Wednesday, November 7, 2012

Resep Banana Cupcake (8 Month +)

Resep makanan bayi yang satu ini simple dan bahan-bahannya mudah didapat. Karen apake butter dan kuning telur jadi idealnya bisa diberikan untuk bayi umur 8 bulan ke atas. Oh ya, resep ini saya dapat masih dari milis ibu-ibu, Mpasi Rumahan yang okeh banget. berikut resepnya:

Banana cupcake :


175gr unsalted butter
2 pisang ambon ukuran sedang
3 butir kuning telur
165gr gluten free flour (blh diganti tepung terigu cakra hijau)

Cara :
1. Aduk2 butter (yang sudah didiamkan di suhu ruangan) sampe lembut , masukkan kuning telur, aduk lagi hingga merata sekali.
2. Masukkan pisang ambon yg sudah dipenyet , aduk lagi smpai rata.
3. Masukkan tepung sambil diayak pelan. Aduk hingga adonan rata.
4. Tuang ke dalam cetakan cupcake. Panggang di oven yg sudah dipanaskan dengan suhu 180 C selama 25 menit atau sampe matang :)

Tuesday, November 6, 2012

Pancake Salmon Saus Tomat Keju (1 year+)

Lagi doyan-doyannya nih share resep makanan bayi yang saya dapat dari milis Mpasi Rumahan.( mom Aksaridewi) resep pancake, namun pake salmon. Karena ikan salmon termasuk ikan laut yang mengandung resiko alergi, maka baiknya diberikan pada baby usia 1 tahun ke atas. Bagi yang minat, ini nih resepnya:

PANCAKE SALMON SAUS TOMAT KEJU
Bahan :
1 buah kentang dikukus (haluskan)
1 sdm mentega atau butter
2 sdm Wortel parut
3 sdm zucchini (bisa diganti kacang polong). Kalau kacang polong direndam air
panas dan kupas kulit arinya lalu haluskan kasar dengan sendok
2 sendok makan ikan salmon
1 butir telur
1 siung bawang putih cincang
bawang bombay secukupnya cincang
Keju parut secukupnya

Saus Tomat keju

Bahan :
2 buah tomat yg sudah merah (kupas kulit, buang biji dan blender)
Air kaldu 50 ml
Bawang putih cincang
Bawang Bombay cincang
Keju parut secukupnya
Oregano secukupnya

Cara membuat :

Pancake salmon
1. Tumis bawang bombay + bawang putih sampai wangi dan layu. Masukkan salmon,
masukkan parutan wortel + zucchini.
2. Campur bahan yg sudah ditumis kedalam kentang yang sudah dihaluskan, masukkan
telur, beri keju yg sudah diparut. Aduk adonan.
3. Siapkan wajan anti lengket, masukkan mentega atau butter.. Tuang adonan
pancake, bolak balik sampai matang kecoklatan..

Saus tomat keju
Tumis bawang bombay + bawang putih sampai wangi dan layu. Masukkan tomat blender,
keju parut dan air kaldu. Masak sampai mendidih, tambahkan oregano. Matikan

Cara penyajian : letakkan pancake dipiring, lalu siram dgn saus tomat keju..

Sunday, November 4, 2012

Resep bakso Ikan (8 Month +)

Haha... resep makanan bayi lagi. Seperti biasa dapatnya di milis Mpasi Rumahan. Kali ini resep lauk bakso. Bisa diberikannya dari umur delapan bulan, namun karena pakai garam, mungkin mommy yang anti gulgar under 1 years bisa menggantinya dengan keju.

Untuk sekarang sih si Cuta belum pernah tak bikinin bakso berhubung belum punya gigi. Namun saya posting resep ini biar gampang nanti buka-buka pas perlu. Ini dia resepnya.

Resep Bakso Ikan

Bahannya:
1 kg ikan tengiri yg gepeng/pipih
1 sendok teh Tepung kanji
Garam secukupnya
Jahe secukupnya
Lada secukupnya
Daun bawang
Bawang goreng
5 siung Bawang putih (diulek)

Proses pembuatan bakso:
1.  Ikan direndam jeruk nipis secukupnya selama 10 menit
2. Ikan dipotong fillet (dipisahkan daging, duri dan kulitnya). Duri dan kulit jangan dibuang bisa untuk bahan kaldu.
3. Ulenin fillet ikan (Diaduk-aduk) hingga agak liat - prosesnya kurang lebih 45 menit
4. Masukkan garam dan tepung kanji ke dalam ikan yg telah diulenin lalu kembali diulenin kurang lebih 20 menit lalu bentuk bulat-bulat.

Untuk kuahnya:
1. Panaskan 1 setengah liter air. Masukkan duri dan kulit ikan, bawang putih yg diulek, garam dan gula dan lada.
2. Masukkan ikan yg telah dibentuk bulat-bulat.
3. Jangan lupa tambahkan bawang goreng dan daun bawang

Aku Mau Makan Sendiri, Bu!

Di sela-sela masa gak mau makannya si Cuta, sekarang perkembangannya memasuki tahap baru. Pegang sendok sendiri! Halah, nak nak, kamu itu, makan aja ga mau udah mau megang sendok aja. Jika dahulu, ia mau diam saat digendong kesana-kesini dalam rangka acara makan, sekarang dia lebih suka berontak. Ia sudah berusaha menggapai-gapai sendoknya sendiri, tidak cukup hanya sendoknya namun mangkoknya sekalian. Jika tangannya sudah bisa menjangkau mangkok, tidak cukup hanya sampai disana, ia memasukan tangannya ke dalam makannya dan meremas-remasnya. Nice Job, Son!

Ini terjadi kira-kira sudah hampir seminggu. Saya mengerti keinginannya untuk memegang sendok sendiri. Ia ingin makan sendiri. Jujur, di usianya yang 9 bulan ini saya perhatikan anak itu sudah pintar meniru. Apa yang dikerjakan orang tua atau orang di sekelilingnya dan itu menarik bagi dia, maka dia akan memperhatikannya. Tidak lama, ia ingin melakukannya sendiri.

Hasil nyatanya, ia bisa memutar-mutar tombol volume tape bapaknya (walau ia belum tahu efek nya dan kadang kaget terlonjak sendiri saat volume lagu membesar). Ia juga dengan gampangnya bisa mencari barang-barang yang disembunyikan dibawah bantal. Dia sudah bisa goyang kalau ada suara musik dan terakhir tadi pagi ia berusaha memutar knop blender sendiri. Saya memang sering memangkunya saat memblender makanannya.



Halah kok jadi muji-muji anak sendiri sih. hihihih... BTT, keinginannya menggapai sendok ini saya sudah prediksikan bahwa ia ingin makan sendiri mengingat saya sering mengajaknya menemani bapaknya makan. Makanya, ketika makanannya sudah habis setengah dan keinginannya mengambil sendok tak terbendung, ia tak dudukkan di atas lantai dengan dialasi perlak. Saya ambilkan mangkok baru disertai sendok. Ke dalam mangkoknya saya taruh sedikit makanan dengan harapan ia belajar menyendok dan makan sendiri. Hasilnya: Ampun deh, Nak! Makanannya dibejek-bejek, ditumpahin dan mangkoknya dibalik-balik. Badan dan pakaiannya belepotan semuanya.

Namun tidak apa, ini adalah bagian dari perkembangannya. Meskipun dia lebih tepat disebut menghancurkan mangkoknya, namun sebelum acara penghancuran itu, ia sempat juga belajar menyendok. Tapi dasar si Cuta tidak mau diajari-dia ahli meniru- dia marah saat saya memegang tangannya dan mengarahkan sendoknya ke mangkok. maksudnya mengajari gitu.

Tadi waktu buka pesbuk, sempat ada postingan dari salah satu fans page yang saya ikuti bahwa ketika bayi mulai mau meraih sendok, maka beri ia kesempatan. Kita tidak harus menyuapinya setiap kali jadwal makannya tiba. Walaupun berantakan, menyuap sendiri dengan sendok dapat membantu perkembangan motoriknya.

Waduh, berarti tindakan saya sudah benar dong (bangga.mode.on). 


Saturday, November 3, 2012

Resep Banana Cheese Muffin ( 8 Month +)

Kali ini mau nyatet sekaligus share resep jajan yang bisa dipakai camilan di sela-sela waktu makan si kecil, biasa resep makanan bayi ini saya dapat dari milis Mpasi Rumahan. Belum dicobain sih, namun

Banana Cheese Muffin 

Bahan :
400 gr Pisang ambon
250 gr tepung terigu
125 gr gula pasir (optional)
3 butir telur ayam
100 gr mentega cairkan
1,5 sdt baking powder
Keju secukupnya
Bubuk cinamon seiprit
Kismis secukupnya (tuk taburan)

Cara Memasak :
1. Lumatkan pisang terus aduk dengan telur, sisihkan
2. Campur bahan-bahan kering, terigu, gula dan baking powder aduk rata lalu masukkan pisang dan telur tadi aduk rata kembali
3. Masukkan mentega / butter yang sudah dicairkan dan aduk rata.
4. Masukkan keju dan bubuk cinamon
5. Panaskan oven,dan tuang adonan ke dalam cetakan muffin.
6. Taburin kismis diatasnya. (Boleh dicincang boleh utuh)
7. Panggang dalam oven 180 derajat celcius selama 25-30 menit atau hingga mateng.

Wednesday, October 31, 2012

Resep Roti Lapis Isi Daging (8 Month +)

Dapat resep makanan bayi lagi dari milis Mpasi Rumahan, kali ini resep roti lapis isi daging untuk bayi umur 8 bulan ke atas.

Resep Roti Lapis Isi Daging

Bahan-bahan:

Roti tawar 2 lembar
Daging giling 2 sdm (bisa diganti daging ayam giling, udang cincang, dll).
jagung manis 1 bh (diparut)
susu cair (UHT) 30 ml (bisa diganti susu formula yg dicairkan)
daun bawang diiris secukupnya
bawang putih 1 siung (diiris tipis)
olive oil untuk menumis
telur ayam kampung 1 butir (untuk baluran) kocok
tepung roti (bread crumb) (untuk baluran)

Cara Membuat:

bahan olesan:
- panaskan olive oil di wajan.
- tumis bawang putih hingga harum, masukkan daging cincang, masak hingga setengah matang.
- masukkan parutan jagung, tambahkan susu cair, aduk
- masukkan daun bawang, masak hingga matang.
- Ambil 1 lembar roti tawar, olesi bahan olesan hingga seluruh permukaan roti tertutup.
- Tangkupkan dengan 1 lembar roti tawar.
- celup dalam kocokan telur hingga menutupi seluruh permukaan
- balurkam dengan tepung roti
- Goreng dalam minyak panas, hingga matang.

Resep ini keknya berupa makanan padat, apa bisa ya si Cutah makan berhubung dia belum punya gigi? Ah, dicatat ajalah dulu.

Oh, Bayi... Oh Bayi

Memang ya, anak bayi tidak bisa diprediksi. Baru kemarin rasanya senang karena GTM Acyuta usai, namun ternyata setelah pindah ke rumah Denpasar, GTMnya ga ketulungan. Memang ada ya anak GTM karena lokasi?

Ah capek deh. Si Bayi GTMnya sama parahnya kek dulu. Terlebih saya tidak bisa ngontrol makannya karena tidak bisa jengukin pas makan siang. Jika dulu waktu tinggal di Jimbaran dan GTMnya reda, pagi-pagi saya bisa make sure if he eat all of his meal. Tetapi sekarang, susah. Pagi-pagi saya berusaha memberi dia makan, karena entah mengapa, kalau sudah ditinggal di Denpasar, makannya tidak terurus. Walaupun sudah ada neneknya, tetap minum susu cuman 2 kali itu pun masing-masing maksimal 60 ml, makan siang tidak habis, buah kadang tidak habis. Ditinggalnya lumayan lama, dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Lalu energinya darimana????

Tetapi salut emang sama bayi satu ini. Walau belakangan makannya kurang, hanya minum air dan susu, namun aktivitasnya sama sekali tidak terganggu. Ia tetap tidak diam-diam, aktif, merangkak kesana kemari. Sama sekali tidak terlihat lemas dan masih tetep aja doyan bikin emaknya olahraga sebelum tidur dengan men-titah dia kesana-kemari.

Cara mengatasi GTMnya sekarang versi saya adalah dengan memberikan makanan berkuah. Denpasar sedang panas-panasnya. Suhu di luar 38 derajat celcius. Pagi-pagi saya kasih makan, sesendok bubur dengan kuah. Sendok saya taruh di bibirnya dengan posisi miring sehingga airnya perlahan turun ke dalam mulutnya. Cara ini berhasil kemarin sore, walau memang porsi makannya tidak terlalu banyak, but its okaylah daripada enggak sama sekali.

Hari ini saya tidak sempat menyuapinya karena dia keburu ditidurkan oleh neneknya. Semoga hari ini makannya bagus *doa*.

Ah jadi inget kejadian tadi pagi ketika nyiapin makanan Acyuta. Iseng-iseng nyicipin bubur nasi yang disiapkan si pengasuh dan hakk... apa ini, kenapa ada rasanya?

Weleh-weleh, ternyata ditambahi garam. Setelah diinterview, si pengasuh mengaku menambahkan garam atas inisiatifnya sendiri. Dimarahi salah, takut dia ngambek. hah... sabar... akhirnya hanya bisa memberitahunya secara tegas.