldu. Kaldu beku sangat lengket pada ice tray, sehingga untuk mengakalinya, kadan bagian bawah ice tray saya rendam air hangat terlebih dahulu selama beberapa menit, lalu dipukul-pukul terbalik. Sayangnya, proses ini ribet, karena pencairan paksa terhadap semua kaldu bisa mengurangi kualitas kaldu. Bisa jadi rusak, atau gizinya berkurang karena kaldu yang bagian bawahnya cair namun tidak terpakai, jika dibekukan lagi secara berulang-ulang.



Solusinya banyak mommy yang menggunakan baby cube. Nah apa itu? Saya sendiri tidak punya, namun fungsinya memang sama dengan ice cube, namun ada tutupnya. Seain itu, baby cube mempunyai ukuran mililiter, sehingga bisa dipas per porsi makan anak. Baby cube ini tidak seperti ice tray, bisa dilepas-lepas per cube, sehingga tidak perlu dikeluarkan semuanya dari freezer.

Sebenarnya ice tray ada juga yang dilengkapi tutup tersendiri, tapi biasanya satu tray cube-nya banyak, agak berlebih utk 1x makan. jadi pas beku perlu dipindahin ke plastik atau wadah tersendiri.

Nah, karena perbedaan manfaat ini, harga baby cube juga lebih mahal. Jadi bagi mommy yang irit, bisa tetap manfaatkan ice tray, namun diakali. Ada beberapa cara yang digunakan oleh mommy di milis, diantaranya: Kaldu yang sudah dibekukan dengan ice tray dilepaskan (silahkan berkreasi dengan cara sendiri hihihhi) lalu disimpan per porsi dalam kotak bertutup. Selain kotak, bisa juga mascuk ke plastic yang ada klipnya. Setelah itu, simpan lagi di freezer. Waktu hendak mencairkan dipindah ke mangkok stainless. Kaldu yang sudah dicairkan sebaiknya langsung dipakai.

Alternative lain biar tidak menggunakan ice tray, bisa menggunakan plastik es mambo panjang. Namun hati-hati, tunggulah kaldu biar dingin sebelum memasukannya ke plastic. Menyimpan kaldu dengan plastic es mambo ini tentunya lebih mudah dibandingkan ice tray terutama, ketika menggambil cukup dipatahkan dan sedikit ditekan.

Bagi yang ingin simple, ada juga kok ice cube dari silicon, jadi tidak susah waktu melepaskan kaldunya. Cuman itu,  peralatan seperti ini tidak tersedia di semua kota.

Kaldu itu sendiri katanya bisa tahan 3 bulan kalau di freezer dan tahan 1 minggu di kulkas bawah. Namun tetap saja, kita harus rajin-rajin periksa kondisi kaldu. Jika terjadi perubahan warna dan aroma, mendingan kaldu dibuang saja, daripada anak jadi diare, gawat.

Selain itu, penambahan kaldu pada masakan lebih baik pada tahap akhir, menjelang makanan matang. Kaldu tidak dianjurkan untuk dimasak kembali, karena kandungan gizinya bisa berkurang. Sehingga ketika menambahkan pada masakan, hindarkan memasak kaldu secara berlebihan. 

Demikian ya mommy, kurang lebihnya mohon dimaafkan. hehehehhe


Tuesday, January 22, 2013

Berbagai Kecap Non MSG buat Mpasi Bayi

Dari judulnya, pasti mommy berpikir "Masak iya ada kecap tanpa MSG?"
Memang, kalau kita bertemu sebuah produk pabrikan yang dikemas dan tahan lama pasti identik dengan MSG dan pengawet. Tidak bisa dipungkiri sih, apalagi kalau sebuah produk digemari dan punya rasa enak, kita pasti berpikir bahwa produk tersebut mendapat penambahan penguat rasa dengan berbagai istilah latin seperti monosodium glutamat, natrium glutamat dan lainnya.

Lalu, bagaimana dengan kecap?
Banyak mommy yang menanyakan tentang kecap ini di milis. Kecap bisa diberikan mulai umur 1 tahun. Memang bukanlah bahan makanan esensial dalam Mpasi. Penggunaannya bisa diskip atau digantikan dengan bahan lainnya. Tetapi sesekali, banyak mommy yang ingin menggunakan kecap sebagai variasi rasa, terutama untuk masakan-masakan berbahan kecap seperti semur dan nasi goreng.

Lalu kalau kasus sudah begini bagaimana?Pilihannya ya kecap non MSG. Lalu merk kecap yang baik untuk Mpasi apa?

Dari obrolan-obrolan yang saya baca di milis, ada satu merk kecap yang tidak menggunakan MSG. Saya sudah terbiasa sebut merk di blog ini, jadi ya langsung aja deh. Banyak mommy yang rekomendasi merk Bango, alasannya karena di labelnya tidak terdapat bahan MSG. Selain itu, ada juga mommy yang mengaku pernah kerja praktek di pabriknya dan melihat langsung pembuatan kecap yang tanpa MSG dan pengawet. Selain itu, ada juga yang menyarankan kecap Black Gold dari ABC.

Merk lain yang sering disebut adalah kecap cap Sapi. Merk ini masih awam di telinga kita. Belum pernah dilihat di supermarket atau di televisi. Heheheh... wajar Mommy, ternyata kecap ini hanya ada di Bandung. Untuk mommy di Bandung, kecap ini bisa diperoleh di supermarket Yogya Riau, Setiabudhi, Tiara, toko kelontong dan pasar-pasar tradisional.

Selain itu, ada pula kecap organik. Ada yang bilang kalau kecap organik lebih baik dibandingkan kecap pabrikan. Cuman ya itu, harganya lebih mahal. Beberapa merk yang sering dipakai yaitu kecap organik cap 3 Mawar.

Berbagai merk diatas bisa mommy coba. Namun ada tips lain nih soal memilih kecap. Kecap selain msg komposisi lain yg harus diperhatikan adalah
  •  Ada atau tidak bahan pengawetnya?
  • Kecap asli yang alami cenderung lebih encer tidak kental. Kalo ternyata kental berarti ada tambahan sesuatu yg bikin dia kental. 
  • Gula yang digunakan, kalo kecap yang alami seharusnya memakai gula merah/aren. Bukan gula pasir / gula buatan.
Lalu bagaimana dengan saos Tiram?
Ada juga nih merk saus tiram tanpa MSG yang direkomendasikan, yaitu merk Lee Kum Lee, namun jenis ini ada 2, MSG dan non Msg. Tang tanpa MSG ada gambar kakek-kakek pakai topi, jadi jangan sampai salah ya.

Selain itu, ada stau hal yang perlu mommy lakukan untuk membeli produk kemasan, apapun jenisnya, biasakan untuk membaca label komposisi bahan. Biasakan diri untuk berkenalan dengan istilah-istilah latin yang digunakan untuk menggantik Monosodium Glutamat alias MSG. Beberapa produk memang terang-terangan mencantumkan nama Penguat Rasa, beberapa produk lain menggantinya dengan nama latin lain.    

Monday, January 21, 2013

Mengenalkan Kuning Telur ke Bayi Mpasi

Telur merupakan bahan makanan Mpasi yang mengandung protein tinggi sehingga bagus untuk bayi. Kandungan protein ini sendiri yang pada akhirnya memicu alergi pada anak, yaitu kandungan ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin. Pada penderita alergi ringan, efek alergi dari protein tersebut bisa dilenyapkan dengan cara dimasak. Namun, pada penderita alergi berat, usaha memasak tidak berpengaruh dalam melenyapkan gejala alergi.

Alergi juga sering dialami oleh bayi karena sistem pencernaanya yang belum optimal. Maka untuk itu, idealnya kuning telur diberikan pada bayi umur 9 bulan untuk memperkecil resiko alergi.

Nah, keluhan yang sering dialami mommy yang mengenalkan kuning telur adalah bau amis yang menyengat, terutama jika ditambahkan langsung pada bubur. Tips untuk mengurangi bau amis kuning telur saat membuat bubur bayi adalah telur direbus tersendiri. Setelah matang, baru kuning telurnya diambil, disaring dan ditambahkan pada bubur.

Jika masih juga bau amis, ada tips khusus dari mommy di milis, yaitu dengan menumis bawang putih parut dengan menggunakan unsaltted butter, lalu masukan ke buburnya. Aduk rata, baru kemudian tambahkan rebusan telurnya. Boleh tambah parutan keju di atasnya.

Selamat mencoba, mommy ^ ^



Wednesday, January 2, 2013

Serba-serbi Tahu untuk Mpasi

Salah satu sumber protein bagi bayi adalah tahu. Salah satu menu wajib si Cuta sepanjang Mpasinya sekarang. Umur yang diperbolehkan untuk Tahu bagi bayi sih sekitar 7 bulan berbarengan dengan dicabutnya warning pembelian tempe. Merk Tahu yang sering dimakan Cuta sih tahu Kong Kee yang denger-denger memang bebas garam.

Idealnya, tahu yang dijual di pasaran sudah matang karena proses pembuatannya memerlukan perebusan. Di milis banyak disarankan agar sebelum diolah, tahu dikukus terlebih dahulu. Padahal sebenarnya tidak perlu loh, Mommy. Tahu dikukus dahulu agar bisa tahan lama kalau ditaruh di kulkas.

Hanya saja, khusus untuk tahu yang dijual di pasar memang agak rentan sterilnya karena kadang dijual dalam keadaan wadah terbuka sehingga dihinggapi debu atau penjualnya saat mengemas tidak mencuci tangan dengan baik. Sehingga pantang rasanya memberikan tahu yang baru dibeli langsung pada bayi.

Pemberian tahu kepada bayi itu aman asalkan dimasak terlebih dahulu. Mommy bisa kok langsung nyemplungin tahunya ke bubur atau dikukus bersamaan dengan ngukus sayuran.


Nah, untuk jenis tahu apa saja sih yang boleh diberikan pada bayi?
Tentu saja segala jenis tahu yang mommy yakinin bersih dari bahan pengawet seperti formalin. Untuk tahu-tahu yang ada dipasaran, jika memang mommy tidak yakin, lebih baik jangan. Banyak mommy yang merasa lebih aman saat membeli tahu di supermarket, karena memang untuk toko besar seperti supermarket sudah mempunyai standar untuk para supllier mereka. Selain itu, supermarket juga lebih memperhatikan label makanan dari BPOM, walaupun ya kadang ada juga supermarket yang nakal.

Untuk berbagai makanan olahan tahu, banyak kok. Beberapa jenisnya bisa dilihat di resep tahu ya mommy. 

Segitu dulu ya mommy, selamat memilih dan mengolah tahu. 


Tuesday, January 1, 2013

Pilihan Tepung Terigu Buat Mpasi Bayi

Yap, ini satu lagi tips yang saya dapat dari milis, berguna banget terutama hendak membuat pilihan cemilan kue atau yang lain buat bayi. Tepung terigu merupakan salah satu jenis tepung yang berasal dari gandum, jadi berdasarkan aturan ilmu Mpasi sudah bisa diberikan bagi bayi usia 6 bulan. namun ya mommy, kebanyakan mommy di milis memberikan tepung terigu kepada bayinya mulai usia 8 bulan ke atas, yaitu untuk membuat kue.

Beberapa pilihan tepung terigu ada dipasaran. Namun berbeda merk, ternyata mempunyai kandungan protein yang rendah. Jika mommy hendak membuat kue untuk Mpasi, pasti sering menemukan bahan resep tepung terigu protein tinggi, protein rendah atau protein sedang. Nah loooo, apa pula itu?

Setelah saya brosing, nemu juga nih akhirnya mengenai artikel tersebut:

Berbagai macam tepung terigu:

Terigu protein tinggi (hard flour) mengandung 14% protein, digunakan untuk membuat roti, donat dan mi. contohnya antara lain terigu merk cakra kembar, kereta kencana, dll.

Terigu protein sedang (medium flour)
mengandung 13% protein, digunakan untuk berbagai macam makanan (all purpose). Contohnya antara lain terigu merk Segitiga Biru, Gunung Bromo, dll.

Terigu protein rendah (soft flour) mengandung 10,5%-11,5% protein, digunakan untuk kue-kue yang lembut dan renyah, seperti spong cake dan cookies/biscuit. Contohnya terigu merk Kunci Biru, Lencana Merah, Kunci Mas, Zirkon dll

Elemen lain yang juga membedakan pemakaian tepung terigu ini adalah pada kandungan glutennya. Tepung terigu protein tinggi mengandung gluten tinggi dan membuat adonan lebih kenyal dan elastis.

Sunday, December 16, 2012

Makanan Sumber Zat Besi

 Zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, bahkan oleh bayi sekalipun. Bayi yang sudah mulai Mpasi bisa dengan mudah mendapatkan asupan zat besi. Beberapa bahan makanan berikut bisa menyediakan zat besi yang cukup bagi mereka. Berikut makanan berbagai sumber zat besi :



-Daging sapi dalam berbagai bentuk
-Daging ayam
-Kuning Telur
-Ikan salmon
-Ikan tuna
-Udang
-Kacang almond
-Kacang merah
-Jenis kacang-kacangan lain
-Beras merah
-Kedelai
-Tahu
-Bayam/sayur warna hijau
-Buah prem
-Hati


Zat besi juga mempercepat proses mpenyerapan vitamin dalam usus, namun saya juga pernah baca di milis kalau kelebihan zat besi juga bisa menyebabkan sembelit.

Wednesday, December 5, 2012

Serba-serbi Ubi Jalar dan Resep Puree Ubi Jalar (6 Month + )

Ubi jalar kaya akan beta karoten. Rasanya yang manis tapi ringan dijamin menjadi favorit bagi bayi. Ubi jalar juga bisa dicampur dengan berbagai sauran lain, buah ataupun dagin. Umbi ini tersedia sepanjang tahun sehingga mudah didapat dan harganya juga terjangkau.

Memilih Ubi Jalar
Carilah ubi jalar yang keras, tidak retak atau berbintik keras (pilih yang berbintik lembut). Satu ubi jalar ukuran menengah bisa menghasilkan sekitar 5 ons puree ubi jalar.

Bilas ubi jalar dalam air dingin. Gosok kulit dengan sikat sayuran kecil untuk menghilangkan kotoran. Bilas lagi, lalu kupas dengan pengupas sayuran. Potong ukuran dadu kecil.

Didihkan air dalam panci sedang. Kurangi panas dengan mengecilkan kompor sehingga didihan air tinggal gelembung lembut dan masak potongan ubi jalar sampai empuk (sekitar 15 menit). Tiriskan kentang manis dan bilas dengan air dingin selama tiga menit untuk menghentikan proses memasak.

Haluskan ubi yang sudah dimasak dengan food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai konsistensi yang diinginkan. Setelah bayi siap untuk finger food, mommy bisa memberikannya dalam bentuk potongan kecil.

Puree ubi jalar  dingin yang disimpan di kulkas dengan wadah BPA tahan sampai sampai 3 hari. Puree ubi jalar beku bisa tahan sampai 3 bulan. Cairkan semalaman di kulkas bawah sebelum penyajian.


Tuesday, December 4, 2012

Serba-serbi Wortel dan resep Puree Wortel (8 month+)

Beta karoten banyak terdapat pada wortel, merupakan tambahan bergizi untuk makanan bayi yang sedang Mpasi. Diambil dari parent.com, berikut langkah demi langkah dalam penyiapan dan membuat puree wortel.

Memilih dan membeli wortel
Wortel merupakan sayuran yang sangat serbaguna, setelah bayi lulus 4dr untuk puree wortel tunggal, mommy dapat mencampur wortel dengan berbagai buah-buahan, sayuran lainnya, dan daging. Carilah wortel dengan permukaan luar halus dan warna oranye yang segar. Wortel ukuran sedang bisa menghasilkan sekitar tiga ons puree. Wortel kaya akan nitrat, sehingga lebih dianjurkan untuk diberikan pada umur 8 bulan.

Cuci dan Kupas Wortel
Bilas wortel dalam air dingin dan kupas dengan pengupas sayuran. Potong menjadi
potongan-potongan kecil.

Memasak Wortel
Didihkan air dalam panci sedang. Kecilkan kompor untuk mengurangi panas (air bergelembung lembut) dan masak wortel sampai lunak (sekitar 10 sampai 15 menit). Tiriskan wortel dan bilas dengan air dingin selama tiga menit untuk menghentikan proses memasak.

Haluskan Wortel
Haluskan wortel yang sudah dimasak dalam food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai konsistensi yang diinginkan. Setelah bayi Mommy siap
untuk finger food, mommy bisa memberikannya wortel yang telah dimasak dan dipotong-potong kecil.

Penyajian Wortel
Lezat disajikan sebagai puree tunggal, namun bisa juga dicampur dengan bahan lain seperti brokoli, kacang buncis, saus apel, ataupun daging

Dinginkan atau Freeze Sisa puree Wortel
Puree wortel dingin yang disimpan di kulkas dengan wadah BPA tahan sampai sampai 3 hari. Puree wortel beku bisa tahan sampai 3 bulan. Cairkan semalaman di kulkas bawah sebelum penyajian.