Telur sangat mudah dimasak dan merupakan salah satu sumber protein untuk bayi.Namun, pernahkah Mommy mengalami masalah untuk mengetahui matang tidaknya saat merebus telur? Saya sering mengalaminya. Kadangkala telur masih mentah di bagian kuningnya karena kurang lama merebus. Lain waktu, kadang telur kematangan hingga berwarna kebiruan di bagian luar kuningnya.
Dari Buku Resepi (Malaysian food recipes), ada nih tips sederhana untuk mendapatkan rebusan telur sesuai yang diinginkan. Tipsnya sesuai dengan gambar berikut.
Showing posts with label Tips Masak Mpasi. Show all posts
Showing posts with label Tips Masak Mpasi. Show all posts
Sunday, July 7, 2013
Thursday, February 21, 2013
Tips Memasak Makanan Bayi Rumahan
Banyak mommy expert mengatakan bahwa memasak makanan untuk bayi itu gampang. Tapi enggak ding untuk orang seperti saya. Saya harus berkali-kali cari resep hanya untuk memasak sup, selalu ngoprek milis untuk cari resep baru tiap si Cuta bertambah umurnya. Pokoknya, memasak Mpasi itu pengalaman baru buat saya dan juga sedikit bangga karena tidak pakai makanan instant.
Bagi ibu pemula, memasak Mpasi memang membingungkan. Makanya, pas browsing-browsing di internet, saya sengaja mencari artikel-artikel Mpasi. Selain memang untuk diri sendiri, saya juga ingin sharing di blog ini, yah biar blognya ga jadi sarang laba-laba gitu.
Ini saya temukan lagi beberapa tips memasak Mpasi rumahan, beberapa memang sudah kita kenal umum (terutama yang ikut milis Mpasi Rumahan). Tips memasak makanan bayi rumahan ini saya dapat dari babyzone.com. Tips ini diberikan agar mommy bisa memastikan makanan tersebut aman dan juga mengoptimalkan gizi yang terkandung di dalamnya.
Memasak untuk Melembutkan
Saat bayi sudah siap dengan makanan padat, semua sayur dan buah kecuali pepaya dan alpukat harus dimasak terlebih dahulu untuk melembutkan teksturnya sebelum dihaluskan.
Buat Sesederhana Mungkin
Jangan tambahkan gula, garam atau rempah-rempah ke dalam makanan bayi. Baking soda juga tidak dianjurkan karena bisa menurunkan kandungan vitamin dan mineral makanan.
Bagian ini sesuai banget dengan prinsip dasar milis Mpasi Rumahan. Batas umur yang biasa ditetapkan sih hingga setahun, setelah itu bisa ditambahkan bumbu secukupnya.
Hindari Peralatan Masak dari Aluminium
Jangan memasak makanan yang mengandung asam seperti tomat di dalam peralatan aluminium. Penyebabnya adalah kandungan aluminium tersebut bisa diserap oleh makanan.
Memasak dengan Tembaga? Pertimbangkan Kembali!
Jangan memasak makanan bayi dalam pot tembaga. Memasak dalam pot tembaga dapat mengurangi kandungan vitamin C dalam makanan.
Manfaatkan Ice Trays
Bekukan makanan bayi yang sudah dimasak di ice trays dan kemudian simpan cube-cube tersebut dalam kantong kedap udara di dalam freeer. Makanan dalam cube tersebut akan siap per porsi si bayi kapanpun mommy membutuhkannya.
Buang sisa makanan.
Jangan menyimpan bagian makanan yang tidak habis dimakan di lemari es-bisa dimakan anggota keluarga lain atau buanglah ke tempat sampah. Air liur dari mulut bayi dapat menyebabkan bakteri tumbuh dalam porsi yang tidak termakan itu.
Hindari Madu.
Jangan pernah memberikan madu untuk anak di bawah usia 12 bulan. Beberapa dokter anak bahkan merekomendasikan menunggu sampai anak lebih dari 18 bulan.
Waspada terhadap alergi.
Hati-hati dengan makanan alergen umum seperti selai kacang, jus jeruk, telur, jagung, dan gandum. Jika keluarga mommy memiliki sejarah alergi makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak tentang makanan padat apa yang harus dihindari dan untuk jangka waktu berapa lama.
Hindari memanaskan Makanan dalam Microwave.
Cobalah untuk menghindari microwave dalam makanan untuk bayi. Bahkan jika diaduk secara menyeluruh, beberapa bagian mungkin tetap panas dan bisa membuat mulut bayi terbakar. Memanaskan makanan sebaiknya di oven atau dikompor.
Sajikan Makanan hanya dalam mangkuk.
Jangan pernah menaruh makanan bayi, sereal bayi, atau makanan padat lainnya ke dalam botol untuk bayi. Selain bisa menyebabkan tersedak dan hal ini juga tidak baik untuk giginya.
Selalu dibawah Pengawasan Orang Dewasa
Jangan pernah meninggalkan bayi dengan makanan. Tetap temani bayi selama waktu makan, dan jadi mommy tahu bagaimana menangani tersedak bayi.
Bagi ibu pemula, memasak Mpasi memang membingungkan. Makanya, pas browsing-browsing di internet, saya sengaja mencari artikel-artikel Mpasi. Selain memang untuk diri sendiri, saya juga ingin sharing di blog ini, yah biar blognya ga jadi sarang laba-laba gitu.
Ini saya temukan lagi beberapa tips memasak Mpasi rumahan, beberapa memang sudah kita kenal umum (terutama yang ikut milis Mpasi Rumahan). Tips memasak makanan bayi rumahan ini saya dapat dari babyzone.com. Tips ini diberikan agar mommy bisa memastikan makanan tersebut aman dan juga mengoptimalkan gizi yang terkandung di dalamnya.
Memasak untuk Melembutkan
Saat bayi sudah siap dengan makanan padat, semua sayur dan buah kecuali pepaya dan alpukat harus dimasak terlebih dahulu untuk melembutkan teksturnya sebelum dihaluskan.
Buat Sesederhana Mungkin
Jangan tambahkan gula, garam atau rempah-rempah ke dalam makanan bayi. Baking soda juga tidak dianjurkan karena bisa menurunkan kandungan vitamin dan mineral makanan.
Bagian ini sesuai banget dengan prinsip dasar milis Mpasi Rumahan. Batas umur yang biasa ditetapkan sih hingga setahun, setelah itu bisa ditambahkan bumbu secukupnya.
Hindari Peralatan Masak dari Aluminium
Jangan memasak makanan yang mengandung asam seperti tomat di dalam peralatan aluminium. Penyebabnya adalah kandungan aluminium tersebut bisa diserap oleh makanan.
Memasak dengan Tembaga? Pertimbangkan Kembali!
Jangan memasak makanan bayi dalam pot tembaga. Memasak dalam pot tembaga dapat mengurangi kandungan vitamin C dalam makanan.
Manfaatkan Ice Trays
Bekukan makanan bayi yang sudah dimasak di ice trays dan kemudian simpan cube-cube tersebut dalam kantong kedap udara di dalam freeer. Makanan dalam cube tersebut akan siap per porsi si bayi kapanpun mommy membutuhkannya.
Buang sisa makanan.
Jangan menyimpan bagian makanan yang tidak habis dimakan di lemari es-bisa dimakan anggota keluarga lain atau buanglah ke tempat sampah. Air liur dari mulut bayi dapat menyebabkan bakteri tumbuh dalam porsi yang tidak termakan itu.
Hindari Madu.
Jangan pernah memberikan madu untuk anak di bawah usia 12 bulan. Beberapa dokter anak bahkan merekomendasikan menunggu sampai anak lebih dari 18 bulan.
Waspada terhadap alergi.
Hati-hati dengan makanan alergen umum seperti selai kacang, jus jeruk, telur, jagung, dan gandum. Jika keluarga mommy memiliki sejarah alergi makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak tentang makanan padat apa yang harus dihindari dan untuk jangka waktu berapa lama.
Hindari memanaskan Makanan dalam Microwave.
Cobalah untuk menghindari microwave dalam makanan untuk bayi. Bahkan jika diaduk secara menyeluruh, beberapa bagian mungkin tetap panas dan bisa membuat mulut bayi terbakar. Memanaskan makanan sebaiknya di oven atau dikompor.
Sajikan Makanan hanya dalam mangkuk.
Jangan pernah menaruh makanan bayi, sereal bayi, atau makanan padat lainnya ke dalam botol untuk bayi. Selain bisa menyebabkan tersedak dan hal ini juga tidak baik untuk giginya.
Selalu dibawah Pengawasan Orang Dewasa
Jangan pernah meninggalkan bayi dengan makanan. Tetap temani bayi selama waktu makan, dan jadi mommy tahu bagaimana menangani tersedak bayi.
Sunday, December 2, 2012
Tips Membuat Bubur Kacang Hijau Mpasi
Membuat bubur kacang hijau memang gampang-gampang susah. Tinggal dimasak di air mendidih, jadi deh. Tapi jangan kira segampang itu, pernah kan mommy membuat bubur tapi hasilnya keras bukan kepalang. Nah, dari mommy di milis Mpasi rumahan, saya nemu nih tips Mpasi ampuh dalam membuat bubur kacang hijau.
Pertama: Sudah tentu kacang hijau harus direndam dahulu, minimal 3 jam agar lebih cepat matang. Mau rendam semalaman juga okeh, namun awas jadi kecambah dia. Nah, kalau mommy orangnya pikunan terus mencegah rendaman kacang hijaunya jadi kecambah, rendamnya bisa menggunakan air matang, jangan air mentah.
Kedua: Kalau mommy tidak sempat merendam kacang hijaunya dan ingin memasak pada hari itu juga, ada juga caranya. Yaitu didihkan air, lalu masukan kacang hijau sekitar 5 hingga 10 menit hingga mendidih benar. Setelah itu matikan api dan tutup panci. Biarkan setengah jam, baru tutupnya dibuka. Nah, kacang hijaunya akan pecah kulitnya, kemudian masak kembali. Nah, lebih hemat gas jadinya dibandingkan mommy masak di atas api terus menerus.
Ketiga: Penambahan gula sebaiknya tunggu hingga kacang sudah mekar. Tunggu hingga mekar atau benyek dulu. Penambahan yang terlalu cepat bisa membuat kacang hijau tidak mau mengembang sehingga keras. Setelah mengembang dan kulit terkelupas, baru kecilkan api. Kulit kacang hijau yang sudah lepas dan mengambang bisa diambil sedikit demi sedikit. Setelah itu baru tambahkan gula, jahe dll.
resep bubur kacang hijau lain
Pertama: Sudah tentu kacang hijau harus direndam dahulu, minimal 3 jam agar lebih cepat matang. Mau rendam semalaman juga okeh, namun awas jadi kecambah dia. Nah, kalau mommy orangnya pikunan terus mencegah rendaman kacang hijaunya jadi kecambah, rendamnya bisa menggunakan air matang, jangan air mentah.
Kedua: Kalau mommy tidak sempat merendam kacang hijaunya dan ingin memasak pada hari itu juga, ada juga caranya. Yaitu didihkan air, lalu masukan kacang hijau sekitar 5 hingga 10 menit hingga mendidih benar. Setelah itu matikan api dan tutup panci. Biarkan setengah jam, baru tutupnya dibuka. Nah, kacang hijaunya akan pecah kulitnya, kemudian masak kembali. Nah, lebih hemat gas jadinya dibandingkan mommy masak di atas api terus menerus.
Ketiga: Penambahan gula sebaiknya tunggu hingga kacang sudah mekar. Tunggu hingga mekar atau benyek dulu. Penambahan yang terlalu cepat bisa membuat kacang hijau tidak mau mengembang sehingga keras. Setelah mengembang dan kulit terkelupas, baru kecilkan api. Kulit kacang hijau yang sudah lepas dan mengambang bisa diambil sedikit demi sedikit. Setelah itu baru tambahkan gula, jahe dll.
resep bubur kacang hijau lain
Friday, November 23, 2012
Tips Mpasi: Fillet Ikan Biar Tidak Amis
Memasak ikan untuk Mpasi biasanya menimbulkan bau amis yang tidak sedap. Saya mengalaminya, pernah mau mengolah ikan mujair, namun ketika setelah difillet, diolah, kok baunya amis. Akhirnya, ikan itu tidak jadi dipakai. Nah, Bagaimana cara mensiasatinya?
Para mommy di milis punya tipsnya:
1. Cukup cuci filet dengan air matang
2. Bawang putih dan jahe dirajang/ potong kecil2, trus tambahkan air secukupnya dan rendam bersama filet ikan skitar 10 menit
3. Bau amis hilang sudah.
Selamat mencoba.
Subscribe to:
Posts (Atom)


