Kali ini, saya mau share sedikit masalah obat herbal. Pertama kali jadi ibu, saya memang bertekad untuk tidak ketergantungan dengan obat dokter. Maklumlah, begitulah newbie yang belum berpengalaman, mengira semuanya gampang dan mudah diatur. Hingga ketika si cuta tiba tiba sakit, barulah saya kalap. Apalagi sakitnya tidak sembuh sembuh yang mengakibatkan saya terpaksa membawanya ke dokter. Sejak saat itu, saya rasanya parno setiap si kecil sakit, terutama panas. Saking takutnya dia panas, sering saya cek suhu tubuhnya setiap bangun tidur. Pernah ketika ia lewat setahun, ia demam. Begitu paniknya kami, hingga baru paginya panas, sorenya sudah saya ajak ke dokter. Waktu kami berpikir, semakin cepat dibawa ke dokter semakin baik. Padahal, dokter sendiri bukan dewa yang begitu pasien datang langsung tahu penyakitnya apa.
Jadilah obatnya mubasir. Waktu itu dikasi antibiotik, padahal penyebab panasnya adalah virus yang membuatnya demam tinggi hampir empat pulih derajat selama lima hari. Berarti si cuta percuma minum antibiotik. Yah, itulah pengalaman. Pengalaman sekali ternyata tidak bikin jera. Kenapa? Karena baru seminggu sembuh, dia demam tinggi lagi. Ke dokter lagi, antibiotik lagi padahal penyakit yang sebenarnya adalah virus apa itu namanya yang sejenis campak namun lebih ringan. Well, berbekal dua kali antibiotik nyasar itu Lah akhirnya saya mulai berpikir bahwa sakit anak itu sebaiknya jangan panik. Terutama sekali kalau demam. Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala sebuah penyakit. Jika demam baru sehari, dokter seberpengalaman apapun belum bisa membuat diagnosis jika tidak disertai batpil. Dulu, cuta demam karena imunisasi saja saya takutnya minta ampun, padahal demamnya paati akan berhenti. Jadi memang ya ketenangan itu perlu banget agar anak tidak malah minum obat secara berlebih. Eh, kok malah ngelantur.
Saya posting hari ini cuman mau share cara ngatasin batuk anak tanpa obat kimiawi alias herbal. Resepnya simple banget, kencur diparut dan diambil airnya. Kalau ga dapat airnya, dicampur dengan dua sdm air lalu saring. Campur dengan sedikit garam dan mulailah cekoki. Yang punya madu, bisa juga ditambahkan. Saya berikan sekali sehari sih. Resep ini saya dapat dari forum TUM alias the urban mama. Saya dua kali praktekan dan berhasil walau tidak seketika. Mungkin khasiat tidak tidak sama untuk batuk yang disebabkan penyakit kronis. Sekian dulu sharingnya ya mom.
Showing posts with label Tips Mpasi Lain. Show all posts
Showing posts with label Tips Mpasi Lain. Show all posts
Sunday, October 27, 2013
Friday, May 17, 2013
Cara Meningkatkan Asupan Zat Besi Mpasi
Jika sebelumnya saya pernah posting mengenai Makanan Sumber Zat Besi, nah berikut ini saya dapatkan artikel lengkap mengenai pentingnya zat besi tersebut bagi Mpasi Bayi. Postingan ini sih tujuannya melengkapi artikel terdahulu, karena artikel kemarin saya dapat setelah ngoprek-ngoprek milis dan membaca sharing para ibu-ibu. Sementara artikel yang sekarang saya dapat dari sebuah website, yaitu http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/.
Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. zat ini juga memainkan peran penting dalam melawan infeksi, perkembangan otak dan pertumbuhan. Anak-anak yang tidak cukup makan makanan yang mengandung zat besi bisa mengalami kelelahan, lemah, pucat, tidak tertarik dengan berbagai macm permainan, mengeluh sakit kepala dan sering memiliki selera makan rendah (ini mungkin yang membuat bayi GTM). Jika kita tidak makan cukup zat besi dari makanan, tingkat zat besi dalam tubuh akan jatuh dan anemia bisa terjadi. Cara terbaik adalah dengan memasok cukup zat besi agar tetap sehat. Untuk meningkatkan kadar zat besi darah, sangat dianjurkan untuk makan berbagai makanan yang mengandung zat besi setiap hari.
Makanan sumber zat besi
Menambahkan artikel Makanan Sumber Zat Besi sebelumnya, ada dua jenis besi yang ditemukan dalam makanan. Haem besi (Haem iron) ditemukan dalam makanan daging seperti daging merah, ayam dan ikan, dan besi non-haem ditemukan dalam makanan nabati seperti roti dan sereal gandum dan beberapa sayuran.
Besi dalam daging, ayam dan ikan (haem besi) diserap lebih baik dibandingkan zat besi non-haem. Namun, penyerapan zat besi non-haem akan meningkat jika dibarengi dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Makanan kaya zat besi haem juga dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber-sumber non-haem.
Makanan yang mengandung zat besi haem meliputi:
• Bersandar daging merah seperti daging sapi, domba dan sapi.
• Daging jeroan seperti hati dan ginjal.
• Ayam, daging babi (termasuk ham), ikan dan kerang.
• Pate atau pasta ikan.
Makanan yang mengandung zat besi non-haem meliputi:
• Sarapan sereal yang diperkaya zat besi (periksa label untuk melihat apakah besi ditambahkan).
• Wholemeal / wholegrain roti dan sereal.
• Kacang polong kering, kacang-kacangan dan polong-polongan misalnya. lentil, kacang panggang, kacang kedelai, kacang merah dan tahu.
• Sayuran berdaun hijau misalnya. bayam, peterseli, brokoli.
• Telur.
• Buah kering.
• Selai kacang dan kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah lima tahun).
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Makanan yang tinggi vitamin C termasuk beberapa buah-buahan (rockmelon, stroberi, nanas, buah jeruk, buah kiwi dan tomat) dan beberapa sayuran (brokoli, paprika, kembang kol, dan kubis).
Menyertakan buah dan sayuran yang kaya dengan Vitamin C dengan makanan untuk membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Berikut adalah beberapa ide makanan yang bisa dicoba:
• Buah pada sarapan sereal.
• Sayuran atau salad dengan makanan.
• Buah untuk pencuci mulut.
• Segelas kecil jus dengan makanan.
Kebutuhan Zat Besi Bayi Newborn sampai enam bulan
Sampai usia enam bulan kebanyakan bayi akan mendapatkan semua zat besi yang mereka butuhkan dari cadangan tubuh saat lahir dan ASI, atau susu formula yang diperkaya zat besi. Namun setelah enam bulan cadangan zat besi dalam tubuh menurun. Pengenalan Mpasi merupakan langkah penting dalam menjaga tingkat zat besi. Mengenalkan makanan padat pada usia yang tepat, biasanya sekitar enam bulan. Sertakan beberapa makanan kaya zat besi seperti sereal beras yang diperkaya zat besi.
Kebutuhan Zat Besi Bayi enam sampai 12 bulan
Memberikan Mpasi sebelum menyusu baik itu ASI atau formula. Makanan pertama harus dengan konsistensi yang halus. Secara bertahap, mommy bisa meningkatkan tekstur makanan selama beberapa bulan berikutnya misalnya sereal yang dilengkapi zat besi, buah-buahan dan sayuran haluskan.
Umur enam sampai sembilan bulan, bayi mulai belajar mengunyah sehingga tekstur makanan bisa berubah dengan cepat, mulai dari halus hingga sedikit kasar. Belajar mengunyah dengan gusi atau gigi sangat penting karena memperkuat otot-otot rahang, meningkatkan kesehatan gigi, membantu perkembangan bicara dan memastikan perkembangan anak secara halus untuk menerima table food misalnya daging cincang, ikan dipipihkan, sayuran dan buah-buahan tumbuk dan sereal yang diperkaya zat besi. Makanan seperti daging, ayam dan ikan yang penting untuk bayi karena tingginya kandungan zat besi.
Perkenalkan susu sapi sebagai minuman utama susu anak sekitar umur dua belas bulan. Susu merupakan makanan yang rendah kandungan zat besinya. Jadi berilah anak diatas setahun susu dengan jumlah 400-600ml setiap hari. Hal ini akan membuat anak merasa lapar dan mau makan makanan padatnya.
Pedoman diet untuk anak-anak dan remaja
• Mendukung gerakan sadar ASI.
• Anak-anak membutuhkan makanan yang tepat dan aktivitas fisik untuk tumbuh dan berkembang secara normal (pertumbuhan harus diperiksa secara teratur).
• Diet rendah lemak tidak cocok untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Setelah 5 tahun, maka anak bisa diajarkan untuk diet rendah lemak terutama terutama mengurangi lemak jenuh.
Dorong anak untuk:
• Menikmati berbagai macam makanan.
• Makanlah banyak roti, sereal, sayuran (termasuk kacang - buncis dan kacang polong) dan buah.
• Makan makanan yang mengandung zat besi.
• Makanlah makanan yang mengandung kalsium misalnya susu, yogurt, keju.
• Minum air ketika haus.
• Makan makanan dengan gula dan makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah sedang.
• Pilih makanan rendah garam.
Sebagai bahan contekan, ada panduan makanan sehat yang saya ambil dari The Australian Guide to Healthy Eating.
Makan dalam jumlah kecil: Garam, gula, mentega, margarin, minyak, krim dan makanan yang mengandung bahan makanan tersebut dalam jumlah tinggi. jumlah tinggi bahan ini.
Makan dalam jumlah cukup: Susu, keju, yoghurt, daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah 5).
Ingat:
• Makan daging tanpa lemak setiap hari, karena tinggi zat besi.
• Produk susu yang penuh lemak direkomendasikan untuk anak di bawah usia dua tahun.
• Anak-anak 2 tahun mulai bisa mengkonsumsi produk olahan susu yang rendah lemak.
Makan dalam jumlah banyak: Roti, sereal sarapan yang dipenuhi zat besi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan.
Ingat
• Pilih gandum jika memungkinkan.
• Sertakan sayuran berwarna berbeda setiap hari.
Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. zat ini juga memainkan peran penting dalam melawan infeksi, perkembangan otak dan pertumbuhan. Anak-anak yang tidak cukup makan makanan yang mengandung zat besi bisa mengalami kelelahan, lemah, pucat, tidak tertarik dengan berbagai macm permainan, mengeluh sakit kepala dan sering memiliki selera makan rendah (ini mungkin yang membuat bayi GTM). Jika kita tidak makan cukup zat besi dari makanan, tingkat zat besi dalam tubuh akan jatuh dan anemia bisa terjadi. Cara terbaik adalah dengan memasok cukup zat besi agar tetap sehat. Untuk meningkatkan kadar zat besi darah, sangat dianjurkan untuk makan berbagai makanan yang mengandung zat besi setiap hari.
Makanan sumber zat besi
Menambahkan artikel Makanan Sumber Zat Besi sebelumnya, ada dua jenis besi yang ditemukan dalam makanan. Haem besi (Haem iron) ditemukan dalam makanan daging seperti daging merah, ayam dan ikan, dan besi non-haem ditemukan dalam makanan nabati seperti roti dan sereal gandum dan beberapa sayuran.
Besi dalam daging, ayam dan ikan (haem besi) diserap lebih baik dibandingkan zat besi non-haem. Namun, penyerapan zat besi non-haem akan meningkat jika dibarengi dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Makanan kaya zat besi haem juga dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber-sumber non-haem.
Makanan yang mengandung zat besi haem meliputi:
• Bersandar daging merah seperti daging sapi, domba dan sapi.
• Daging jeroan seperti hati dan ginjal.
• Ayam, daging babi (termasuk ham), ikan dan kerang.
• Pate atau pasta ikan.
Makanan yang mengandung zat besi non-haem meliputi:
• Sarapan sereal yang diperkaya zat besi (periksa label untuk melihat apakah besi ditambahkan).
• Wholemeal / wholegrain roti dan sereal.
• Kacang polong kering, kacang-kacangan dan polong-polongan misalnya. lentil, kacang panggang, kacang kedelai, kacang merah dan tahu.
• Sayuran berdaun hijau misalnya. bayam, peterseli, brokoli.
• Telur.
• Buah kering.
• Selai kacang dan kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah lima tahun).
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Makanan yang tinggi vitamin C termasuk beberapa buah-buahan (rockmelon, stroberi, nanas, buah jeruk, buah kiwi dan tomat) dan beberapa sayuran (brokoli, paprika, kembang kol, dan kubis).
Menyertakan buah dan sayuran yang kaya dengan Vitamin C dengan makanan untuk membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Berikut adalah beberapa ide makanan yang bisa dicoba:
• Buah pada sarapan sereal.
• Sayuran atau salad dengan makanan.
• Buah untuk pencuci mulut.
• Segelas kecil jus dengan makanan.
Kebutuhan Zat Besi Bayi Newborn sampai enam bulan
Sampai usia enam bulan kebanyakan bayi akan mendapatkan semua zat besi yang mereka butuhkan dari cadangan tubuh saat lahir dan ASI, atau susu formula yang diperkaya zat besi. Namun setelah enam bulan cadangan zat besi dalam tubuh menurun. Pengenalan Mpasi merupakan langkah penting dalam menjaga tingkat zat besi. Mengenalkan makanan padat pada usia yang tepat, biasanya sekitar enam bulan. Sertakan beberapa makanan kaya zat besi seperti sereal beras yang diperkaya zat besi.
Kebutuhan Zat Besi Bayi enam sampai 12 bulan
Memberikan Mpasi sebelum menyusu baik itu ASI atau formula. Makanan pertama harus dengan konsistensi yang halus. Secara bertahap, mommy bisa meningkatkan tekstur makanan selama beberapa bulan berikutnya misalnya sereal yang dilengkapi zat besi, buah-buahan dan sayuran haluskan.
Umur enam sampai sembilan bulan, bayi mulai belajar mengunyah sehingga tekstur makanan bisa berubah dengan cepat, mulai dari halus hingga sedikit kasar. Belajar mengunyah dengan gusi atau gigi sangat penting karena memperkuat otot-otot rahang, meningkatkan kesehatan gigi, membantu perkembangan bicara dan memastikan perkembangan anak secara halus untuk menerima table food misalnya daging cincang, ikan dipipihkan, sayuran dan buah-buahan tumbuk dan sereal yang diperkaya zat besi. Makanan seperti daging, ayam dan ikan yang penting untuk bayi karena tingginya kandungan zat besi.
Perkenalkan susu sapi sebagai minuman utama susu anak sekitar umur dua belas bulan. Susu merupakan makanan yang rendah kandungan zat besinya. Jadi berilah anak diatas setahun susu dengan jumlah 400-600ml setiap hari. Hal ini akan membuat anak merasa lapar dan mau makan makanan padatnya.
Pedoman diet untuk anak-anak dan remaja
• Mendukung gerakan sadar ASI.
• Anak-anak membutuhkan makanan yang tepat dan aktivitas fisik untuk tumbuh dan berkembang secara normal (pertumbuhan harus diperiksa secara teratur).
• Diet rendah lemak tidak cocok untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Setelah 5 tahun, maka anak bisa diajarkan untuk diet rendah lemak terutama terutama mengurangi lemak jenuh.
Dorong anak untuk:
• Menikmati berbagai macam makanan.
• Makanlah banyak roti, sereal, sayuran (termasuk kacang - buncis dan kacang polong) dan buah.
• Makan makanan yang mengandung zat besi.
• Makanlah makanan yang mengandung kalsium misalnya susu, yogurt, keju.
• Minum air ketika haus.
• Makan makanan dengan gula dan makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah sedang.
• Pilih makanan rendah garam.
Sebagai bahan contekan, ada panduan makanan sehat yang saya ambil dari The Australian Guide to Healthy Eating.
Makan dalam jumlah kecil: Garam, gula, mentega, margarin, minyak, krim dan makanan yang mengandung bahan makanan tersebut dalam jumlah tinggi. jumlah tinggi bahan ini.
Makan dalam jumlah cukup: Susu, keju, yoghurt, daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah 5).
Ingat:
• Makan daging tanpa lemak setiap hari, karena tinggi zat besi.
• Produk susu yang penuh lemak direkomendasikan untuk anak di bawah usia dua tahun.
• Anak-anak 2 tahun mulai bisa mengkonsumsi produk olahan susu yang rendah lemak.
Makan dalam jumlah banyak: Roti, sereal sarapan yang dipenuhi zat besi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan.
Ingat
• Pilih gandum jika memungkinkan.
• Sertakan sayuran berwarna berbeda setiap hari.
Monday, February 18, 2013
Jamu untuk Mengobati Batuk pada Balita
Mau sedikit sharing nih mommy. Seminggu belakangan, Cuta sedang batuk karena ketularan kakeknya. Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi, karena di puncak musim hujan ini, cuaca di denpasar sangat tidak menentu. Kadang dingin, kadang panas. Malamnya dingin, siangnya luar biasa panas. Tidak heran sih, apalagi Cuta sedang belajar jalan jadi agak susah dikontrol kalau mau main, senangnya main ke depan rumah padahal debu dan polusi. Karena itu, dia menderita batuk dan pilek plus demam mencapai 39 derajat celcius.
Batuknya lumayan parah. Cuta tipe anak yang kalau batuk, pasti muntah. Jadi setelah minum susu atau makan, jika batuk maka semua yang ia minum dan makan akan keluar lagi. Karena kasian, maunya saya kasih obat. Cuman saya tidak stock obat batuk, hanya stock parasetamol. Berhubung dia mulai batuk di pagi hari dan dokter anaknya hanya buka di sore hari, home treatment yang ini tidak bisa dilaksanakan karena Cuta anak yang susah disuruh diam, jadi mana dia mau cium-cium uap air gitu, maka keluarlah resep andalan neneknya untuk membantu melancarkan tenggorokannya.
Resep mengobati batuk balita ini berupa resep jamu sederhana yang berbahan dasar kunyit putih. Jamunya juga tidak menggunakan takaran. Kunyit putih dicuci bersih terlebih dahulu, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu direbus hingga air rebusan berwarna kecoklatan. Rasanya agak pahit, jadi untuk penawarnya, berikan pada balita dalam kondisi hangat ditambahkan madu. Penambahan madu juga berguna untuk memberikan nutrisi yang kurang pada saat anak batuk.
Entah kenapa yang digunakan itu kunyit putih. Saya sih pernah baca, untuk mengobati batuk, bisa digunakan obat herbal berupa kunyit, madu, jeruk nipis dan jeruk lemon. Jeruk nipis tentu agak sedikit mengerikan mengingat tingkat asamnya yang tinggi, karena itu kunyit dan madu merupakan obat herbal untuk batuk yang tepat. Tentang bolehkah anak dibawah 1 tahun minum jamu kunyit, saya belum tahu jelas. Lebih baik dikonsultasikan ke dokter untuk amannya (walau Cuta pernah dikasi kunyit tanpa sepengetahuan saya sama neneknya waktu umurnya kurang dari 1 tahun, hikss). Dari websitenya Frisian Flag, ada sih artikel yang menyebut tentang pemberian kunyit pada bayi. Bunyinya seperti ini:
Satu hari, jamu ini diberikan satu hinga tiga kali. Kunyit mengantung antioksidan dan antibiotik alami sehingga efektif mengobati batuk yang disebabkan oleh bakteri.
Karena obat herbal, tentu saja manfaatnya tidak bisa diperoleh dalam jangka satu hari konsumsi. Untuk orang dewasa seperti kita tentu bisa menahan rasa gatal di tenggorokan, namun balita mana bisa?! Berhubung juga panasnya naik turun, maka sorenya saya ajak ke dokter spesialis anak. Oleh dokter, saya dikasi obat. Sering sih saya baca kalau sakit tidak harus minum obat, apalagi batuk dan pilek. Kebanyakan obat buat balita tentu tidak bagus bagi ginjal dan juga tubuhnya, namun sebagai ibu apakah tahan mendengar anak batuk-batuk, muntah lalu menangis dalam jangka waktu yang lama?
Saya tidak. Makanya saya ke dokter. Saya relakan Cuta dikasi obat dan antibiotik. Mengenai pemberian antibiotik ini, saya memang ragu. Namun saya langganan radang tenggorokan, jadi tahu bagaimana rasanya jika tenggorokan terkena radang. Saya relakan Cuta mengkonsumsi antibiotik untuk ketiga kalinya.
Dari dokter saya mendapatkan informasi yang sangat berharga. Mommy tidak perlu stock obat batuk ternyata di rumah. Alasannya batuk berupakan gejala penyakit yang timbul akibat infeksi atau penyakit lainnya sehingga kalau anak batuk, lebih baik anak diajak ke dokter untuk tahu apa penyebab batuknya. Pemberian obat batuk yang tidak tepat bisa berakibat kelebihan dosis obat namun batuk tidak berhenti. Jangan membeli obat batuk sembarangan, apalagi terpengaruh iklan. Karena itu tadi, batuk harus diketahui dahulu apa penyebabnya.
Alasan kedua, batuk bukanlah penyakit yang bisa membunuh dalam satu hari. Berbeda dengan panas atau demam yang jika tidak diobati segera maka bisa menimbulkan kejang dan kematian. Membiarkan anak batuk menunggu hingga sore bukanlah hal yang membahayakan. Jadi daripada stock obat batuk, lebih baik Mommy stock parasetamol dan kunyit serta madu.
Berbicara tentang DSA, DSA saya kali ini patut diacungi jempol. Sudah hampir setahun saya ganti-ganti DSA terus untuk mencari Dokter anak yang bagus di Denpasar. Ga banyak yang yang dicoba, paling hanya 5 DSA, DSA terakhir direkomendasikan oleh SPOG yang dulu. Dan ternyata, saya dan suami merasa cocok dengan DSA yang ini. Penjelasan mengapa beliau memberikan pengobatan masuk akal, selain juga ramah dan komunikatif. Hanya saja, ramenya itu loh. Harus antri agak lama. Bagi mommy yang butuh, japri aja ya. hehehhehe....
Sekarang, batuknya Cuta sudah membaik. Panas juga sudah turun dan tidak naik-naik lagi. Keringatnya sudah masam lagi (bagi saya tanda bahwa kondisinya sudah membaik). Hanya saja dia sedang susah makan, GTM lagi. Duh, walau kemarin udah hampir 3 bulan berperang dengan GTM, sekarang menghadapi GTM jadi repot juga. Aduh....
Batuknya lumayan parah. Cuta tipe anak yang kalau batuk, pasti muntah. Jadi setelah minum susu atau makan, jika batuk maka semua yang ia minum dan makan akan keluar lagi. Karena kasian, maunya saya kasih obat. Cuman saya tidak stock obat batuk, hanya stock parasetamol. Berhubung dia mulai batuk di pagi hari dan dokter anaknya hanya buka di sore hari, home treatment yang ini tidak bisa dilaksanakan karena Cuta anak yang susah disuruh diam, jadi mana dia mau cium-cium uap air gitu, maka keluarlah resep andalan neneknya untuk membantu melancarkan tenggorokannya.
Resep mengobati batuk balita ini berupa resep jamu sederhana yang berbahan dasar kunyit putih. Jamunya juga tidak menggunakan takaran. Kunyit putih dicuci bersih terlebih dahulu, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu direbus hingga air rebusan berwarna kecoklatan. Rasanya agak pahit, jadi untuk penawarnya, berikan pada balita dalam kondisi hangat ditambahkan madu. Penambahan madu juga berguna untuk memberikan nutrisi yang kurang pada saat anak batuk.
Entah kenapa yang digunakan itu kunyit putih. Saya sih pernah baca, untuk mengobati batuk, bisa digunakan obat herbal berupa kunyit, madu, jeruk nipis dan jeruk lemon. Jeruk nipis tentu agak sedikit mengerikan mengingat tingkat asamnya yang tinggi, karena itu kunyit dan madu merupakan obat herbal untuk batuk yang tepat. Tentang bolehkah anak dibawah 1 tahun minum jamu kunyit, saya belum tahu jelas. Lebih baik dikonsultasikan ke dokter untuk amannya (walau Cuta pernah dikasi kunyit tanpa sepengetahuan saya sama neneknya waktu umurnya kurang dari 1 tahun, hikss). Dari websitenya Frisian Flag, ada sih artikel yang menyebut tentang pemberian kunyit pada bayi. Bunyinya seperti ini:
Jika Anda sedang menyusui, oleskan sejumput bubuk kunyit pada payudara sebelum menyusui. Jika Anda menggunakan botol, campurkan sejumput bubuk kunyit dalam susu. Berikan dua kali sehari pada bayi.
Satu hari, jamu ini diberikan satu hinga tiga kali. Kunyit mengantung antioksidan dan antibiotik alami sehingga efektif mengobati batuk yang disebabkan oleh bakteri.
Karena obat herbal, tentu saja manfaatnya tidak bisa diperoleh dalam jangka satu hari konsumsi. Untuk orang dewasa seperti kita tentu bisa menahan rasa gatal di tenggorokan, namun balita mana bisa?! Berhubung juga panasnya naik turun, maka sorenya saya ajak ke dokter spesialis anak. Oleh dokter, saya dikasi obat. Sering sih saya baca kalau sakit tidak harus minum obat, apalagi batuk dan pilek. Kebanyakan obat buat balita tentu tidak bagus bagi ginjal dan juga tubuhnya, namun sebagai ibu apakah tahan mendengar anak batuk-batuk, muntah lalu menangis dalam jangka waktu yang lama?
Saya tidak. Makanya saya ke dokter. Saya relakan Cuta dikasi obat dan antibiotik. Mengenai pemberian antibiotik ini, saya memang ragu. Namun saya langganan radang tenggorokan, jadi tahu bagaimana rasanya jika tenggorokan terkena radang. Saya relakan Cuta mengkonsumsi antibiotik untuk ketiga kalinya.
Dari dokter saya mendapatkan informasi yang sangat berharga. Mommy tidak perlu stock obat batuk ternyata di rumah. Alasannya batuk berupakan gejala penyakit yang timbul akibat infeksi atau penyakit lainnya sehingga kalau anak batuk, lebih baik anak diajak ke dokter untuk tahu apa penyebab batuknya. Pemberian obat batuk yang tidak tepat bisa berakibat kelebihan dosis obat namun batuk tidak berhenti. Jangan membeli obat batuk sembarangan, apalagi terpengaruh iklan. Karena itu tadi, batuk harus diketahui dahulu apa penyebabnya.
Alasan kedua, batuk bukanlah penyakit yang bisa membunuh dalam satu hari. Berbeda dengan panas atau demam yang jika tidak diobati segera maka bisa menimbulkan kejang dan kematian. Membiarkan anak batuk menunggu hingga sore bukanlah hal yang membahayakan. Jadi daripada stock obat batuk, lebih baik Mommy stock parasetamol dan kunyit serta madu.
Berbicara tentang DSA, DSA saya kali ini patut diacungi jempol. Sudah hampir setahun saya ganti-ganti DSA terus untuk mencari Dokter anak yang bagus di Denpasar. Ga banyak yang yang dicoba, paling hanya 5 DSA, DSA terakhir direkomendasikan oleh SPOG yang dulu. Dan ternyata, saya dan suami merasa cocok dengan DSA yang ini. Penjelasan mengapa beliau memberikan pengobatan masuk akal, selain juga ramah dan komunikatif. Hanya saja, ramenya itu loh. Harus antri agak lama. Bagi mommy yang butuh, japri aja ya. hehehhehe....
Sekarang, batuknya Cuta sudah membaik. Panas juga sudah turun dan tidak naik-naik lagi. Keringatnya sudah masam lagi (bagi saya tanda bahwa kondisinya sudah membaik). Hanya saja dia sedang susah makan, GTM lagi. Duh, walau kemarin udah hampir 3 bulan berperang dengan GTM, sekarang menghadapi GTM jadi repot juga. Aduh....
Monday, January 21, 2013
Mengenalkan Kuning Telur ke Bayi Mpasi
Telur merupakan bahan makanan Mpasi yang mengandung protein tinggi sehingga bagus untuk bayi. Kandungan protein ini sendiri yang pada akhirnya memicu alergi pada anak, yaitu kandungan ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin. Pada penderita alergi ringan, efek alergi dari protein tersebut bisa dilenyapkan dengan cara dimasak. Namun, pada penderita alergi berat, usaha memasak tidak berpengaruh dalam melenyapkan gejala alergi.
Alergi juga sering dialami oleh bayi karena sistem pencernaanya yang belum optimal. Maka untuk itu, idealnya kuning telur diberikan pada bayi umur 9 bulan untuk memperkecil resiko alergi.
Nah, keluhan yang sering dialami mommy yang mengenalkan kuning telur adalah bau amis yang menyengat, terutama jika ditambahkan langsung pada bubur. Tips untuk mengurangi bau amis kuning telur saat membuat bubur bayi adalah telur direbus tersendiri. Setelah matang, baru kuning telurnya diambil, disaring dan ditambahkan pada bubur.
Jika masih juga bau amis, ada tips khusus dari mommy di milis, yaitu dengan menumis bawang putih parut dengan menggunakan unsaltted butter, lalu masukan ke buburnya. Aduk rata, baru kemudian tambahkan rebusan telurnya. Boleh tambah parutan keju di atasnya.
Selamat mencoba, mommy ^ ^
Alergi juga sering dialami oleh bayi karena sistem pencernaanya yang belum optimal. Maka untuk itu, idealnya kuning telur diberikan pada bayi umur 9 bulan untuk memperkecil resiko alergi.
Nah, keluhan yang sering dialami mommy yang mengenalkan kuning telur adalah bau amis yang menyengat, terutama jika ditambahkan langsung pada bubur. Tips untuk mengurangi bau amis kuning telur saat membuat bubur bayi adalah telur direbus tersendiri. Setelah matang, baru kuning telurnya diambil, disaring dan ditambahkan pada bubur.
Jika masih juga bau amis, ada tips khusus dari mommy di milis, yaitu dengan menumis bawang putih parut dengan menggunakan unsaltted butter, lalu masukan ke buburnya. Aduk rata, baru kemudian tambahkan rebusan telurnya. Boleh tambah parutan keju di atasnya.
Selamat mencoba, mommy ^ ^
Wednesday, November 28, 2012
Mengatasi Susah BAB (Sembelit) pada Bayi Mpasi
Si Cuta waktu pertama kali Mpasi sih tidak mengalami sembelit atau nangis pas BAB. BABnya memang lebih keras, sehingga dia ngeden namun tidak sampai nangis. Menurut Mommy di milis, ngeden memang diperlukan bagi bayi untuk melatihnya buang air besar jadi saya tidak terlalu khawatir. Selain itu, BABnya juga seringnya dua hari sekali. Jadi syukurnya, awal-awal Mpasi dia tidak sampai sembelit.
Sembelit merupakan hal yang lazim terjadi pada bayi yang baru Mpasi. Sembelit sih sudah pada tahap yang parah ya, Mommy, sementara masalah yang paling sering terjadi adalah bayi tidak BAB di awal-awal Mpasi, bayi ngeden keras waktu BAB atau bayi nangis kejer di awal Mpasi padahal pupnya tidak keras.
Hal ini lazim terjadi karena usus bayi masih dalam tahap ‘training’ atau penyesuaian. Pada bayi yang ekslusif ASI selama 6 bulan, usus terbiasa dengan makanan cair sehingga ketika diberikan makanan padat atau semi padat, usus bayi akan kaget. Hasilnya ya itu, tidak BAB beberapa hari, sembelit dan nangis-nangis.
Lalu untuk mengatasi sembelit pada bayi yang baru Mpasi bagaimana sih?
Saya pernah baca sharing mommy di milis. Ada tiga metode yang bisa memperlancar BAB bayi yaitu:
3F: fluid, fiber, fitness
Untuk fluid, yaitu bisa berupa pemberian air putih. Untuk postingan air putih, bisa dibaca di link mengatasi bayi yang tidak suka minum air putih.
Untuk fiber, bisa didapatkan dari buah dan sayur. Khusus buah, ada beberapa buah tertentu yang bisa digunakan untuk bisa memperlancar BAB bayi, yaitu:
P fruits: pear (xiang li), peach, plum, prune, papaya.
Khusus untuk papaya, idealnya memang bisa melancarkan pencernaan, namun ternyata cocok-cocokan juga. Selain p fruit diatas, banyak juga mommy yang menyarankan buah lain untuk memberikan melon kuning atau rock melon. Untuk Cuta sih buah ini memang hampir selalu ada, karena emaknya juga doyan (heheheheh) dan hasilnya memang membuat pencernaannya lancar.
selain buah diatas, ada juga mommy yang berhasil dengan buah naga, alpukat sama semangka. Cuman itu, cocok-cocokkan juga.
Nah, selanjutnya untuk fitness, yaitu dengan pijat bayi. Pijat di bagian perut penting untuk melancarkan pencernaan. Pijatnya dengan membentuk huruk ILU terbalik pada perut bayi. Artikelnya belakangan deh ya, saya tidak terlalu sering melakukan pijat sih karena Cuta anaknya tidak mau diam. Baru direbahin sedetik, dia udah belinjatan bangun.
Lalu gowes, yaitu dengan menggerakan kedua kaki bayi seperti menggenjot sepeda sementara bayi dalam posisi berbaring. Nah, yang ini sering saya lakukan, disertai dengan nyanyi-nyanyi.
Selain metode 3f diatas, banyak juga mommy mengatasi sulit BAB pada bayi dengan hal-hal berikut:
Berendem air anget biar badannya rileks
Oles minyak adas di perut.
Angkat kaki ke arah perut saat bayi mengedan
Gendong bayi dalam posisi berhadapan dan kakinya ditekuk jadi bayi duduk di tangan.
Tips diatas mungkin tidak berhasil pada satu anak jika diterapkan, semua kembali lagi pada kenyataan bahwa masing-masing anak memang berbeda-beda. Jika sembelit sudah parah, lebih baik hubungi dokter ya mommy.
Sembelit merupakan hal yang lazim terjadi pada bayi yang baru Mpasi. Sembelit sih sudah pada tahap yang parah ya, Mommy, sementara masalah yang paling sering terjadi adalah bayi tidak BAB di awal-awal Mpasi, bayi ngeden keras waktu BAB atau bayi nangis kejer di awal Mpasi padahal pupnya tidak keras.
Hal ini lazim terjadi karena usus bayi masih dalam tahap ‘training’ atau penyesuaian. Pada bayi yang ekslusif ASI selama 6 bulan, usus terbiasa dengan makanan cair sehingga ketika diberikan makanan padat atau semi padat, usus bayi akan kaget. Hasilnya ya itu, tidak BAB beberapa hari, sembelit dan nangis-nangis.
Lalu untuk mengatasi sembelit pada bayi yang baru Mpasi bagaimana sih?
Saya pernah baca sharing mommy di milis. Ada tiga metode yang bisa memperlancar BAB bayi yaitu:
3F: fluid, fiber, fitness
Untuk fluid, yaitu bisa berupa pemberian air putih. Untuk postingan air putih, bisa dibaca di link mengatasi bayi yang tidak suka minum air putih.
Untuk fiber, bisa didapatkan dari buah dan sayur. Khusus buah, ada beberapa buah tertentu yang bisa digunakan untuk bisa memperlancar BAB bayi, yaitu:
P fruits: pear (xiang li), peach, plum, prune, papaya.
Khusus untuk papaya, idealnya memang bisa melancarkan pencernaan, namun ternyata cocok-cocokan juga. Selain p fruit diatas, banyak juga mommy yang menyarankan buah lain untuk memberikan melon kuning atau rock melon. Untuk Cuta sih buah ini memang hampir selalu ada, karena emaknya juga doyan (heheheheh) dan hasilnya memang membuat pencernaannya lancar.
selain buah diatas, ada juga mommy yang berhasil dengan buah naga, alpukat sama semangka. Cuman itu, cocok-cocokkan juga.
Nah, selanjutnya untuk fitness, yaitu dengan pijat bayi. Pijat di bagian perut penting untuk melancarkan pencernaan. Pijatnya dengan membentuk huruk ILU terbalik pada perut bayi. Artikelnya belakangan deh ya, saya tidak terlalu sering melakukan pijat sih karena Cuta anaknya tidak mau diam. Baru direbahin sedetik, dia udah belinjatan bangun.
Lalu gowes, yaitu dengan menggerakan kedua kaki bayi seperti menggenjot sepeda sementara bayi dalam posisi berbaring. Nah, yang ini sering saya lakukan, disertai dengan nyanyi-nyanyi.
Selain metode 3f diatas, banyak juga mommy mengatasi sulit BAB pada bayi dengan hal-hal berikut:
Berendem air anget biar badannya rileks
Oles minyak adas di perut.
Angkat kaki ke arah perut saat bayi mengedan
Gendong bayi dalam posisi berhadapan dan kakinya ditekuk jadi bayi duduk di tangan.
Tips diatas mungkin tidak berhasil pada satu anak jika diterapkan, semua kembali lagi pada kenyataan bahwa masing-masing anak memang berbeda-beda. Jika sembelit sudah parah, lebih baik hubungi dokter ya mommy.
Wednesday, November 21, 2012
Mengatasi Bayi Tidak Suka Minum Air Putih
Biarpun tidak sepenuhnya bagus, namun bayi juga perlu air putih loh mommy, terutama bagi bayi yang sudah Mpasi dan sehabis makan. Kenapa? ini saya dapatkan dari sebuah sumber:
Lalu seberapa besar kebutuhan air putih bagi bayi yang mulai Mpasi?
Di milis, pernaha da mommy yang sharing hasil konsultasinya dengan dokter spesialis anak andalannya. Dokter tersebut menyarankan bahwa pemberian air putih untuk anak sudah mulai mpasi itu = 30 x berat badan bayi (dalam ukuran mililiter).
Contoh, jika berat anak 7.5 kg, maka kebutuhan airnya adalah: 30 x 7.5 = 210 ml. jumlah ini untuk satu hari, bukan satu kali minum.
Kalau anak minum ASI, kebutuhan air putihnya bisa setengah dari jumlah yang seharusnya karena pada ASI, hampir 80% kandungannya adalah air.
Namun jika anak minum susu formula atau sufor, takaran hendaknya disesuaikan dengan angka kebutuhan diatas karena air putih juga diperlukan untuk mengeluarkan kelebihan konsentrasi mineral yang ada pada sufor.
Air putih juga bisa membantu agar bayi tidak sembelit dan juga menanamkan kebiasaan sehat untuk minum air putih bagi bayi.
Nah, bagaimana kalau si kecil yang bau-baru Mpasi tidak doyan air putih? Cara mengatasinya bayi yang tidak suka minum air putih bervariasi. Banyak sekali
mommy yang mengeluhkan soal ini di milis dan saya juga pernah mengalaminya.
Alasan bayi tidak suka minum air putih karena rasanya yang tawar. Mereka sudah terbiasa minum susu yang manis, ketika diberikan air yang tawar, mereka akan menolak. Bayi juga masih adaftasi, sehingga untuk mengatasi bayi tidak suka minum air putih, mommy bisa mengadaptasikannya secara perlahan. Caranya, sehabis makan, campurkan air putihnya dengan sedikit makanan kesukaannya, baik itu bubur atau puree buah lalu berikan ke bayi. Secara berangsur-angsur, kurangi kepekatan hingga akhirnya air putih saja.
Jika cara ini tidak berhasil, ganti media pemberiannya. Jangan menggunakan dot, karena bayi biasanya sudah mengasosiasikan dot dengan susu. Bisa menggunakan gelas, botol minuman, atau sendok.. Biasanya bayi akan suka memperhatikan apa yang dipakai orang tuanya dan juga berminat untuk melakukan sesuatu seperti yang orang tua mereka lakukan.
Intinya tetap satu, sabar. Bayi adalah makhluk mungil yang belum berpengalaman. Mereka perlu waktu ekstra untuk belajar banyak hal, termasuk juga untuk sebuah kesenangan seperti makan dan minum. Semangat mommy!
Kadar gula yang tinggi dalam susu formula bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang, terutama pada bayi dan anak-anak. Sesudah anak selesai minum susu, biasakan untuk 'membilas' mulutnya dengan minum air putih.Nah, untuk itu penting bagi mommy untuk memberikan bayi air putih, sekalipun ia sudah minum susu namun air putih ini bukanlah sebagai pengganti cairan melainkan untuk membersihkan mulut.
Anjuran umum yang banyak dilakukan para orangtua ini dibenarkan oleh ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dalam peluncuran kampanye Mulai Hidup Sehat dari Sekarang yang diprakarsai Danone-Aqua di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
"Susu mengandung karbohidrat dan laktosa (bentuk lain dari gula), yang bisa melekat di gigi lalu merusak lapisan email. Jadi anjuran itu benar, membersihkannya memang bisa dilakukan dengan kumur-kumur lalu minum air putih," ungkap dr Oetoro.
Di dalam mulut, gula menciptakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bakteri jahat yang bisa merusak email atau lapisan terluar gigi. Akibatnya gigi menjadi berlubang, membusuk atau caries dan bahkan bisa menyebabkan gusi bengkak karena infeksi.
Selain dipicu oleh susu, gigi berlubang juga disebabkan oleh makanan atau minuman lain yang juga mengandung gula. Apalagi bagi anak-anak yang masanya suka jajan, jenis makanan yang paling disukai umumnya makanan manis seperti permen dan gulali.
Gigi yang paling rentan mengalami pembusukan maupun berlubang biasanya adalah gigi geraham. Selain karena posisinya paling belakang, gigi geraham paling banyak memiliki alur dan celah yang kadang-kadang sulit dijangkau saat menggosok gigi.
Meski gigi anak belum permanen dan akan tanggal suatu saat nanti, namun jika berlubang maka tetap akan berdampak pada kualitas hidupnya. Misalnya jika terjadi infeksi, maka anak akan mengalami demam dan akibatnya tidak bisa bermain dan masuk sekolah.
Lalu seberapa besar kebutuhan air putih bagi bayi yang mulai Mpasi?
Di milis, pernaha da mommy yang sharing hasil konsultasinya dengan dokter spesialis anak andalannya. Dokter tersebut menyarankan bahwa pemberian air putih untuk anak sudah mulai mpasi itu = 30 x berat badan bayi (dalam ukuran mililiter).
Contoh, jika berat anak 7.5 kg, maka kebutuhan airnya adalah: 30 x 7.5 = 210 ml. jumlah ini untuk satu hari, bukan satu kali minum.
Kalau anak minum ASI, kebutuhan air putihnya bisa setengah dari jumlah yang seharusnya karena pada ASI, hampir 80% kandungannya adalah air.
Namun jika anak minum susu formula atau sufor, takaran hendaknya disesuaikan dengan angka kebutuhan diatas karena air putih juga diperlukan untuk mengeluarkan kelebihan konsentrasi mineral yang ada pada sufor.
Air putih juga bisa membantu agar bayi tidak sembelit dan juga menanamkan kebiasaan sehat untuk minum air putih bagi bayi.
Nah, bagaimana kalau si kecil yang bau-baru Mpasi tidak doyan air putih? Cara mengatasinya bayi yang tidak suka minum air putih bervariasi. Banyak sekali
mommy yang mengeluhkan soal ini di milis dan saya juga pernah mengalaminya.
Alasan bayi tidak suka minum air putih karena rasanya yang tawar. Mereka sudah terbiasa minum susu yang manis, ketika diberikan air yang tawar, mereka akan menolak. Bayi juga masih adaftasi, sehingga untuk mengatasi bayi tidak suka minum air putih, mommy bisa mengadaptasikannya secara perlahan. Caranya, sehabis makan, campurkan air putihnya dengan sedikit makanan kesukaannya, baik itu bubur atau puree buah lalu berikan ke bayi. Secara berangsur-angsur, kurangi kepekatan hingga akhirnya air putih saja.
Jika cara ini tidak berhasil, ganti media pemberiannya. Jangan menggunakan dot, karena bayi biasanya sudah mengasosiasikan dot dengan susu. Bisa menggunakan gelas, botol minuman, atau sendok.. Biasanya bayi akan suka memperhatikan apa yang dipakai orang tuanya dan juga berminat untuk melakukan sesuatu seperti yang orang tua mereka lakukan.
Intinya tetap satu, sabar. Bayi adalah makhluk mungil yang belum berpengalaman. Mereka perlu waktu ekstra untuk belajar banyak hal, termasuk juga untuk sebuah kesenangan seperti makan dan minum. Semangat mommy!
Monday, November 12, 2012
Cara Menaikan Berat Badan Bayi
Senang dong lihat berat badan si baby naik terus tiap bulannya. Badannya tambah montok, pipinya tembab dan senyumnya lucu. Aih.. menggemaskan sekali.
Tetapi ternyata tidak semua ibu mengalaminya. Iya, hampir sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang dianjurkan WHO setiap bulannya. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari bayi yang GTM alias ga mau makan, makanannya kurang kalori, atau memang keturunan. Nah, yang terakhir memang susah diakali, karena kita tidak bisa mencampuri yang namanya genetika.
Setiap bulan berat badannya Acyuta memang nambah, namun tidak banyak. Seiring dengan perkembangannya, ternyata penambahan berat badannya tidak sepadan dengan penambahan tinggi badan dan aktivitasnya. Jika pada umur 3 bulan, ia sudah mencapai berat hampir 7 kilo, di usia yang enam bulan, eh ternyata masih di kisaran 7 juga. Bingung juga menyiasatinya. Jika dulu sebelum 3 kilo selalu berbangga setiap nimbang di dokter, setelahnya hampir selalu kecewa setiap lihat timbangan.
Nah, dari ibu-ibu di milis, saya dapat info bahwa cara menaikan berat badan bayi adalah dengan makanan yang berkalori tinggi. Bisa berupa penambahan keju, makanan yang ditumis dengan minyak atau alpukat. Selain itu bisa juga dengan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Baca punya baca juga, untuk meningkatkan penyerapan zat besi itu bisa dengan air jeruk. Sehingga banyak mommy di milis memberikan sari jeruk baby bagi bayinya sesudah makan agar penyerapan zat besi makanannya optimal.
Lemak tidak dianjurkan bagi bayi karena resikonya tinggi. Buktinya, banyak kok resep makanan yang menganjurkan memakai daging tanpa lemak. Ya itu, resikonya tinggi.
Cara paling canggih selanjutnya adalah dengan penambahan EVOO pada bubur bayi.
Lha, apa itu EVOO? kepanjangannya adalah extra virgin Olive Oil, atau minyak zaitun yang ekstra perawan (weleh-weleh terjemahannya ga banget). Penjelasannya nanti deh ya di postingan selanjutnya.
Nah, berbekal pengetahuan itu, saya meluncur ke supermarket membeli EVOO ini. Singkat kata, dapat merk Bertolli ukuran paling kecil. harganya sedang, sekitar 20ribuan. Lupa bagaimana pertama kali nyoba nambahin ke buburnya Cuta, tetapi seingat saya gagal karena nambahinnya kebanyakan.
Aroma EVOO ini rada aneh. Mungkin karena orang Indonesia, saya lebih suka aroma minyak kelapa murni. Lebih gurih dan lezat. Untuk bayi, karena mereka belum kaya rasa, mungkin oke-oke aja. Asalkan penambahannya tidak banyak alias sabar mommy, jangan buru-buru nambahin berat badannya si dedek.
Hasilnya? Hehehe.. saya tidak rutin nambahin EVOO ini jadi hasilnya tidak begitu berasa. EVOO yang 250 ml, baru habis sepertiganya. hehehe dasar emak malas.
update: ini nih postingan tentang EVOO.
Tetapi ternyata tidak semua ibu mengalaminya. Iya, hampir sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang dianjurkan WHO setiap bulannya. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari bayi yang GTM alias ga mau makan, makanannya kurang kalori, atau memang keturunan. Nah, yang terakhir memang susah diakali, karena kita tidak bisa mencampuri yang namanya genetika.
Setiap bulan berat badannya Acyuta memang nambah, namun tidak banyak. Seiring dengan perkembangannya, ternyata penambahan berat badannya tidak sepadan dengan penambahan tinggi badan dan aktivitasnya. Jika pada umur 3 bulan, ia sudah mencapai berat hampir 7 kilo, di usia yang enam bulan, eh ternyata masih di kisaran 7 juga. Bingung juga menyiasatinya. Jika dulu sebelum 3 kilo selalu berbangga setiap nimbang di dokter, setelahnya hampir selalu kecewa setiap lihat timbangan.
Nah, dari ibu-ibu di milis, saya dapat info bahwa cara menaikan berat badan bayi adalah dengan makanan yang berkalori tinggi. Bisa berupa penambahan keju, makanan yang ditumis dengan minyak atau alpukat. Selain itu bisa juga dengan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Baca punya baca juga, untuk meningkatkan penyerapan zat besi itu bisa dengan air jeruk. Sehingga banyak mommy di milis memberikan sari jeruk baby bagi bayinya sesudah makan agar penyerapan zat besi makanannya optimal.
Lemak tidak dianjurkan bagi bayi karena resikonya tinggi. Buktinya, banyak kok resep makanan yang menganjurkan memakai daging tanpa lemak. Ya itu, resikonya tinggi.
Cara paling canggih selanjutnya adalah dengan penambahan EVOO pada bubur bayi.
Lha, apa itu EVOO? kepanjangannya adalah extra virgin Olive Oil, atau minyak zaitun yang ekstra perawan (weleh-weleh terjemahannya ga banget). Penjelasannya nanti deh ya di postingan selanjutnya.
Nah, berbekal pengetahuan itu, saya meluncur ke supermarket membeli EVOO ini. Singkat kata, dapat merk Bertolli ukuran paling kecil. harganya sedang, sekitar 20ribuan. Lupa bagaimana pertama kali nyoba nambahin ke buburnya Cuta, tetapi seingat saya gagal karena nambahinnya kebanyakan.
Aroma EVOO ini rada aneh. Mungkin karena orang Indonesia, saya lebih suka aroma minyak kelapa murni. Lebih gurih dan lezat. Untuk bayi, karena mereka belum kaya rasa, mungkin oke-oke aja. Asalkan penambahannya tidak banyak alias sabar mommy, jangan buru-buru nambahin berat badannya si dedek.
Hasilnya? Hehehe.. saya tidak rutin nambahin EVOO ini jadi hasilnya tidak begitu berasa. EVOO yang 250 ml, baru habis sepertiganya. hehehe dasar emak malas.
update: ini nih postingan tentang EVOO.
Subscribe to:
Posts (Atom)




