Monday, February 18, 2013

Jamu untuk Mengobati Batuk pada Balita

Mau sedikit sharing nih mommy. Seminggu belakangan, Cuta sedang batuk karena ketularan kakeknya. Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi, karena di puncak musim hujan ini, cuaca di denpasar sangat tidak menentu. Kadang dingin, kadang panas. Malamnya dingin, siangnya luar biasa panas. Tidak heran sih, apalagi Cuta sedang belajar jalan jadi agak susah dikontrol kalau mau main, senangnya main ke depan rumah padahal debu dan polusi. Karena itu, dia menderita batuk dan pilek plus demam mencapai 39 derajat celcius.

Batuknya lumayan parah. Cuta tipe anak yang kalau batuk, pasti muntah. Jadi setelah minum susu atau makan, jika batuk maka semua yang ia minum dan makan akan keluar lagi. Karena kasian, maunya saya kasih obat. Cuman saya tidak stock obat batuk, hanya stock parasetamol. Berhubung dia mulai batuk di pagi hari dan dokter anaknya hanya buka di sore hari, home treatment yang ini tidak bisa dilaksanakan karena Cuta anak yang susah disuruh diam, jadi mana dia mau cium-cium uap air gitu, maka keluarlah resep andalan neneknya untuk membantu melancarkan tenggorokannya.

Resep mengobati batuk balita ini berupa resep jamu sederhana yang berbahan dasar kunyit putih. Jamunya juga tidak menggunakan takaran. Kunyit putih dicuci bersih terlebih dahulu, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu direbus hingga air rebusan berwarna kecoklatan. Rasanya agak pahit, jadi untuk penawarnya, berikan pada balita dalam kondisi hangat ditambahkan madu. Penambahan madu juga berguna untuk memberikan nutrisi yang kurang pada saat anak batuk.

Entah kenapa yang digunakan itu kunyit putih. Saya sih pernah baca, untuk mengobati batuk, bisa digunakan obat herbal berupa kunyit, madu, jeruk nipis dan jeruk lemon. Jeruk nipis tentu agak sedikit mengerikan mengingat tingkat asamnya yang tinggi, karena itu kunyit dan madu merupakan obat herbal untuk batuk yang tepat. Tentang bolehkah anak dibawah 1 tahun minum jamu kunyit, saya belum tahu jelas. Lebih baik dikonsultasikan ke dokter untuk amannya (walau Cuta pernah dikasi kunyit tanpa sepengetahuan saya sama neneknya waktu umurnya kurang dari 1 tahun, hikss). Dari websitenya Frisian Flag, ada sih artikel yang menyebut tentang pemberian kunyit pada bayi. Bunyinya seperti ini:

Jika Anda sedang menyusui, oleskan sejumput bubuk kunyit pada payudara sebelum menyusui. Jika Anda menggunakan botol, campurkan sejumput bubuk kunyit dalam susu. Berikan dua kali sehari pada bayi.

Satu hari, jamu ini diberikan satu hinga tiga kali. Kunyit mengantung antioksidan dan antibiotik alami sehingga efektif mengobati batuk yang disebabkan oleh bakteri.

Karena obat herbal, tentu saja manfaatnya tidak bisa diperoleh dalam jangka satu hari konsumsi. Untuk orang dewasa seperti kita tentu bisa menahan rasa gatal di tenggorokan, namun balita mana bisa?! Berhubung juga panasnya naik turun, maka sorenya saya ajak ke dokter spesialis anak. Oleh dokter, saya dikasi obat. Sering sih saya baca kalau sakit tidak harus minum obat, apalagi batuk dan pilek. Kebanyakan obat buat balita tentu tidak bagus bagi ginjal dan juga tubuhnya, namun sebagai ibu apakah tahan mendengar anak batuk-batuk, muntah lalu menangis dalam jangka waktu yang lama?

Saya tidak. Makanya saya ke dokter. Saya relakan Cuta dikasi obat dan antibiotik. Mengenai pemberian antibiotik ini, saya memang ragu. Namun saya langganan radang tenggorokan, jadi tahu bagaimana rasanya jika tenggorokan terkena radang. Saya relakan Cuta mengkonsumsi antibiotik untuk ketiga kalinya.

Dari dokter saya mendapatkan informasi yang sangat berharga. Mommy tidak perlu stock obat batuk ternyata di rumah. Alasannya batuk berupakan gejala penyakit yang timbul akibat infeksi atau penyakit lainnya sehingga kalau anak batuk, lebih baik anak diajak ke dokter untuk tahu apa penyebab batuknya. Pemberian obat batuk yang tidak tepat bisa berakibat kelebihan dosis obat namun batuk tidak berhenti. Jangan membeli obat batuk sembarangan, apalagi terpengaruh iklan. Karena itu tadi, batuk harus diketahui dahulu apa penyebabnya.

Alasan kedua, batuk bukanlah penyakit yang bisa membunuh dalam satu hari. Berbeda dengan panas atau demam yang jika tidak diobati segera maka bisa menimbulkan kejang dan kematian. Membiarkan anak batuk menunggu hingga sore bukanlah hal yang membahayakan. Jadi daripada stock obat batuk, lebih baik Mommy stock parasetamol dan kunyit serta madu.

Berbicara tentang DSA, DSA saya kali ini patut diacungi jempol. Sudah hampir setahun saya ganti-ganti DSA terus untuk mencari Dokter anak yang bagus di Denpasar. Ga banyak yang yang dicoba, paling hanya 5 DSA, DSA terakhir direkomendasikan oleh SPOG yang dulu. Dan ternyata, saya dan suami merasa cocok dengan DSA yang ini. Penjelasan mengapa beliau memberikan pengobatan masuk akal, selain juga ramah dan komunikatif. Hanya saja, ramenya itu loh. Harus antri agak lama. Bagi mommy yang butuh, japri aja ya. hehehhehe....

Sekarang, batuknya Cuta sudah membaik. Panas juga sudah turun dan tidak naik-naik lagi. Keringatnya sudah masam lagi (bagi saya tanda bahwa kondisinya sudah membaik). Hanya saja dia sedang susah makan, GTM lagi. Duh, walau kemarin udah hampir 3 bulan berperang dengan GTM, sekarang menghadapi GTM jadi repot juga. Aduh....

1 cutter fits all

1 cutter fits all by kukis4fun
1 cutter fits all, a photo by kukis4fun on Flickr.

Sunday, February 17, 2013

4 Cara Memasak Makanan (Mpasi) Bayi

Memasak makanan bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara atau metode. Selama ini, jika mommy membaca resep masakan bayi, pasti ada yang menyarankan mengukus atau merebus. Nah, apa sih kelebihan metode memasak diatas, atau metode memasak apa saja yang ada dan apa saja kelebihan dan kekurangannya? Nah, ini saya ambilkan dari artikel di beberapa media seperti http://www.babyzone.com dan wholesomebabyfood.


Metode Merebus
Merebus bisa menjadi cara yang baik untuk memasak sejumlah besar makanan dan daging yang direbus ternyata menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Untuk merebus, mommy hanya membutuhkan peralatan yang sangat sederhana yaitu panci dan air.

Kelemahannya, metode merebus ini menyebabkan hilangnya nutrisi (seperti vitamin larut air (B & C) dan mineral). Kelemahan ini sedikitnya bisa dibatasi dengan menggunakan air secukupnya saja atau membatasi waktu merebus.

Heather Schoenrock, presiden Harvest Jack, sebuah perusahaan makanan bayi organik beku, mengatakan ternyata mommy dapat menggunakan air rebusan yang berisi beberapa nutrisi dari produk yang direbus itu untuk memproses makanan lebih lanjut.


Mengukus
Ruth Frechman, seorang ahli diet terdaftar dan juru bicara American Dietetic Association, adalah penggemar metode mengukus dan menganggap sebagai cara untuk mempertahankan rasa dan sebagian besar gizi makanan. Mengukus merupakan memasak makanan di atas air mendidih sehingga makanan tidak benar-benar menyentuh air.

Mengukus sebagai metode memasak makanan membantu mempertahankan tingkat vitamin larut air dalam makanan. Vitamin C adalah vitamin larut air yang penting untuk membantu membantu dalam penyerapan zat besi. Hanya saja, pengalaman saya selama mengukus ini ternyata menghasilkan kualitas warna dan penampilan makanan yang kalah cantik dibandingkan merebus. Tapi apa iya bayi kita hanya makan warna? hihihihi....

Microwave
Microwave bisa dianggap sebagai bentuk lain dari mengukus dan sangat baik untuk memasak dalam jumlah kecil dengan cepat. (Perhatikan bahwa kentang harus ditusuk dan sayuran harus diletakkan dalam piring microwave dengan sedikit air.)

Sementara memasak makanan di steamer mungkin tampak seperti pilihan yang nyaman, laporan terbaru tentang microwave dan plastik bisa membuat orang tua skeptis. "Kantong mungkin aman, tapi saya akan merekomendasikan menggunakan wadah kaca untuk menghindari kemungkinan residu plastik masuk ke makanan," kata Frechman.

Kelemahan memasak dengan microwave diantaranya hanya bisa memasak dalam jumlah kecil, beberapa makanan mungkin kehilangan nutrisi pada tingkat yang sangat tinggi. Namun memasak dengan microwave bisa memberikan nilai rasa dan gizi sayuran yang paling baik dibandingkan metode lain.

Jumlah nutrisi yang "hancur" oleh microwave bervariasi tergantung dari jenis makanan yang dimasak. Ada beberapa makanan yang nutrisinya bisa dipertahankan dengan  microwave dibandingkan dikukus atau direbus. Contohnya adalah brokoli. Brokoli konon merupakan salah satu makanan yang bisa kehilangan sebagian besar nutrisi ketika dimasak dengan microwave dibandingkan dengan sayuran lain. Namun hal ini masih dipertanyakan karena belum berhasilnya studi.

Metode Memanggang dalam Oven
Metode ini bisa berupa memasak makanan dengan panas kering di dalam oven. Keuntungannya, metode ini bisa digunakan untuk memasak makanan dalam jumlah besar. Selain itu, kehilangan nutrisi selama memasak juga bisa dibatasi dan makanan yang dipanggang juga lebih mudah dicerna.
Beberapa sayuran yang cocok untuk dipanggang terutama yang keras dan makanan bertepung seperti kentang manis.

Metode Menggoreng
Hanya lakukan hal ini jika diperlukan. Shallow frying jauh lebih baik daripada deep frying. Deep frying pada suhu tinggi bisa menghasilkan zat kimia beracun seperti peroksida, aldehida, keton, hydroperoxidases, monomeres siklik dll Sebaiknya hindari menggunakan minyak goreng yang sudah digunakan. Menggoreng dengan sejumlah kecil minyak zaitun lebih direkomendasikan.

Metode Memanggang
Dalam metode ini, jika makanan yang dibakar dengan arang dan api, dapat menyebabkan efek karsinogenik. Bayi dan anak kecil tidak boleh disajikan makanan dengan metode panggang terus-menerus.

Metode Pressure Cooking
Kehilangan gizi lebih sedikit dalam metode ini karena hanya menggunakan sedikit air.


Nah, dari beberapa metode tersebut, Mommy bisa memilih metode mana yang paling bagus dan aman. Kalau saya sih lebih sering menggunakan metode mengukus walau kadang tidak terhindarkan memasak dengan rebusan juga.

Spongebob Party

Spongebob Party by kukis4fun
Spongebob Party, a photo by kukis4fun on Flickr.

Saturday, February 16, 2013

Makanan Balita (Finger food) : BATANG TAHU CELUP TELUR

resep makanan & minuman bayi & balita

+ Makanan Balita
+ FINGER FOOD
+ Usia 1-5 tahun

☻   BATANG TAHU CELUP  TELUR
       «    Bahan
              -      150 gram tahu putih                   -          
              -      2 butir telur, kocok sebentar
              -      1 siung bawang putih, haluskan
              -      1 sdm seledri cincang
              -      Minyak goreng secukupnya
       «    Cara membuat
              1.    Campur kocokan telur dengan bawang putih dan seledri cincang. Aduk rata
              2.    Celupkan potongan tahu ke dalam kocokan telur berbumbu.
              3.    Panaskana minyak. Lalu goreng tahu hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan
              4.    Atur di atas piring saji. Sajikan.
«    Manfaat
       Putih telur sarat akan albumin. Albumin dibutuhkan tekanan osmotic darah. Selain itu., juga berguna sebagai alat  pengangkut zat gizi, seperti asam lemak, zat besi, dan kalsium yang akan diedarkan ke seluruh tubuh.
       «    Nilai Gizi per Porsi
              -      Energi                    :    31.1 Kkal
              -      Protein                   :    1.8 Gram
              -      Lemak                    :    2.7 Gram
              -      Karbohidrat           :    0.3 Gram

House of love

House of love by kukis4fun
House of love, a photo by kukis4fun on Flickr.

Friday, February 15, 2013

Makanan Balita : DADAR BAKSO IKAN

resep makanan & minuman bayi & balita

+ Makanan Balita
+ CEMILAN  BERGIZI
+ Usia 1-5 tahun

☻   DADAR BAKSO IKAN
       «    Bahan
              -      5 butir bakso ikan*
              -      2 butir telur
              -      1 tangkai seledri, iris halus
              -      125 gram tepung terigu
              -      50 gram wortel, serut kasar
              -      Minyak untuk menggoreng dadar secukupnya
       «    Cara membuat
              1.    Iris-iris bakso ikan menurut selera. Sisihkan
              2.    kocok telur bersama bumbu yang dihaluskan. Tambahkan seledri, tepung terigu, dan wortel serut. Aduk rata.
              3.    Panaskan minyak di wajan dadar. Tuang adonan telur, ratakan, lalu tutup. Masak dengan api kecil sampai matang dan padat. Balikkan dadar dan matangkan selama satu menit. Angkat dan sajikan.
«    Manfaat
       DHA dan AA dapat diperoleh dari ikan terutama ikan yang hidup di perairan laut dalam. Contohnya, ikan makarel, salmon, hering, sardine, tenggiri, dan kembung. Sedangkan pada ikan air tawar adalah ikan tawes, bawal dan mas.
       «    Nilai Gizi per Porsi
              -      Energi                    :    337.6 Kkal
              -      Protein                   :    15.3 Gram
              -      Lemak                    :    19.2 Gram
              -      Karbohidrat           :    24.7 Gram
       ( Bakso ikan dipilih karena lebih empuk dibandinkan dengan bakso daging)