Thursday, October 11, 2012

Berubah Berubah Berubahhh

ada yang berubah belakangan ini. Yang biasanya belanja di pasar, sekarang doyan banget belanja di supermarket. Belanjanya juga ga tanggung-tanggung, belanja sayur plus tahu. Plis deh, belanja tahu aja ke supermartet? bukan nya di pasar dekat rumah banyak tuh penjual tahu?

Heheheh... beginilah emak sok modern. Berbekalkan berbagai ilmu dari milis, sayah ingin memberikan makanan-makanan bergizi buat di baby. Bergizi tentu saja memang tidak harus mahal, namun yah, udah dibilang ilmu dari milis ntu ilmu bule alias produk makanannya kebanyakan produk bule, maka si baby jadi pemakan makanan impor.

Ga bermaksud ga sih, cuman gimana ya, pengen gitu ngikutin saran-saran ibu di milis. apalagi jika makanan itu emang disukai sama si baby. Makanya, saya yang biasanya ogah ke supermarket karena pasti boros, rajin nyambangin Tiara buat beli tofu, bayam merah, EVOO hingga kabocha. emang sih, makanan tersebut ga ada di pasar tradisional. makanya, saya bilang berubah berubah berubah.

Tetapi ga semua berbau impor kok. Hanya bahan makanan tertentu yang saya beli di supermarket. Contohnya ya, bahan makanan diatas. Yang lain macam sayur yang gampang ditemui di pasar, tetap pasar lah. kan lagi jamannya ngirit gitu.

Tapi entah kenapa, kok pengen aja ya ke supermarket lagi?
Ampun deh...

Sunday, September 23, 2012

Ketika Dia Harus Ditinggalkan

Apa kira-kira yang membuat seornag ibu sedih? Ah meninggalkan anaknya. Iya, hari ini berasa banget sayang ninggalin Cyuta. Hari ini dia diam di rumah denpasar, jauh dari tempat kerja, tidak bisa nengokin sat jam istirahat seperti biasa. Ditambah Bapaknya lagi keluar kota, entah kenapa semakin enggan ninggalin dia. Apalagi apalagi, pagi-pagi saat disusuin dia bengong, lihat neneknya minta digendong. Serasa ditinggalkan dia rasanya (ababil banget, irinya itu loh). Ah, sampai saat ini saya memang kadang masih suka iri kalau dia ingin digendong orang lain kalau sedang sama saya. Gimana gitu rasanya, serasa mau ditinggalkan. hikhikhik...

tapi tadi sebelum berangkat, dia bangun begitu saja dari tidurnya. Dia tak gendong, tak ciuin bertubi tubi pipi sama dagunya. Tumben, dia tidak protes. Bahkan tertawa-tertawa. Padahal direbahkan sedikit aja dia udah protesnya minta ampun.

Ah, meninggalkanmu adalah sebuah rasa sedih.

Wednesday, September 19, 2012

Di Balik Sebuah Musibah

Mungkin memang benar sebuah musibah melatih kita untuk menjadi semakin berhati-hati. Iya, selama ini saya selalu meremehkan soal kehati-hatian. semenjak Acyuta lahir, saya terkesan agak 'beringas' menjaga dia. Meletakannya agak di sisi luar ranjang, menarik kakinya saat hendak menggendongnya, tangannya sering terbentur dinding atau meja ketika saya mengajaknya jalan-jalan, atau ketika hendak menyusui malam-malam dan posisi dia tidak pas, saya seenaknya saja menarik-narik dia.

Duh, Tuhan. Saya memang ibu yang teledor.
Hingga kejadiannya dua hari yang lalu, sore sekitar jam 4, dia terjatuh dari babywalkernya. Saat itu giliran saya yang menjaganya. Pengasuhnya sedang nyeterika baju, dia saya letakan di baby walker di ruang tengah. Sambil melirik-lirik dia, saya memeriksa pengeluaran. Awalnya saya duduk di ruang tengah, entah kenapa saya tiba-tiba pindah ke kamar. Menit-menit pertama saya masih sempat melirik dia seliweran dengan BWnya. Terakhir saya ingat, dia melongok ke kamar ngelihatin saya setelahnya saya fokus pada pengeluaran. Saya lupa dia.

Hingga terdengar suara gubrak jatuh dan tangisannya. Saya kaget, langsung lari ke ruang tengah. dia tidak ada. saya lari ke belakang. Ya ampun, dia sudah tersungkur di dapur yang lantainya lebih rendah beberapa centi dari ruang tengah.

Saya masih samar-samar mengingat posisinya jatuh. BW nya terbalik, kakinya di atas.

Saya angkat dia, dia nangis sesenggukan. Lama dia saya dekap, tangisnya bener-bener, uhh.... tidak bisa diceritakan. Jantungnya berdebar kencang, dia kaget dan menangis karenanya.

Rasa bersalah benar-benar membuat saya merutuki diri sendiri.

Kini, saya benar-benar berjanji pada diri sendiri agar tidak teledor lagi. ketika menjaga Acyuta, saya tidak akan mengerjakan hal lain lagi, kecuali sambil saya gendong.

Be healhty Acyuta!

Tuesday, June 5, 2012

MPASI Yang Terlalu Dini

Minggu keempat setelah ditinggal kerja, Acyuta mogok minum dari dot. Dia sama sekalu tidak mau ngedot. Sedih sekali saat melihatnya tidur karena kelelahan sambil sesenggukan di pelukan pengasuhnya. Ia kelaparan, menangis terus menerus hingga didatangi tetangga. Bersyukur salah satu tetangga yang lagi cuti memberi kabar sehingga aku bisa menemukannya dalam kondsi seperti ini.

Mungkin ini perasaan seorang ibu. Jujur tidak bisa menahan air mata itu. Apalagi pada hari-hari seterusnya dia juga tidak mau ngedot. Dot sudah digantik sama yang orthodontik n lemas luar biasa. namun kemajuannya tidak pesat.

Akhirnya pada hari kamis, dia terlihat benar-benar kurusan. geraknya sedikit, kurang lincah, lemah, tidur tidak nyenyak. Kakak iparku bilang ini adalah efek psikologis yang membuatnya cemas saat tidur. dalam umur 4 bulan tersebut, nampaknya ia sudah bisa merasakan kecemasan saat tidur, jika nanti bangun dia tidak bisa mendapatkan susu. Hal ini yang membuat tidurnya tidak nyenyak, terbangun padahal baru tidur setengah jam.

Akhirnya dengan pertimbangan ini, demi tidur, berat badan dan juga perkembangannya, akhirnya Acyuta mendapat Mpasi pertamanya pada umur 4 bulan 3 hari, Minggu 3 Juni 2012. Keputusan ini juga diambil setelah pertimbangan dokter yang mengatakan bahwa umur 4 bulan sebenarnya sudah boleh makan makanan tambahan, namun karena program ASI ekslusif makanya MPASi baru dianjurkan setelah umur 6 bulan.

Menu pertamanya sangat sederhana. Bubur beras kekurangan air, plus susu terlalu encer ala emaknya yang tidak pengalaman. Ngasih makannya juga tidak pengalaman, sehingga MPASi hari pertama ini, GATOT alias gagal total. Makanannya dilepeh sambil nangis-nangis.

Menu keesokan harinya masih sama, namun dengan kondisi yang lebih baik. Ada mertua yang mengawasi dan memberi makan. Hasilnya, luar biasa, berhasil. Satu porsi bubur susu yang kira-kira satu sendok makan habis.

Mertuaku ngasih tips pemberian MPASi pertama kali. Caranya, waktu menyuapi bubur, sendok jangan dilepas dari mulutnya namun biarkan selama beberapa saat. Bayi akan menghisap bubur encer tersebut dari sendok, seperti ia menghisap susu dari nipple ibu. Setelah dipraktekan, ternyata, yipieeee...... Acyuta makan dengan lahap.

update:
Perihal Mpasi yang terlalu dini ini, banyak memang artikel yang mengatakan bahwa ini berbahaya bagi bayi karena bisa menimbulkan masalah kesehatan bayi, bisa mencret, alergi, dan sebagainya. Bersyukur Acyuta tidak kenapa-napa karena setelah diberikan Mpasi, kondisinya makin bagus. Gerakannya lincah dan aktif. hanya saja ketika saya memeriksa pupnya, ternyata serat bubur beras merah tidak tercerna dengan baik sehingga masih utuh setelah melewati usus. Begitu juga dengan buah pear yang potongannya besar.

Disini saya tidak menganjurkan atau menyarankan Mpasi dini, semua kembali pada bayi masing-masing. Ada malah tetangga saya yang dari umur 2 bulan anaknya sudah dikasi bubur bayi kemasan, hingga sekarang juga masih baik-baik saja. Tetapi jika semua normal, alias kondisi bayi memungkinkan untuk ASi ekslusif hingga 6 bulan, ada baiknya jika saran Mpasi 6 bulan dilaksanakan. Jika tidak, mending dirundingkan dengan dokter.

Tuesday, April 24, 2012

Hello Word, Acyuta

Okay, this is the first post on this blog. Eniwei, sebenarnya masih banyak blog yang harus diupdate sehabisnya masa cuti kali ini. Namun pengalaman sebagai seorang ibu baru membuat saya 'kepincut' untuk bercerita tentang Acyuta, cowok cakep kedua saya yang kini berusia 2,5 bulan. Ah, lagi lucu-lucunya.

Kesannya gaya kali, cuman untuk ke depan, blog ini akan berisi cerita-cerita serta pengalaman saya sebagai seorang emak dari Acyuta tersayang. kali aja ada yang punya pengalaman serupa, sooo bisa berbagi pengalaman.

endingnya, hope this blog bisa berlangsung lama. maklum, selain jadi emak, buruh, saya juga seorang penggiat internet marketing kambuh-kambuhan. jadi kalau matrenya dah kambuh, ga nanggung!!!