Showing posts with label Teknik Mpasi. Show all posts
Showing posts with label Teknik Mpasi. Show all posts

Thursday, July 25, 2013

Menyimpan/Membekukan Makanan Bayi

Penyimpanan Makanan Bayi
Untuk menjaga higienitas dan kebersihan, tentunya setelah disiapkan, makanan bayi harus disimpan dengan benar terutama jika disiapkan jauh sebelum jam makan. Puree sangat rentan dengan bakteri, terutama jika disimpan dalam ruangan terbuka. Menutup saja tentu tidak menjanjikan kebersihannya, untuk itu puree atau makanan bayi yang tidak akan segera dikonsumsi, bagusnya disimpan di kulkas untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

Penyimpanan tentu saja menggunakan peralatan makanan bayi yang tepat, yaitu wadah bertutup yang BPA free. Tidak hanya untuk puree saja sih, makanan lain seperti sayur rebus atau bubur juga baiknya disimpan di kulkas. Wadah bertutup bertujuan untuk mengurangi kontaminasi dengan bahan makanan lain di kulkas seperti daging atau sayuran.

Ketika hendak diberikan ke bayi, makanan tersebut bisa dihangatkan. Sangat tidak disarankan untuk menghangatkan kembali di atas kompor karena proses memasak yang berkali-kali bisa mengurangi kandungan nutrisinya. Untuk itu, menghangatkan makanan bayi bisa dilakukan dengan meletakannya di dalam magic jar, magic com atau rice cooker. Peralatan makanan bayi tersebut biasanya disertai saringan untuk mengukus, dan itu bisa dimanfaatkan untuk menghangatkan makanan. Tentunya cek lagi suhu makanan biar suhunya pas.

Cara lebih efektif yaitu dengan menggunakan baby food warmer elektrik. Tapi tentunya harus punya alatnya dan budget lebih hehehehhe. Jadi sesuaikan budget saja.

Makanan yang tidak habis hendaknya jangan disimpan lagi, dibuang saja atau emaknya yang makan. Hehehhee....

Membekukan Makanan Bayi
Cara yang paling efisien untuk menyimpan makanan bayi rumahan untuk jangka waktu yang lebih lama  adalah dengan menggunakan  ice cube tray yang sudah BPA–free. Makanan bayi yang sudah dihaluskan atau pure dimasukan ke ice cub tray dengan menggunakan sendok. Tutup ice cube tray yang sudah berisi makanan bayi tersebut dengan plastik.

Sebelum digunakan, ice cub tray harus benar-benar dibersihkan menggunakan air sabun hangat. Atau jika mau, Mommy juga bisa merebusnya terlebih dahulu untuk sterilisasi.

Setelah itu masukan ice cub tray ke dalam freezer dan bekukan. Setelah beku, keluarkan makanan bayi yang sudah jadi es tersebut dari tray. Mommy bisa memasukannya ke dalam freezer bag, atau menggunakan wadah bertutup yang sudah BPA-free untuk mengurangi kontaminasi dengan bahan makanan lain di freezer. Pastikan memberi label tanggal dengan baik pada wadah, dan kembali letakan pada freezer. Selain label tanggal, pastikan memberi label jenis makanan, sehingga Mommy tidak repot menebak-nebak jika ingin menggunakannya.

Keuntungan membekukan makanan bayi dengan ice cub tray diantaranya adalah masing-masing cube berisi sekitar 1 ons sehingga memudahkan Mommy untuk mengatur berapa cube yang akan diberikan pada bayi. Selain itu, ice cube tray tidak perlu dibeli karena sudah pasti jadi satu paket dengan kulkas. Mommy juga tidak banyak membuang makanan karena porsi cube nya kecil.

 Makanan bayi yang sudah dibekukan ini bisa tahan hingga 3 bulan di dalam freezer. Namun masa penyimpanan hanya tahan 48 jam jika diletakan di chiller atau kulkas bagian bawah.

Tidak dianjurkan untuk membekukan makanan bayi dalam botol kaca atau stoples kaca yang tidak dibuat secara khusus untuk membekukan makanan bayi. Kaca memiliki kemampuan retak yang tinggi sehingga berbahaya.

Jangan membekukan makanan yang sudah pernah beku dan dicairkan karena sangat rentan dengan pertumbuhan bakteri. Lalu bagaimana jika salah satu bahan dari puree tersebut pernah dibekukan dalam keadaan mentah misalnya kacang polong beku? Dari nurturebaby.com dijelaskan bahwa jika bahan itu dibekukan saat masih mentah, lalu dimasak dan dijadikan puree, puree nya bisa dibekukan kembali. 

Bolehkah membekukan makanan yang sudah dicampur dengan ASIP yang sebelumnya sudah pernah dibekukan?

Dari wholesomebabyfood dijelaskan bahwa Mommy seharusnya tidak menggunakan ASIP yang sudah dibekukan untuk membuat makanan bayi yang akan disimpan di freezer. Artinya, ASI yang sudah pernah dibekukan kemudian dicairkan lagi itu, tidak boleh dibekukan kembali, walaupun dalam kondisi tercampur dengan puree. 

Monday, July 22, 2013

Peralatan untuk Menyiapkan Makanan Bayi

Sebagian besar Mommy suka shoping dan mungkin tergoda untuk membeli peralatan untuk membuat makanan pendamping ASI bayi yang mahal, bagus dan juga bervariasi. Padahal jika dilihat-lihat, Mommy mungkin mempunyai hampir semua peralatan yang dibutuhkan di lemari dapur. Namun tetap saja, jiwa shoping bisa mempengaruhi pandangan mata.

Sebagai sedikit gambaran, untuk membuat makanan bayi, Mommy hanya memerlukan peralatan memasak dasar sebagai berikut:

-    Panci
-    Food processor seperti blender, grinder, hand grinder dll
-    Peralatan sederhana seperti pisau, talenan, saringan dll

Tiga peralatan dasar diatas tentunya sudah Mommy punya di dapur. Panci fungsinya untuk memasak makanan bayi baik itu mengukus atau merebus. Food processor fungsinya untuk membuat puree atau menghaluskan makanan bayi. Jika tidak menggunakan yang elektrik, Mommy bisa menggunakan saringan logam atau kawat.

Sementara untuk memberikan dan menyimpan makanan bayi, ada lagi peralatan yang diperlukan. Kira-kira peralatan dasarnya adalah:

-    Piring dan sendok bayi.
-    Wadah kecil bertutup atau cup kecil bertutup ukuran 1-1.5 oz untuk menyimpan makanan bayi.
-    Kulkas, tentunya.
-    Magic jar, magic com atau rice cooker untuk menghangatkan.
-    Ice tray untuk membekukan. Bagusnya jika bertutup. Atau bisa juga menggunakan wadah kecil bertutup seperti point 2.

Rasanya peralatan dasar yang dibutuhkan hanyalah itu. Keempat jenis peralatan itu fungsinya primer, artinya memang harus ada kalau hendak memberikan dan menyimpan makanan bayi.

Piring dan sendok khusus bayi tersedia banyak di supermarket, toko kebutuhan bayi dan juga kebutuhan rumah tangga. Hendaknya tidak menggunakan sendok dari logam karena bisa menyebabkan luka pada gusi bayi yang masih sensitif. Juga jangan menggunakan sendok makan biasa karena mulut bayi kan masih kecil sekali.

Untuk media penyimpanan di kulkas, bisa menggunakan wadah kecil dengan tutup untuk menghindari kontaminasi dengan bahan makanan lain di kulkas. Ukuran yang kecil pas dengan porsi bayi.

Kalau fungsi kulkas jangan ditanya deh, terutama bagi working mom yang tidak bisa menyiapkan makanan semenit sebelum diberikan. Kulkas fungsinya untuk menyimpan sementara atau bahkan menyimpan dalam waktu lama dengan cara dibekukan.

Nah, setelah makanan disimpan di kulkas, saat hendak memberikan harus dihangatkan. Inilah fungsinya magic com, magic jar atau rice cooker. Tinggal taruh makanan bayi di dalamnya (tentunya dengan wadah tahan panas), dan tunggu hingga hangat.

Peralatan dasar diatas rata-rata sudah ada di dapur. Namun sekarang ada banyak pilihan peralatan yang memang khusus dibuat untuk menyiapkan makanan bayi.

Diambil dari file milis Mpasi rumahan, berikut kira-kira peralatan tambahan tersebut:

Homemade Babyfood Maker Set
Fungsi Homemade babyfood maker set: Merupakan satu set alat yang bisa digunakan untuk memeras buah jeruk, menyaring, penggiling/grinder, pemarut dan menghaluskan makanan.



Merk yang direkomendasikan yitu: Pigeon, PEX, PUPU. Variasi harga: berkisar diantara Rp 35.000 hingga 80.000 untuk merk PEX dan PUPU, dan Rp 130.000 hingga 150.000 untuk merk Pigeon.

Baby Food Warmer (elektrik)
Fungsinya sudah pasti untuk menghangatkan makanan bayi. Fungsi yang sebenarnya bisa digantikan dengan magic com, magic jar atau malah rice cooker. Merk yang direkomendasikan adalah Avent, Babylove, Core dengan variasi harga berkisar antara Rp 150.000 s.d 250.000.

Mini Blender, Hand Blender
Namanya saja mini, fungsinya adalah menghaluskan makanan bayi dalam porsi yang lebih mini. Cocok digunakan jika Mommy ingin mempersiapkan alat khusus untuk makanan bayi. Merk yang direkomendasikan adalah Babylove, Pukupuku, Philips dengan variasi harga Rp 200.000 s.d 250.000

Mini Elektric Slow Cooker
Peralatan ini sangat populer di kalangan mommy yang bekerja. Fungsinya adalah memasak makanan bayi baik itu bubur atau nasi tim dengan praktis dan tanpa tenaga. Namanya juga elektrik, Mommy cukup memasukan beras dan air sesuai takaran, sambungkan ke stop kontak listrik, tekan tombol dan bubur akan termasak dengan sendirinya.
Merk yang banyak digunakan adalah Takahi dengan harga yang bervariasi, tergantung lokasi tempat tinggal.

Botol Bersendok


Biasanya dari jenis polypropylene. Berupa botol dengan ujungnya berupa sendok. Praktis jika digunakan untuk menyuapkan makanan semi cair seperti jus atau bubur tepung cair untuk bayi di awal Mpasi. Merk yang direkomendasikan adalah merk Pigeon.

Nah, itu kira-kira peralatan yang dibutuhkan. Kira-kira ada tambahan ga ya?

Sunday, February 17, 2013

4 Cara Memasak Makanan (Mpasi) Bayi

Memasak makanan bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara atau metode. Selama ini, jika mommy membaca resep masakan bayi, pasti ada yang menyarankan mengukus atau merebus. Nah, apa sih kelebihan metode memasak diatas, atau metode memasak apa saja yang ada dan apa saja kelebihan dan kekurangannya? Nah, ini saya ambilkan dari artikel di beberapa media seperti http://www.babyzone.com dan wholesomebabyfood.


Metode Merebus
Merebus bisa menjadi cara yang baik untuk memasak sejumlah besar makanan dan daging yang direbus ternyata menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Untuk merebus, mommy hanya membutuhkan peralatan yang sangat sederhana yaitu panci dan air.

Kelemahannya, metode merebus ini menyebabkan hilangnya nutrisi (seperti vitamin larut air (B & C) dan mineral). Kelemahan ini sedikitnya bisa dibatasi dengan menggunakan air secukupnya saja atau membatasi waktu merebus.

Heather Schoenrock, presiden Harvest Jack, sebuah perusahaan makanan bayi organik beku, mengatakan ternyata mommy dapat menggunakan air rebusan yang berisi beberapa nutrisi dari produk yang direbus itu untuk memproses makanan lebih lanjut.


Mengukus
Ruth Frechman, seorang ahli diet terdaftar dan juru bicara American Dietetic Association, adalah penggemar metode mengukus dan menganggap sebagai cara untuk mempertahankan rasa dan sebagian besar gizi makanan. Mengukus merupakan memasak makanan di atas air mendidih sehingga makanan tidak benar-benar menyentuh air.

Mengukus sebagai metode memasak makanan membantu mempertahankan tingkat vitamin larut air dalam makanan. Vitamin C adalah vitamin larut air yang penting untuk membantu membantu dalam penyerapan zat besi. Hanya saja, pengalaman saya selama mengukus ini ternyata menghasilkan kualitas warna dan penampilan makanan yang kalah cantik dibandingkan merebus. Tapi apa iya bayi kita hanya makan warna? hihihihi....

Microwave
Microwave bisa dianggap sebagai bentuk lain dari mengukus dan sangat baik untuk memasak dalam jumlah kecil dengan cepat. (Perhatikan bahwa kentang harus ditusuk dan sayuran harus diletakkan dalam piring microwave dengan sedikit air.)

Sementara memasak makanan di steamer mungkin tampak seperti pilihan yang nyaman, laporan terbaru tentang microwave dan plastik bisa membuat orang tua skeptis. "Kantong mungkin aman, tapi saya akan merekomendasikan menggunakan wadah kaca untuk menghindari kemungkinan residu plastik masuk ke makanan," kata Frechman.

Kelemahan memasak dengan microwave diantaranya hanya bisa memasak dalam jumlah kecil, beberapa makanan mungkin kehilangan nutrisi pada tingkat yang sangat tinggi. Namun memasak dengan microwave bisa memberikan nilai rasa dan gizi sayuran yang paling baik dibandingkan metode lain.

Jumlah nutrisi yang "hancur" oleh microwave bervariasi tergantung dari jenis makanan yang dimasak. Ada beberapa makanan yang nutrisinya bisa dipertahankan dengan  microwave dibandingkan dikukus atau direbus. Contohnya adalah brokoli. Brokoli konon merupakan salah satu makanan yang bisa kehilangan sebagian besar nutrisi ketika dimasak dengan microwave dibandingkan dengan sayuran lain. Namun hal ini masih dipertanyakan karena belum berhasilnya studi.

Metode Memanggang dalam Oven
Metode ini bisa berupa memasak makanan dengan panas kering di dalam oven. Keuntungannya, metode ini bisa digunakan untuk memasak makanan dalam jumlah besar. Selain itu, kehilangan nutrisi selama memasak juga bisa dibatasi dan makanan yang dipanggang juga lebih mudah dicerna.
Beberapa sayuran yang cocok untuk dipanggang terutama yang keras dan makanan bertepung seperti kentang manis.

Metode Menggoreng
Hanya lakukan hal ini jika diperlukan. Shallow frying jauh lebih baik daripada deep frying. Deep frying pada suhu tinggi bisa menghasilkan zat kimia beracun seperti peroksida, aldehida, keton, hydroperoxidases, monomeres siklik dll Sebaiknya hindari menggunakan minyak goreng yang sudah digunakan. Menggoreng dengan sejumlah kecil minyak zaitun lebih direkomendasikan.

Metode Memanggang
Dalam metode ini, jika makanan yang dibakar dengan arang dan api, dapat menyebabkan efek karsinogenik. Bayi dan anak kecil tidak boleh disajikan makanan dengan metode panggang terus-menerus.

Metode Pressure Cooking
Kehilangan gizi lebih sedikit dalam metode ini karena hanya menggunakan sedikit air.


Nah, dari beberapa metode tersebut, Mommy bisa memilih metode mana yang paling bagus dan aman. Kalau saya sih lebih sering menggunakan metode mengukus walau kadang tidak terhindarkan memasak dengan rebusan juga.