Showing posts with label Panduan Mpasi. Show all posts
Showing posts with label Panduan Mpasi. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Puree untuk Makanan Pendamping ASI

Pada pemberian makanan pendamping ASI pada tahap awal, puree merupakan jenis makanan yang sangat direkomendasikan. Puree adalah makanan semi padat yang berbentuk seperti bubur dengan tekstur yang sangat halus. Kalau dikamus artinya sup yang kental. Bahannya bisa berupa apa saja, sayuran, buah, sereal ataupun beras.

Cara pembuatan puree sangat sederhana, berikut dipetik dari wholesomebabyfood.com.

1. Mulailah dengan memasak sayuran / buah.
Memasak bisa dengan berbagai metode. Lebih lanjut bisa dibaca di Cara Memasak Makanan Bayi.
Hal yang perlu diperhatikan adalah, mengukus bisa mempertahankan sebagian nutrisi. Namun apapun metode memasak Mommy, entah itu mengukus, memanggang dan merebus, semua metode tersebut memungkinkan untuk memasak makanan dalam jumlah besar pada suatu waktu.

2. Haluskan sayur atau buah tersebut dengan alat yang tersedia untuk pureeing atau menghaluskan. Bisa menggunakan blender, grinder, hand grinder dan lainnya.

3. Air yang dihasilkan saat memasak makanan jangan dibuang. Gunakan untuk tambahan cairan saat membuat puree. Penambahan cairan yang dihasilkan dari proses memasak ini juga membantu mempertahankan nutrisi buah atau sayur yang hilang selama memasak.

Catatan: Jangan gunakan airnya jika buah atau sayur yang akan dipuree adalah wortel atau sayuran tinggi nitrat lainnya untuk bayi di bawah usia 7 bulan.

Jika menggunakan blender, bisa jadi Mommy memerlukan tambahan air waktu menghaluskan agar alat bisa bekerja. Nah, disinilah bisa digunakan air ini.

Selain menggunakan air rebusan/kukusan, bisa juga menggunakan air biasa, ASI dan susu formula. Cairan ini akan memberikan sedikit tambahan gizi dan menambah rasa yang akrab bagi bayi.

Mencairkan puree dengan ASI sebaiknya dilakukan setelah proses pureeing atau menghaluskan makanan.

Mau resep Puree yang sederhana namun sehat? Lihat saja artikel-artikel berikut:
Resep Puree ubi jalar
Resep Puree Wortel

Wednesday, June 19, 2013

Makanan Pendamping ASI, Haruskah Bikinan Rumahan?

Makanan pendamping ASI- Sebuah pertanyaan dilematis bagi ibu-ibu yang akan memberikan makanan pendamping ASI buat bayinya. Bagaimana tidak, godaan makanan bayi instant bertebaran dimana-mana. Selain itu, banyak pihak juga lebih menyarankan makanan instant dibanding makanan bayi rumahan. Tidak sebatas keluarga, teman, kerabat bahkan ada juga dokter spesialis anak dan praktisi kesehatan seperti bidan, perawat.

Saya pernah mendengar hal ini ketika berkunjung ke DSA. Perawat yang bertugas menyarankan untuk memberikan makanan instant pada seorang ibu karena pertimbangan kandungan nutrisi pada makanan tersebut lebih komplit dibandingkan makanan buatan rumah. Tidak hanya perawat, beberapa DSA juga seringkali menggunakan bubur instant saat mencontohkan tahapan tekstur makanan yang harus diberikan. Intinya, makanan bayi instant sudah membudaya di masyarakat kita.

Namun belakangan banyak juga kok Mommy yang mencari Panduan untuk Memulai Mpasi Pertama bagi Bayi mulai berpikir ulang untuk memberikan makanan instant. Beberapa komunitas juga sering menyerukan pentingnya Mpasi atau makanan pendamping ASI rumahan buat bayinya. Walaupun mungkin tidak mengurangi seratus persen makanan instant sih.

Selain itu, masyarakat sekarang juga sudah banyak yang tahu bahwa makanan instant itu tidak sehat. Contohnya saja mie instant, banyak pengawet, penyedap atau malah pewarna berlebihan. Lalu bagaimana dengan makanan instant untuk bayi? Yah, kalau dipikir-pikir, embel-embel instant itu dimana-mana sama. Entah di makanan dewasa atau makanan bayi, walau sudah dilabeli dengan tambahan nutrisi, tetap saja namanya instant.

So, saya tentu saja berpendapat bahwa makanan bayi rumahan itu jauh lebih sehat dibandingkan makanan instant. Manfaat dari makanan pendamping ASI rumahan atau buatan sendiri itu sangat besar, diantaranya:

Mommy tahu persis apa yang dimakan oleh bayi.

Terbayang jika bayi kita makan sesuatu yang kita tidak tahu, entah jenisnya, takarannya, kesehatannya atau malah fungsinya? Nah, dengan makanan bayi rumahan, Mommy tidak perlu takut bahwa yang dimakan bayi itu ada “pengisinya”. Selain itu, Mommy bisa memiliki buah, sayur atau bahan lainnya untuk membuat puree, dibandingkan menyerahkan urusan rasa pada pabrik. Memperkenalkan berbagai variasi rasa makanan itu penting loh buat pelajaran makan bayi, terutama untuk menghindari bayi memilih-milih makanan.

Lebih Sehat dan Segar
Mommy bisa memilih sendiri bahan makanan yang akan diberikan, yang pastinya bahan yang segar, sehat, kalau perlu organic bebas residu pestisida.

Menyesuaikan dengan Kebutuhan Bayi
Adakalnya bayi sedang tidak bisa memakan sesuatu, seperti pisang saat sembelit. Nah, dengan makanan bayi rumahan, Mommy bisa menyesuaikan makanan apa yang akan diberikan sehingga memenuhi kebutuhan dan preferensi bayi.

Hemat
Tentu saja lebih hemat. Resep makanan bayi rumahan memerlukan biaya yang lebih sedikit, apalagi porsi bayi juga masih kecil. Jadi Mommy tidak perlu berbelanja khusus, karena bisa mengambil sedikit-sedikit dari bahan makanan orang dewasa. Makanan bayi rumahan juga lebih ekonomis dibandingkan yang instant, walaupun memang sih, harga bukan pertimbangan utama.

Kepuasan Pribadi
Bagian yang paling penting adalah, memberikan menu makanan bayi rumahan memberikan kepuasan tersendiri, bukan hanya bagi Mommy namun juga bayi. Bayi bisa diberikan kesempatan sedini mungkin untuk ikut memakan apapun yang dimakan keluarga, hanya saja dalam bentuk puree.

Khawatir Tidak Punya Cukup Waktu untuk Membuat Makanan bayi Sendiri?
Waktu memang menjadi kendala utama dalam membuat makanan bayi rumahan. Hal ini menjadi kendala, terutama bagi ibu yang bekerja. Jadi ketimbang menghabiskan waktu di dapur dan terlambat kerja, menggunakan makanan bayi yang sudah dikemas dan siap pakai menjadi alternative yang menolong.

Membayangkan menghabiskan waktu di dapur sementara masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan memang menyebalkan. Tapi hey, ini tidak berbicara tentang memasak opor atau makanan lain yang membutuhkan waktu lama. Memasak makanan bayi tidak seperti memasak makanan orang dewasa yang membutuhkan waktu banyak.

Makanan bayi 6 bulan bahkan tidak membutuhkan waktu lama. Hanya membuat bubur beras sebanyak setengah sendok teh tepung. Atau membuat puree buah, cukup hanya mengukus dan memblender. Beberapa buah bahkan tidak perlu dikukus.

Ada beberapa artikel mengenai manajemen waktu untuk working mom saat menyiapkan Mpasi. Selain itu, ada pula metode penyimpanan makanan yang memungkinkan makanan bayi tersebut dibekukan dan kemudian diberikan pada saat dibutuhkan, yang tentunya tidak mengurangi nutrisi dan rasanya. Intinya memasak makanan untuk bayi tidak seharusnya menjadi sebuah tugas, namun KENIKMATAN.

Lalu bagaimana jika Mommy benar-benar tidak punya waktu untuk memasak sendiri makanan bayi dan terpaksa harus memberikan makanan instant? Jennifer Shu, MD, seorang dokter spesialis anak di Atlanta and co-writer buku Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality and Food Fights: Winning the Nutritional Challenges of Parenthood Armed with Insight, Humor, and a Bottle of Ketchup, seperti yang dikutip dari webmd.com menyarankan hal berikut ini:

“If you’re really concerned about what your baby’s eating and don’t have the time to make your own baby food, focus your attention on what they’re eating once they begin table foods. It’s really a very short window of time when they are eating purees.”

Intinya jika Mommy peduli dengan apa yang dimakan bayi namun tidak punya waktu untuk membuatkan mereka makanan rumahan, Mommy bisa fokuskas perhatian terhadap apa yang mereka makan ketika mereka memulai makan table food.


Namun janganlan menggunakan saran tersebut sebagai salah satu pembenaran terhadap makanan instant secara terus menerus. Kita juga harus menghargai dan tidak menghakimi mommy yang lebih memilih makanan instant, karena tentu saja ada pertimbangan tersendiri terhadap pilihan itu. Beberapa ibu mengalami masa-masa sulit yang membuat mereka tidak memungkinkan untuk memasak sendiri makanan bayi mereka. Lagi pula, kasih sayang tidak hanya dicurahkan hanya lewat makanan saja, bukan?!

Back to topic deh, untuk membuat makanan pendamping ASI rumahan, sangat sederhana. Hal yang perlu dipersiapkan hanyalah food grinder (alat untuk menghaluskan) dan pilihan cara untuk mengukus makanan. Kenapa harus dikukus? Karena mengukus mempertahankan lebih banyak nutrisi makanan dibandingkan cara lain. Untuk lengkapnya bisa baca di artikel Cara Memasak Makanan Bayi.

Ada banyak produk peralatan untuk membuat makanan bayi di pasar kok. Ada malah produk yang memiliki fungsi kombinasi berupa mengukus, memblender, menghangatkan dan mencairkan. Tapi tak perlu deh membeli peralatan baru untuk itu, gunakan saja peralatan yang ada dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Memulai membuat makanan bayi hanya perlu 6 langkah mudah, yaitu:
•    Mulai dengan mencuci tangan dan peralatan.
•    Mencuci dan mengupas bahan makanan seperti sayur dan buah-buahan
•    Panggang, kukus atau masukan ke microwave bahan makanan diatas hingga lembut (mengukus dan memasak dengan microwave mempertahankan lebih banyak nutrisi)
•    Haluskan makanan dalam sebuah food processor (bisa berupa grinder, hand grinder atau blender) dengan sedikit cairan ( bisa berupa air, ASI atau formula). Khusus untuk ASI, lebih baik ditambahkan setelah makanan dihaluskan.
•    Simpan di kulkas atau freezer menggunakan wadah kedap udara.
•    Hangatkan makanan ketika hendak diberikan, pastikan suhunya tidak kepanasan agar mulut bayi tidak melepuh.

    Banyak wadah kedap udara dengan ukuran kecil yang cocok untuk menyimpan makanan bayi sesuai porsinya. Atau Mommy juga bisa menggunakan ice cube tray bertutup. Jenisnya banyak kok di pasaran.

    Untuk lebih menyederhanakan agar tidak menghabiskan banyak waktu, Mommy bisa kok memberikan bayi makanan yang sama dengan makanan yang dimakan anggota keluarga lainnya. contohnya ketika menu keluarga adalah kentang, Mommy juga bisa memberikan puree kentang buat si bayi. Jadi persiapannya hanya sekali, hanya saja prosesnya dibedakan, untuk si bayi di-puree, untuk keluarga digoreng atau diapain kek, terserah deh….

    Sederhana sekali bukan?!

    sumber: webmbd.com, 
                  homemade-baby-food-recipes.com

    Wednesday, May 29, 2013

    Menu Makanan Bayi Rumahan Sesuai Umur

    Menu makanan bayi - Pengenalan makanan merupakan tahap penting dalam perkembangan bayi. Kita sudah tahu, bahwa pengenalan Makanan Pendamping ASI dimulai pada umur 6 bulan, yaitu dengan konsistensi cair dan juga menyerupai ASI. Namun untuk bayi dengan umur yang lebih tua, kadang kita bingung untuk menentukan menu. Begitu pula saya, terkadang pagi-pagi harus berpikir dahulu mau memasak apa, bagaimana dan seperti apa. Mengingat selera bayi memang kadang tidak tertebak dan yang paling penting, mereka makan tanpa kita jadi kalau mereka tidak menyukai atau menolak makanan yang dimasak, mereka bisa jadi tidak makan sama sekali (derita working mom!).

    Saya sempat browsing-browsing dan menemukan artikel ini. memang, basic dari artikel yang saya ambil dari http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/ ini adalah makanan bayi ala Australia, namun tentu tidak salah kalau kita gunakan sebagai pedoman. Yah, itung-itung sebagai pembanding kalau sedang tidak ada ide.

    Selain itu, ada juga beberapa pedoman yang saya ambil dari file milis Mpasi Rumahan yang TOP bgt. Pedoman ini juga merujuk pada pedoman dari UNICEF yang dialihbahasakan oleh momod milis.

    Menu Makanan Bayi 6 Bulan


    Menu Sehari untuk bayi 6 bulan:
    ASI : Sesuka bayi
    Mpasi : 1 kali sehari untuk minggu pertama (bisa berupa bubur tepung beras, puree buah, puree sayur + ASI/sufor). Minggu seterusnya bisa diberikan 2 kali sehari, tergantung kemampuan bayi.
    Porsi : 2-3 sendok makan (30-45 ml/porsi)
    Jenis makanan: Makanan lumat, bubur halus.

     Tawarkan makanan antara atau setelah umpan susu. Mulailah dengan menggunakan sendok plastik lembut dengan mangkuk. Makanan padat bayi pertama harusnya bertekstur encer dan halus serta mempunyai rasa yang ringan. Sereal beras adalah makanan yang sangat baik jika digunakan sebagai makanan padat pertama karena teksturnya halus dan kandungan besi yang tinggi. Campur dengan sedikit ASI atau susu formula.

    Makanan bubur lainnya yang bisa diperkenalkan adalah: sayuran seperti labu, kentang, wortel dan zucchini, buah seperti apel, pir, melon, dan pisang. Mulailah dengan 1-2 sendok teh makanan padat. Tingkatkan kuantitas menjadi  2-3 sendok makan, dan kemudian tingkatkan hingga tiga kali sehari sesuai dengan kemampuan bayi. Cobalah salah satu makanan baru pada satu waktu.


    Menu Makanan Bayi 7 – 8 Bulan



    Menu Sehari:
    ASI sesuka bayi
    Mpasi: 2-3 kali sehari + camilan 1-2 kali (bisa berupa jus, puding atau cookies)
    Porsi : 2-3 sendok makan (30-45 ml -120 ml / porsi)
    Jenis Makanan: Makanan Lembut, bisa bubur tim saring atau bubur tim tanpa saring.

    Setelah bayi berusia sekitar delapan bulan, mereka sudah makan sereal beras dan beberapa buah-buahan serta sayuran yang berbeda. Cobalah makanan lain dengan protein dan kadar besi yang lebih tinggi dengan tekstur tebal seperti:
    •    Daging seperti daging sapi, ayam, ikan
    •    Telur 
    •    Kacang polong kering, lentil, kacang buncis, kacang merah
    •    Sereal berbasis gandum
    •    Sertakan setidaknya 2-3 pilihan makanan yang berbeda setiap kali makan. Cobalah untuk menawarkannya secara terpisah, tidak selalu dicampur bersama. Hal ini memungkinkan anak  untuk mengembangkan preferensi makanan untuk selera yang berbeda.

    CATATAN: Jika keluarga memiliki sejarah alergi yang kuat, bicarakanlah hal ini dengan dokter Anda.
    Perubahan Tekstur Makanan

    Antara usia enam sampai sembilan bulan , bayi mulai mengunyah (walau mereka belum punya gigi). Selama waktu ini, penting untuk memberikan peningkatan tekstur makanan dari makanan halus ke tekstur yang lebih kasar dan kemudian ke tekstur makanan cincang / cincang halus. Memperkenalkan makanan yang dicincang bisa mendorong anak untuk mengunyah dan menggigit, yang pada akhirnya akan membantu kemampuan bicara anak.

    Petunjuk:
    Menyiapkan makanan dalam jumlah besar dan membekukan di freezer bisa  menghemat waktu.


    Menu Masakan Bayi umur  9-10 bulan


    Menu Sehari:
    ASI sesuka bayi
    Mpasi: 3 - 4 kali sehari + 1-2 kali camilan
    Porsi : sedikitnya 100-120 ml / porsi
    Jenis makanan: Makanan lembut yang lebih padat, bisa berupa nasi tim saring

    Dengan usia sembilan bulan, pemberian ASI / susu formula secara bertahap akan berkurang karena asupan makanan padat yang dimakan per setiap makan akan bertambah. Mulailah menawarkan makanan padat sebelum pemberian susu karena makanan merupakan sumber gizi yang lebih utama. Tingkatkan terus variasi makanan yang ditawarkan.

    Tawarkan air putih sebagai minuman lebih baik daripada jus buah. Jus harus diencerkan dengan air dengan perbandingan 50:50 dan hanya diberikan dalam jumlah kecil. Ajak bayi untuk mencoba minum dari cangkir dibandingkan botol (bisa menggunakan spout cup)

    Ketika bayi mulai suka mengambil sesuatu dengan tangan mereka (sekitar 9 bulan) maka inilah saat yang tepat untuk mengenalkan finger food atau makanan jari, seperti:
    •    potongan-potongan kecil keju
    •    strip tipis ayam, daging atau ham
    •    roti
    •    pasta
    •    potongan buah-buahan baik dimasak dan sayuran seperti apel, pir, kentang, wortel, labu
    •    potongan buah mentah lembut seperti peach, dan pisang.

    Untuk mencegah tersedak, awasi mereka saat makan dan usahakan agar bayi selalu duduk tegak.

    Bagaimana dengan susu sapi?
    ASI atau susu formula harus menjadi sumber utama susu sampai usia satu tahun. Setelah itu baru susu sapi dapat digunakan sebagai pengganti. Produk susu lainnya seperti puding, yoghurt dan keju juga dapat digunakan pada waktu ini.

    Makanan yang harus dihindari:
    •    Potongan buah atau sayuran mentah atau kurang matang (seperti apel dan wortel) karena dapat menyebabkan tersedak pada bayi
    •    Makanan keras lainnya kecil seperti popcorn dan permen.
    •    Seluruh kacang (sampai usia 5 tahun)

    Menu Makanan Bayi 12 Bulan

    ASI sesuka bayi
    Mpasi : 3-4 sehari + camilan 1-2 kali sehari
    Porsi: 3/4 - 1 cup (200-250 ml / porsi)
    Jenis makanan: Makanan Keluarga, bisa dihaluskan seperlunya

    •    Doronglah bayi agar mulai bisa makan sendiri dan berikan minuman dari cangkir.
    •    Anak bisa makan makanan keluarga dengan porsinya sendiri
    •    Sebagian besar nutrisi bayi berasal dari makanan dan sisanya dari ASI / susu formula
    •    Sekitar 500-600mls susu formula,  3 sampai 4 kali per hari adalah jumlah yang cukup cukup
    •    Terus tawarkan berbagai macam makanan

    Untuk panduan MPasi yang lebih lengkap dan  bermanfaat, Mommy bisa gabung di milis mpasi rumahan, tinggal search aja di google.

    Untuk bahan makanan yang bisa diberikan pada bayi sesuai umur, ini saya dapatkan gambarnya dari wholesomebabyfood.com. Semoga membantu


    Monday, May 20, 2013

    Pentingnya Mpasi 6 Bulan pada Bayi

    Mpasi 6 bulan – Mpasi seharusnya dimulai pada saat bayi berusia 6 bulan. Hal ini sesuai dengan saran dari WHO dan beberapa lembaga kesehatan dunia lainnya. Di Indonesia sendiri, Mpasi 6 bulan ini juga sudah semakin dikenal dan juga diterapkan, apalagi ada hubungannya dengan masi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. 

    Saya pernah konsultasi soal ini dengan salah satu dokter spesialis anak yang pernah saya kunjungi. Intinya, saya menanyakan soal kapan sih Mpasi itu harus dimulai. DSA yang bersangkutan menjelaskan bahwa:

    Untuk bayi yang tidak ASI ekslusif, Mpasi dapat dimulai dari umur 4 bulan, namun untuk bayi dengan ASI ekslusif, Mpasi diundur ke umur 6 bulan.

    Saya tidak mendebat dokter yang bersangkutan karena memang tidak tahu secara pasti, selain itu pada waktu konsultasi, Cuta saya juga sudah Mpasi dini (ampun, dok!)

    Alasan kenapa Mpasi harus dimulai pada umur 6 bulan banyak, pasti sudah disebutkan di beberapa media tentang system pencernaan bayi yang belum siap, menurunkan resiko alergi di masa datang, kebutuhan nutrisinya selama 6 bulan pertama sudah tercukupi dengan ASI saja atau alasan lain.

    Nah, kadang yang menjadi sumber kebingungan adalah mengenai perhitungan 6 bulan Mpasi itu bagaimana. Jika menurut hari kalender, hitungan satu hari sebulan itu rata-rata adalah 30 hari, jadi untuk 6 bulan, jumlah harinya adalah 180 hari. Apakah bayi baru bisa Mpasi setelah berumur 180 hari?

    Panduan Mpasi dari WHO memang menyebutkan jumlah hari ini sebagai patokan memulai Mpasi, yaitu 180 hari. Jadi mommy harus membuka-buka kalender dan menghitung-hitung dulu.

    Hehehe…  kok ribet yak?

    Rasanya kemarin di milis Mpasi Rumahan ada yang bertanya soal itu. Dan saran para mommy disana adalah “Ga usah ribet”. Memang 6 bulan itu adalah standar umum, padahal satu bulan itu belum tentu memiliki jumlah hari yang sama. Jadi alternatifnya adalah pakai hari tanggal lahir bayi. Misalnya bayi mommy lahir tanggal 31 Januari, Mpasi pertama bisa dimulai sekitaran tanggal 31 Juli.

    Mpasi 6 bulan ini memang tidak harus saklek dilaksanakan, bisa mundur atau maju beberapa hari. Tergantung daya tahan mommy saat melihat si kecil menjangkau-jangkau sendok yang mommy pegang.

    Nah, kembali deh ke topic awal, pentingnya MPasi 6 bulan. Iya, saya mengalami sendiri. Cuta saya Mpasi dini, dan tahukah saudara-saudara, apa yang terjadi selama awal-awal Mpasinya?

    Pencernaan bayi memang tidak bisa dibohongi, walau bayi sendiri terlihat antusias dan lahap selama makan, namun BAB nya menunjukan kondisi aslinya. Awal Mpasi, Cuta saya berikan bubur beras merah yang sangat halus dan cair. Namun keesokan harinya waktu saya periksa, terdapat serat merah di kotorannya. Sepengamatan saya, itu adalah kulit ari beras yang tidak tercerna dengan baik. Masih utuh. Pernah juga saya berikan Mpasi buah pear, yang waktu itu tidak terblender dengan halus. Ternyata keluarnya buah pear juga. Saya sempat cemas juga, khawatir kalau dia kenapa-napa. Namun syukurnya Cuta saya tidak apa-apa, maksudnya pencernaannya, kecuali nafsu makannya yang gampang sekali berubah.

    Nah, dari pengalaman ini saya sering sampaikan pada teman-teman yang berniat memberikan Mpasi dini kepada bayinya. Yah, biar tidak mengulangi kesalahan saya.

    Semoga pengalaman ini juga menjadi perhatian mommy semuanya biar benar-benar mempertimbangkan untuk memberikan Mpasi dini bagi bayinya.

    Thursday, April 18, 2013

    Panduan untuk Memulai Mpasi Pertama bagi Bayi

    Mpasi pertama atau mengenalkan makanan padat merupakan salah satu tahap yang menegangkan bagi seorang ibu. Iya, bagaimana tidak, melihat suapan pertamanya merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Beragam rasa penasaran, apakah Mpasi pertama berhasil, atau makanan apa yang disukai bayi? Namun intinya, memulai Mpasi bayi memberikan semangat tersendiri bagi seorang ibu.

    Bagi newbie mommy, tentu memerlukan semacam panduan. Saya sendiri dahulu main tubruk saja karena ternyata jadwal Mpasi Cuta tidak terduga, Mpasi dini yang tidak ada panduannya. Beberapa kesalahan, baik itu dari tekstur, jenis makanan hingga cara pemberian. Untuk itu, baiknya untuk newbie mommy mendapat panduan memulai Mpasi pertama ini sehingga tidak gatot alias gagal total.

    Panduan ini bukan dari saya pribadi ya, melainkan saya kumpulkan dari beberapa website luar yang lumayan diakuilah kredibilitasnya dalam dunia per-Mpasian. Ada wholesomebabyfood, parent.com (American Baby Magazine), http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au, http://www.babycenter.com, www.webmbd.com dan juga http://babyparenting.about.com.

    Panduan ini akan dihadirkan dalam beberapa artikel (biar tidak kepanjangan). Sehingga untuk mempermudah mommy, berikut ada beberapa indeksnya.

    Indeks panduan ini berupa:

    Panduan Untuk Memulai Mpasi:
    Apakah bayi saya siap untuk Mpasi?
    Makanan apa yang harus diperkenalkan untuk Mpasi pertama kali?
    Aturan 4 Day Wait  Rule
    Kebutuhan ASI/formula setelah Mpasi Pertama
    Memberikan Mpasi Pertama kali (Praktek)
    Menerapkan Kebiasan Makan yang Sehat 

    Pentingnya Mpasi 6 Bulan pada Bayi
    Menu Makanan Bayi Rumahan Sesuai Umur
    Makanan Pendamping ASI, Haruskah Bikinan Rumahan? 
    Tekstur Makanan Bayi

    Monday, April 15, 2013

    Menerapkan Kebiasan Makan yang Sehat

    Masalah Mpasi pertama erat sekali kaitannya dengan kebiasaan makan.  Mungkin kita tahu bahwa kebiasaan makan yang sehat memang harus dikenalkan sejak awal. Mungkin ada beberapa yang menyepelakan "Ah, masih bayi juga, belum juga ingat apa-apa", tapi jangan salah loh Mommy, jika kebiasaan itu terus dibiasakan setiap hari, maka akan tertanam di ingatan si baby. Ituah sebabnya kenapa bagian menerapkan kebiasaan makan sehat ini masuk dalam Panduan Memulai Mpasi Pertama Bayi.

    Jujur, susah sekali menerapkan kebiasaan makan yang sehat ini untuk bayi, apalagi bayi sudah sudah mulai mengenal sekeliling dan cepat sekali merasa bosan dengan suasana yang monoton. Namun biarpun susah, tidak apa sih rasanya kalau kita tidak menerapkannya secara sempurna. Yang penting ada aja kebiasaan makan sehat yang mengena. 

    Ini beberapa kebiasaan makan sehat, saya rangkum dari beberapa website.

    Menerapkan Kebiasan Makan yang Sehat

    1. Jangan memaksakan bahwa makanan bayi harus tetap hambar dan membosankan. Sebaliknya, mommy bisa menawarkan pilihan rasa bagi bayi agar membuatnya berani. Tambahkan berbagai bumbu untuk variasi rasa, dan mulailah untuk gula serta garam dari umur 1 tahun.

    2. Membuat makanan bayi sendiri aka MPASI RUMAHAN

    3. Jangan memberi makan bayi di kursi goyang.

    4. Jangan memberinya makan di depan tv atau aplikasi iphone. Hal ini mendorongnya untuk makan dengan ceroboh dan merupakan kebiasaan buruk seumur hidup.

    5. Jangan mengikutinya dengan makanan saat ia bermain. Dudukan dia di meja setiap makan. Jika berada di taman, carilah sebuah bangku. Jangan membuat ia merasa bahwa “makan itu bisa dimana saja”. Bahaya tersedak mengintai dan mommy juga mengajarinya cara makan dengan mentalitas makanan cepat saji.

    6. Biarkan dia makan sendiri jika ia tertarik. Beri dia sendok dan biarkan dia mengambilnya dengan tangan. Jangan khawatir jika sikap OKE ini akan membuat makannya berantakan.

    7. Jadilah teladan yang baik. Bayi belajar melalui meniru orang tuanya dan juga orang lain di sekitar mereka. Jika orang tuanya berbicara negatif tentang buah-buahan dan sayuran atau tidak makan buah serta sayur, bayi akan memiliki waktu yang sulit menerima makanan itu. Ingat, bayi ternyata akan merespon apa yang orang tuanya suka.

    8. Ajak ke toko atau perkebunan buah dan sayur. Mulailah memperkenalkan bayi dengan buah dan sayuran
    yang berbeda. Mengajarinya nama-nama dari berbagai jenis produk. Bicara padanya tentang warna yang indah, bau besar dan teksturnya yang bervariasi.

    9. Berbicara positif tentang sayuran dan buah-buahan. Biarkan bayi tahu apa yang dia makan, apa vitamin dan mineral yang didapatkannya dan betapa pentingnya nutrisi itu untuk tumbuh lebih besar dan kuat.

    10. Biaskan untuk minum air putih. Air membantu dalam pencernaan, mengatur suhu tubuh, memberikan nutrisi ke sel dan mengeluarkan kotoran. Ketika bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat, kebutuhan airnya menjadi lebih besar. Tawarkan bayi air putih setiap kali makan. Selain air putih, bisa juga berupa jus.

    11. Jangan menyerah. Selera bayi berubah setiap hari. Hanya karena bayi memuntahkan kacang polong satu hari bukan berarti dia tidak menyukainya. Kecuali dia telah menunjukkan reaksi alergi, cobalah makanan itu dalam beberapa hari. Hal ini juga berlaku untuk GTM, suer, saya mengalaminya.

    Selain 11 poin diatas, masih banyak lagi kebiasans ehat yang bisa ditularkan untuk bayi. Beberapa kebiasaan makan yang sehat diatas memang sulit untuk dilakukan. Sumpah, terutama bagian nomer 5. jujur, Cuta saya tidak bisa diam ketika makan. Makanya saya senang ‘mengurung’nya di ruangan kecil, atau di teras ketika makan sehingga geraknya terbatas. Memintanya duduk saat makan juga mustahil, kalau mau dia tetap makan.

    Nah, menurut mommy, kebiasaan mana yang paling penting dan pertama harus dibiasakan?

    Thursday, April 11, 2013

    Memberikan Mpasi Pertama kali (Praktek)

    Nah, Setelah tahu kapan bayi siap untuk Mpasi pertama dan sudah paham betul dengan tetek bengek Mpasi 6 bulan, kita sampai pada bagian yang paling menegangkan, bagian prakteknya. Kalau bagian ini saya rangkum dari beberapa artikel dari website seperti parents.com, babycenter.com dan babyparenting.about.com. Sesi ini dibagi menjadi beberapa bagian:

    Jadwal Makan Bayi
    Mpasi pertamanya hendaknya satu kali saja sehari. Jumlah makan ini bertambah menjadi 2 prosi makanan sehari ketika umur bayi sudah hampir 7 bulan. Sekitar umur 8, jadwal makannya seharusnya sudah 3 kali sehari. Tetapi tentu saja, ini tidak baku, tergantung kondisi bayi itu sendiri. Selain jadwal makan, konsumsi ASI/Sufor harus tetap dilanjutkan sesuai dengan kebutuhannya.

    Butuh Perlatan Khusus untuk Mpasi Pertama?

    Nah, bagian ini yang special. Banyak mommy di milis yang memandang bahwa untuk Mpasi harus menggunakan feedingchair atau kursi khusus untuk makan. Memang, sangat berguna sekali jika mommy punya benda seperti ini. selain itu yang lebih penting tentu saja sendok plastic, jangan dulu deh pakai sendok logam karena takutnya bisa membuat gusi bayi terluka. Mangkuk juga, kalau bisa sih yang bentuknya menarik dan warna-warni. Celemek bisa digunakan agar pakaian bayi tidak belepotan.

    Memberikan Suapan Pertama untuk bayi
    Karena bayi masih akan mengkonsumsi ASI/sufor, maka makanan padat masih pada tahap ‘ekstra’ untuknya saat ini. jadi, mulailah mpasi pertamanya dengan santai dan menyenangkan (tetapi banyakan mommy sudah tegang duluan jadi tidak bisa santai). Ada tips nih seputar cara memberikan makanana (Mpasi) pertama bagi bayi:

    1. Dudukan bayi dalam posisi tegak, baik dalam feedingchair atau kursi bayi dengan kelengkapan seperti
    handuk, lap dan celemek. Jika dia ternyata ketakutan, mommy bisa memindahkannya ke pangkuan. Ini merupakan salah satu dari awal kebiasan makan yang sehat.

    2. Berikan sesuatu pada bayi untuk dipegang. Hal ini akan mengalihkan konsentrasi bayi pada benda yang ia pegang sehingga mommy bisa bebas menyuapkan sendok ke ulutnya.

    3. Isi ujung sendok dengan makanannya kemudian dekatkan ke bibirnya. Beri dia waktu semenit untuk mencium dan mencicipi. Jangan khawatir kalau ia menolak, tunggu sebentar dan coba lagi. Ketika ia membuka mulut, masukan ujung sendok ke sela-sela bibirnya. Setelah sendok masuk, saya biasanya tetap menahan sendok itu disana dan menunggu ia menyedot makanannya. Bayi terbiasa menghisap, jadi ketika pertama kali makan, ia akan melakukan hal yang sama. Jadi saya membiarkannya menghisap makanan semi padatnya dengan caranya sendiri.

    4. Selesai makan, susui bayi untuk memenuhi rasa laparnya. Jangan letakan makanan bayi ke dalam botol bayi. Banyak mommy yang menggunakan botol dengan ujung bersendok, hal ini mempermudah bagi mommy. Namun sekalipun lakukan ini dengan dot. Bayi perlu melakukan semacam koneksi atau mengingat bahwa makanan lezat harus dimakan dari sendok dan dalam posisi duduk.

    Jangan memaksa jika ternyata bayi malah menangis atau berpaling ketika mommy mencoba untuk memberinya makan. Banyak ahli yang mengatakan bahwa lebih penting bahwa mommy berdua menikmati pengalaman ini daripada sewenang-wenang dengan memaksanya makan. Cobalah lagi keesokan harinya.

    Saran lain diberikan oleh adalah dari Dr William Sears: Cukup gunakan jari Anda. Pastikan tangan bersih saat mempraktekan ini dan kemudian celukpan salah satu jari ke makanan bayi. Lalu biarkan bayi menghisap jari mommy. Ini merupakan transisi yang bagus untuknya di awal karena bayi tidak benar-benar menyukai sendok. Namun apakah mommy mau mencoba cara ini? hihihiih

    Sekali lagi ya Mommy, ini cuman Panduan Memulai Mpasi Pertama aja, praktek tentu saja tergantung pada bayi masing-masing. Butuh trial eror, jangan kaget kalau ada kejutan khusus dari si kecil. Nah, kalau pengalaman praktek mommy untuk Mpasi pertama si kecil bagaimana?

    Monday, April 1, 2013

    Kebutuhan ASI/Formula Setelah Mpasi pertama

    Masihkah bayi perlu minum ASI/Sufor walau sudah mendapat mpasi pertama? Pertanyaan yang simple namun ini termasuk bagian dari Panduan untuk Memulai Mpasi Pertama bagi Bayi edisi keempat.

    Nah, namanya juga Mpasi alias makanan pendamping ASI atau susu jadi pada awal-awal transisi makanannya, ASI masih tetap yang utama. DSA saya dan juga DSA beberapa mommy di milis menyebut hingga umur 1 tahun, ASI dan SUSU yang utama. Sebelum umur 1 tahun, makanan padat merupakan tambahan dan masa pembelajaran awal bagi bayi. ASI atau sufor menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi dan menyusu juga adalah hiburan bagi bayi.

    Mommy bisa menyusui bayi di pagi hari (bisa jadi ketika bayi baru bangun), sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur. Eksperimen mungkin diperlukan untuk menemukan jadwal menyusui yang terbaik. Jika bayi mommy cenderung minum banyak, maka berilah ia makan terlebih dahulu kemudian lanjutkan dengan susu. Jika sebaliknya, maka susui dulu bayi, baru berikan ia makan.

    Hingga umur 7-10 bulan, ASI/sufor memberikannya mayoritas kalori dibandingkan makanan. Jadi pada umur tersebut, waktu makan masih merupakan waktu baginya untuk mempelajari selera dan tekstur makanan.

    Bahkan dari milis Mpasirumahan, pernah saya baca ada mommy yang sharing hasil konsultasinya ke DSA, bahwa bayi lebih baik full ASI/Sufor hingga 1 tahun. Memang kedengarannya mengerikan (membayangkan mahalnya sufor dan capeknya menyediapan ASI peras bagi bayi yang sudah semakin aktif dan notabene semakin sering lapar). Selain itu, diatas 6 bulan, ternyata ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan bayi makanya disarankan untuk Mpasi pertama.

    Mengenai kebutuhan ASI/sufor bagi bayi dibawah satu tahun, ASI dan sufor masih tetap yang utama. Berikan bayi menyusu sesuka mereka. Namun untuk bayi diatas 1 tahun, kebutuhan ASI dan sufor hanya 30% saja, 70% ditutupi oleh makanan padat. Mengurangi jumlah susu setelah 1 tahun juga penting untuk membentuk selera makan dan rasa lapar, sehingga bayi tidak mengalami gerakan tutup mulut alias GTM.


    Mengenai kebutuhan ASI/sufor untuk bayi dibawah setahun, saya dapat juga nih datanya dari parents.com, namun sayangnya satuannya dalam ons, bukan liter. Jadi gimana ya cara konversinya ke liter? hehhe...
    1. Sampai 9 bulan, 20 sampai 28 ons ASI/sufor setiap 3 sampai 4 jam.
    2. 9 sampai 12 bulan, 16 sampai 24 ons ASI/sufor seiap  4 sampai 5 jam.

    Sunday, March 31, 2013

    Kapan Bayi Siap untuk Mpasi Pertamanya?

    Berbicara mengenai Mpasi pertama pasti memberikan rasa yang tidak karuan bagi mommy. Antara tegang, senang dan harap-harap cemas. Ya iyalah, momen penting ini tentu saja tidak mau dilewatkan oleh ibu manapun. Bahkan saking inginnya melihat suapan pertama si baby, ada ibu yang rela memajukan atau memundurkan jadwal mpasi pertama bayinya ke hari libur. Weleh-weleh.

    Nah, pertanyaan pertama untuk memulai edisi Panduan Mpasi Pertama bagi Bayi ini akan dimulai dengan artikel, kapan bayi siap untuk Mpasi pertamanya.

    The American Academy of Pediatrics mengatakan Mpasi pertama bisa dimulai di umur antara 4 dan 6 bulan. Beberapa bayi siap makan mulai umur 3 bulan namun itu tidak disarankan karena semakin dini bayi diberikan makanan padat, maka bayi tersebut memiliki kecenderungan untuk memiliki alergi makanan di kemudian hari.

    Beberapa lembaga lain seperti AAP Section on Breastfeeding, American College of Obstetricians and Gynecologists, American Academy of Family Physicians, Academy of Breastfeeding Medicine, World Health Organization, United Nations Children's Fund, dan banyak lembaga kesehatan lainnya menyarankan untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan kemudian memulai Mpasi pertama bagi bayi di usia 6 bulan (Mpasi 6 bulan)

    Di Indonesia sendiri, Mpasi umumnya diberikan ketika bayi sudah berumur 6 bulan walaupun beberapa dokter anak ada yang menyarankan umur yang lebih muda, namun masih direntang 4 hingga 6 bulan.
    Di usia 6 bulan, ASI atau susu formula sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil terutama dalam kebutuhan zat besi dan seng. Untuk itu, bayi perlu diberikan makanan padat untuk memastikan kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi sehingga berkembang menjadi anak yang sehat.

    Selain factor umur, ada juga beberapa tanda atau gejala yang bisa dijadikan indikator bagi ibu bahwa bayinya sudah siap dengan makanan padatnya yang pertama. Tanda ini bisa dilihat dari gejala yang ditunjukan oleh si bayi. Apa saja, berikut tanda-tanda tubuh bahwa bayi siap makan:

    • - Bisa duduk tegak dan didukung dengan kontrol yang baik dari kepala dan leher.
    • - Memiliki rasa penasaran terhadap makanan terutama yang sedang dimakan orang lain
    • - Ingin meletakan segala sesuatu di dalam mulutnya (bagian ini tidak selalu berarti bahwa ia siap makan)
    • - Terus saja merasa lapar padahal sudah selesai menyusu sehingga bayi ingin terus menyusu dan menyusu
    • - Mampu menghisap sejumlah kecil makanan atau bubur dari sendok
    • - Bayi sudah kehilangan refleks mendorong di lidahnya (tongue-thrust reflex).  Refleks inilah yang memungkinkan bayi untuk minum dan menelan cairan dengan mudah di awal-awal kelahirannya. Jika refleks ini masih ada, bayi mungkin hanya minum dari puree cair atau mendorong makanan kembali. Refleks ini sebenarnya ada untungnya terutama di 4 bulan pertama karena bisa melindungi bayi terhadap bahaya tersedah. Ketika ada substansi yang tidak biasa ditempatkan di lidah, maka secara otomatis akan terdorong kembali ke luar mulut. Refleks ini menghilang secara bertahap di umur 4-6 bulan.
    • - Bayi sudah menunjukan kemampuan seperti berpaling dari botol atau payudara ibu. Kemampuan ini penting untuk menunjukan bahwa bayi sudah kenyang, sehingga bisa mengatur sendiri  jumlah makanan yang akan dimakan.
    • - Berat badannya sudah mencapai dua kali lipat dari berat lahirnya
    • - Sering terbangun di tengah malam ketika pola tidur siang malamnya telah terbentuk. Ini juga bisa menjadi indikator bahwa bayi sudah siap dengan makanan padat.

    Tanda-tanda ini merupakan gejala umum dan tidak sama pada setiap anak. Sebenarnya memang masih banyak sekali pendapat berbeda tentang umur pemberian Mpasi pertama bagi bayi. Jika bayi lain siap di umur 4 bulan, mungkin bayi mommy tidak. Nah, tanda kesiapan bayi perlu dipertimbangkan. Namun serba salah juga mommy, sekalipun bayi sudah menunjukan tanda kesiapan diatas namun itu juga tidak berarti bahwa system pencernana bayi sudah siap. Jadi, langkah terbaik untuk mengambil keputusan adalah konsultasi dengan dokter spesialis anak.

    Jika  dokter anak menegaskan bahwa bayi mommy sudah mulai siap makan di usia 4 bulan namun mommy merasa belum, mintalah dokter anak untuk menjelaskan manfaat dari memberikan makanan padat atau Mpasi dini.

    Dan ingat, mommy tidak HARUS mulai memperkenalkan makanan pendamping hanya karena dokter telah menyarankannya, kecuali karena adanya beberapa kebutuhan medis.

    Lalu bagaimana jika kerabat seperti nenek, kakek, bibi, paman atau bahkan ipar menyuruh mommy memberikan makanan padat sebelum umurnya dengan anggapan bahwa bayi ‘kelaparan’ atau menyusui saja sudah tidak cukup? Ini nih pasti masalah setiap orang tua baru hihihih… dari wholesomebabyfood menjelaskan bahwa:

    Ingatlah bahwa "makanan riil" adalah ASI dan / atau susu formula dan ini mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dengan baik. ASI pada khususnya, dan/ atau formula, akan cukup untuk mempertahankan kebutuhan gizi bayi Anda hingga berusia 1 tahun. Bahkan, memperkenalkan makanan padat terlalu dini bisa menggantikan nutrisi yang penting bagi bayi Anda yang seharusnya diterima dari ASI dan / atau formula.

    Jadi yah, berbijaklah mengambil keputusan demi kesehatan baby dan juga ‘keakuran’ hubungan mommy sama keluarga. Hehehhe… rasanya pengalaman banget nih soal beginian, tidak hanya untuk Mpasi pertama namun juga Mpasi seterusnya. Lalu pengalaman mommy untuk mpasi pertama si kecil bagaimana?

    Wednesday, March 6, 2013

    Aturan 4 Day Wait Rule Ala Mpasi

    Aturan menunggu 4 hari sudah jadi begitu popular bagi dunia per-Mpasian. Yap, aturan ini juga bisa menjadi salah satu pendukung dalam Panduan Memulai Mpasi Pertama Bayi. Aturan ini adalah semacam aturan untuk mencoba bahan makanan baru untuk anak secara bertahap dan perlahan dengan tujuan mengecek apakah anak menderita alergi setelah memakan satu jenis makanan. Aturan ini memang merupakan aturan yang sederhana yang mengecek kepekaan anak terhadap satu jenis makanan, bukan hanya untuk test alergi namun juga untuk mengetahui adakah akibat lain jika anak mengkonsumsi makanan tersebut seperti sembelit, sakit perut, gas, dan lainnya.

    Aturan ini memang terlihat seperti memberikan anak makanan yang kurang variatif, karena hanya satu jenis makanan dalam 4 hari berturut-turut dan biasa bagi orang tua konservatif, cara ini dianggap membosankan. Namun, bagi keluarga yang punya riwayat alergi terhadap satu jenis makanan, aturan ini perlu loh.

    Bagaimanakah Aturan 4 Dar Wait Rule tersebut?
    Aturannya sederhana, yaitu dengan mengenalkan anak 1 jenis makanan baru selama 4 hari berturut-turut. Misalnya hari senin alpukat, maka teruskanlah pemberian alpukat ini selama 4 hari sampai kamis. Jumat baru makanan baru. Makanan baru yang diperkenalkan pada hari jumat juga harus diberikan terus setiap hari hingga hari senin minggu berikutnya. Kesannya memang tidak variatif yak?!


    Aturan ini dimulai sejak pertama Mpasi dan berlaku untuk semua jenis makanan baru. Mix and match makanan sih tidak dianjurkan untuk awal Mpasi, namun untuk seterusnya bisa dilakukan asalkan sudah lulus aturan 4dr ini.

    Penerapan Aturan 4DR
    Lain teori lain juga penerapannya. Hahahha…. Banyak mommy yang meng-cut 4 hari tersebut menjadi 3 hari atau bahkan 2 hari. Alasannya beragam, namun kalau saya pribadi sih karena tidak sabar aja mengenalkan jenis makanan baru. Hasilnya ya, syukur memang tidak pernah menunjukan gejala alergi. Habisnya Cuta hampir setiap saat kena biang keringat, jadi tidak bisa dibedakan antara merah akibat alergi atau biang keringat. Yang penting dia tak terlihat terganggu atau menggaruk-garuk sih.


    Seberapa Efektif aturan 4 DR itu?
    Bagian ini yang seru. Dari wholesomebabyfood menyebutkan:
    Berbagai studi menunjukan bahwa menunggu untuk memperkenalkan makanan dengan resiko alergi mungkin tidak memiliki dampak ataupun apakah anak bisa mengembangkan alergi makanan sehingga penggunaan aturan ini menjadi usang dan ketinggalan jaman. Sekarang malah ada banyak dokter anak yang menyarankan untuk memperkenalkan berbagai makanan baru pada bayi bahkan selama hari-hari awal pemberian Mpasi. Kondisi ini berawal dari pemikiran bahwa menawarkan lebih banyak jenis selera dan tekstur, sedini dan sesering mungkin akan membuat bayi bersemangat dalam menikmati rasa dari semua jenis makanan.
    Dari sana bisa disimpulkan bahwa aturan menunggu 4 hari ini mulai diabaikan. Jenjang pemberian makanan juga mulai dihapuskan. Maksudnya kan selama ini momy-mommy sering diberikan semacam bagan mengenai jenis makanan apa saja yang bisa diberikan kepada bayi sesuai umurnya. Nah, saya sih belum pernah baca penelitiannya, namun kalau tidak salah ada mommy di milis yang menyebutkan sebuah studi baru untuk memberikan banyak dan segala jenis makanan pada bayi mulai dari awal Mpasi. istilahnya seperti yang saya quote diatas.

    Mommy yang baru mau mulai Mpasi pasti bingung. So harus bagaimana? Jangan bingung. Dari jaman dulu, bayi sudah terbiasa diberikan berbagai jenis makanan dari awal Mpasi. Walaupun ortu-ortu jaman dulu tidak memakai metode, namun toh  Mpasi mereka ke kita sukses kan. Mereka tidak mengenal yang namanya bagan makanan, aturan 4dr ataupun yang lainnya, apa yang ada di dapur, itu yang mereka berikan pada bayi. Jadi istilahnya main tabrak aja.

    Saya sih tidak menganjurkan untuk tidak menggunakan aturan 4dr ini. Mommy bisa saja memberikan makanan yang variatif bahkan di awal-awal Mpasi. Aturan 4 hari, bisa ditabrak jadi 2 atau 3 hari. Namun mommy harus ekstra hati-hati dengan makanan yang sudah terbukti beresiko alergi tinggi. Beberapa bahan makanan dengan resiko alergi tinggi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah susu sapi/kambing, telur, kacang-kacangan, ikan laut, kedelai serta gandum. Sementara makanan yang relatif jarang menimbulkan alergi diantaranya daging ayam, daging babi, daging sapi, kentang, coklat, jagung (nasi), jeruk serta bahan bahan aditif makanan. Reaksi terhadap buah buahan seperti jeruk, tomat, apel relatif sering dilaporkan, tetapi sebagian besar melalui timbul pada usia 15 bulan, dengan gejala yang berlangsung agak lama. Gejala alergi terhadap buah buahan ini umumnya berupa gatal gatal di mulut. Jeruk sering dapat menyebabkan gatal serta kemerahan pada kulit bayi.Bahan aditif makanan disini meliputi bumbu-bumbu, baik alami ataupun non alami. Yang alami itu tentu saja diantaranya duo bawang, sere, daun salam, jahe, lengkuas dan lainnya.

    Nah, berdasarkan informasi diatas, mulai deh kita menganalisis kira-kira bahan makanan apa yang membutuhkan perhatian ekstra. Bukan ngajarin yang enggak benar sih. Misalnya alpukat, alpukat merupakan makanan dengan resiko alergi rendah. Belum pernah saya mendengar ada bayi yang alergi dengan alpukat, begitu pula makanan lain seperti bayam yang katanya tinggi kandungan nitratnya. Memangnya bayi makan bayam seikat apa? Tidak kan, paling hanya satu dua lembar (Itu kata Ipar saya!). Nah, untuk produk makanan seperti ini boleh deh ditabrak-tabrak, artinya tidak kaku dalam menerapkan aturan menunggu 4 hari tersebut.

    Nah, cerdas dalam menyikapi sebuah metode sangat diperlukan, terutama jika mommy tinggal sama mertua yang seringan sih masih menganut paham konservatif. Mau berantem sama mertua hanya gara-gara bayam? Menjadi mommy yang sempurna itu susah, bahkan mustahil. Menerapkan teori juga tidak bisa seratus persen, mengingat bayi itu kan tidak seperti angka yang stabil. Jadi sebaiknya jangan diambil pusing, cobalah untuk sefleksible mungkin termasuk dalam penerapan aturan 4dr ini.

    Tulisan saya ini bukan referensi untuk menentang aturan menunggu 4 hari, namun hanya semacam pemikiran yang berdasarkan dari website besar lain. Keputusan tetap di tangan mommy, kan yang punya anak itu mommy. Hihihihihi

    Sunday, February 3, 2013

    Tekstur Makanan untuk Bayi

    Yap, sesuai dengan judulnya, sekarang saya mau ngomongin mengenai tekstur makanan bayi. Beberapa mommy yang sering-sering baca artikel Mpasi ataupun file milis Mpasi rumahan, pasti sudah mengenal berbagai macam tekstur makanan yang biasanya diberikan untuk bayi. Ada yang encer mendekati ASI, lembut dan halus, halus tapi agak kasar, kental namun lembek ataupun kasar dan kering. Semua itu biasanya dilalui oleh semua bayi. Biasanya tekstur makanan tersebut mengikuti usia bayi, mengingat bahwa perkembangan alat pencernaan memang dipengaruhi oleh perkembangan usia dan juga kebiasaan makan bayi.

    Saya sih tidak tahu ya, tekstur makanan bayi sesuai umur itu yang bagaimana ya, karena si Cuta sendiri tidak begitu mengikuti rule yang ada. Dia makan apapun yang dibuatin sama emaknya ini, namun memang teksturnya sendiri menyesuaikan kemampuannya.

    Tekstur makanan bayi 6 bulan tentu berbeda dengan tekstur makanan bayi 8 bulan. Mengingat kemampuan makan dan mengunyahnya juga sudah berbeda. Umur 6 bulan, Mpasi si Cuta saya mulai dengan bubur tepung beras dengan tekstur yang sangat cair. Tidak ada bedanya dengan tekstur ASI sendiri, namun tentunya ada ampasnya karena bubur tepung tersebut sekalipun halus, tetap menimbulkan butiran-butiran setelah dimasak. Cuta makan bubur tepung ini sekitar 3 minggu. Tepung berasnya dibuat sendiri (baca: Membuat Tepung Beras Mpasi). Mpasi awal, beras yang digiling dengan blender saya saring biar mendapatkan hasil yang benar-benar halus. Mendekati umur 6 buan akhir, saya tidak saring lagi sehingga bubur tepung yang didapatkan semakin bertekstur namun tetap lembut.

    Tekstur makanan bayi 7 bulan yang didapatkan Cuta adalah bubur saring. Prosesnya, beras saya masak menjadi bubur lembek, ketika hendak menghindangkannya, kemudian diblender bersamaan dengan sayur dan lauknya. Teksturnya masih lembek, namun tidak secair waktu umur 6 bulan mengingat saya ingin Cuta mendapatkan peningkatan tekstur.

    Tekstur waktu umur 8 bulan, seharusnya sudah bubur tim saring. Berbeda dengan bubur saring biasa, beras biasanya saya masak dengan porsi air yang cukup sehingga menghasilkan aron, kemudian dipindahkan ke mangkuk dan ditambahkan air atau kaldu, kemudian di kukus. Saat menghidangkannya, diblender bersamaan dengan sayur dan lauk. Teksturnya sudah pasti lembek, namun agak kental. Nilai kalorinya jauh lebih besar dibandingkan bubur saring, yah semoga mencukupilah kebutuhannya di umur 8 bulan.

    Tekstur makanan bayi 9 bulan, masih sama dengan umur 8 bulan karena pada waktu ini Cuta menderita GTM keras dan berkepanjangan. saya tidak berani meningkatkan tekstur ke nasi tim saring, karena pertimbangan dia belum punya gigi.

    Teksturnya berubah kira-kira waktu berumur 10 bulan. Tekstur makanan bayi 10 bulan ala Cuta adalah bubur kasar tanpa saring. Ceritanya biar dia belajar ngunyah. Awalnya, dia sempat mendapatkan bubur tim yang super lembek, namun GTMnya yang berkepanjangan membuatnya hanya cukup mampu makan bubur biasa saja. Untuk lauknya saya buat yang ekstra kecil, maksudnya potongan-potongan sayur dan lauknya kecil-kecil sekali.

    Tekstur ini berlanjut hingga ia berumur 11 bulan, berlanjut juga hingga 11.5 bulan. Sebenarnya saya sempat risau mengenai kemampuan Acyuta untuk table food pas umur setahun. Mengingat ada mommy di milis yang mengaku bahwa bayinya sudah bisa makan nasi pada umur 10 bulan. Saya sendiri belum berani memberi nasi mengingat giginya Cuta belum tumbuh dan saya tidak berani memaksa. Saya berpikir, asalkan anaknya mau makan, tekstur yang bagaimanapun, asalkan sesuai dengan umurnya, tidak masalah. Anak akan menolak sendiri jika teksturnya tidak sesuai dengan keinginannya. Tinggal ibunya yang harus trial eror, mencoba-coba tekstur untuk makanan bayinya.

    Akhirnya, mendekati usianya setahun, Cuta tiba-tiba sakit parah. Dia menderita infeksi di tenggorokannya, membuatnya panas tinggi dan tidak mau makan buburnya sama sekali. Bubur gandum yang biasanya dia sukai, dia tolak mentah-mentah. Akhirnya, saran mertua, saya memberinya nasi lembek diisi sedikit garam dan minyak kelapa murni. Hasilnya, ternyata dia mau mangap.

    Seminggu berlalu dan akhirnya dia sembuh, tekstur makanan bayi 1 tahun nya Cuta sudah berupa nasi lembek, kadang nasi seperti anggota keluarga lainnya asalkan ditambahkan kuah. Porsi makannya juga berkurang dibandingkan saat masih makan bubur kasar karena nasi memiliki kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan bubur. Namun untuk urusan kunyah-mengunyah, rupanya dia belum paham. Makanan yang disuapkan ke mulutnya, hanya ia kunyah dua tiga kali, lalu langsung telan. Kalau nasinya agak kering tanpa kuah, biasanya akan nyangkut di lidahnya saat ia mengunyah dan akhirnya dilepeh. Triknya, saya masukan makanannya agak kedalam di rongga mulutnya agar ia mudah menelan dan makanan tidak keluar saat mengunyah. Cuta belum begitu fasih dalam mengelola makanan di mulutnya.

    Jadi Mommy, saya memang bukan expert, namun percuma jika kita memaksakan salah satu tekstur jika bayi kita sendiri belum nyaman dengan tekstur itu. Bayi akan bisa menentukan kapan ia mau makan makanan kasar atau makanan lembut. Jangan sedih jika babynya tiba-tiba turun tekstur, misalnya biasa makan nasi tiba-tiba mau bubur lagi. Mungkin dia sedang tidak enak badan. Selain itu, kita yang orang dewasa saja kadang suka bosan makan nasi dan memilih bubur.

    oh ya, mommy yang ingin tahu bda bubur tepung, bubur beras, nasi tim atau nasi tanak, ada artikel yang saya ambil dari file milis Mpasi rumahan. Semoga membantu


    BUBUR

    Saya meng'golongkan' bubur untuk MPASI Rumahan menjadi 2 macam:


    Bubur Tepung Beras

    Bubur Beras

    Bubur Tepung Beras -seperti namanya- dibuat dari beras yang dihaluskan.
    Terkadang melewati proses perendaman, sangrai sebentar, sebelum akhirnya
    ditumbuk menjadi tepung (tapi bukan tepung beras yang biasa untuk kue basah
    yaa..). Teksturnya setelah dimasak lembut dengan sedikit 'sandy' alias berpasir.
    Bubur ini praktis karena untuk mengatur kekentalannya tinggal ditambah/dikurangi
    cairan pelarutnya. Bisa digunakan untuk makanan pertama bayi.

    Bubur Beras, dibuat dari beras utuh yang ditambah dengan air/kaldu banyak dan
    diaduk terus-menerus selama proses pemasakan supaya diperoleh tekstur yang
    tepat. Hasil bubur beras akan lebih kasar, kadang masih terlihat butiran beras.
    Seperti bubur tepung beras, kekentalan dan tekstur bisa diatur dengan
    menambah/mengurangi cairan.
    Untuk makanan pertama bayi bisa juga dengan diberi bubur beras yang disaring
    halus dan ditambah cairan (ASI/Sufor) setelah bubur matang.


    (NASI) TIM

    Saya sendiri belum nemu definisi cara masak nasi "TIM" secara ilmiah. Tapi
    inilah definisi nasi tim menurut pengalaman saya:


    Nasi tim adalah cara memasak nasi dengan cara mengaron beras dengan air/kaldu
    yang agak banyak (namun nggak sebanyak seperti masak bubur) sambil diaduk
    sesekali, lalu dikukus dalam kukusan dan sebelumnya nasi aron itu dimasukkan
    sebuah wadah tertutup.


    Nah, waktu ber MPASI dengan anak saya, Nasi tim ini dibagi lagi menjadi nasi tim
    saring, dan nasi tim biasa. Mulai pusing? Jangan.... Gampang kok sebetulnya. Ini
    cuma masalah tekstur saja.
    Nasi tim saring bisa dikenalkan mulai 8 bulan. Teksturnya mirip dengan bubur
    berasa yang sangat kental. Namun ada bedanya, beda bubur yang sangat kental
    dengan tim saring adalah : Bubur akan lebih cepat berair dan rasanya tidak
    semantap/setanak nasi tim saring (^_^).

    Makin meningkat umurnya, nasi tim tidak perlu disaring. Namun bisa hanya
    dihaluskan menggunakan sendok saja. Jangan lupa, untuk tahapan makan nasi tim
    sebaiknya Ibu selalu menyiapkan sayuran/masakan berkuah. Supaya bayi nggak
    merasa seret.. hehehe.
    Nah, nasi tim yang sudah advance teksturnya akan mirip dengan nasi tanak lembek.
    Hihihi.. saya merasa pasti saat ini ada Ibu yang keningnya berkerut-kerut.
    Tenaaang.. ingat, membuat makanan bayi lebihmudah daripada membuat rendang
    padang *LOL*. Mari kita masuk ke bahasan nasi tanak, OK?!


    NASI TANAK

    Ini juga nggak ada definisi ilmiahnya. Nasi tanak bisa disebut juga nasi liwet.
    Karena masaknya dengan cara diliwet sehingga tanek. (apalagi ituuuu? *LOL*)
    Nasi tanak lembek memiliki tekstur yang sangat mirip dengan nasi tim biasa.
    Hanya saja, nasi tanak biasanya lebih 'taneg', lebih pulen dan lebih padat
    daripada nasi tim. Nasi tanak bisa dibuat dengan cara 'tradisional'-dengan cara
    di aron dan dilanjutkan dengan me-liwet/menanak nasi aron dalam kukusan
    (langsung, nggak pakai ditaruh di wadah). Atau pakai cara yang paling
    cangggih... dengan Rice Cooker *LOL*
    Hanya saja, menanak nasi dengan kukusan hasilnya akan jauh lebih bagus daripada
    menanak nasi dengan rice cooker. Nasi tanak bisa diatur tingkat "kepulenan"nya
    dengan cara menambah/mengurangi cairan saat mengaron beras menjadi nasi setengah
    matang. Pada saat mengaron, jangan terlalu banyak diaduk, karena akan
    berpengaruh terhadap ke-pulen/tanak-an nasi.

    Nah soal memasak bubur, dan nasi tim bisa dilakukan dalam electric slowcooker
    dengan memberikan variasi jumlah cairan/air/kaldu. Namun untuk pembuatan nasi
    tanak, lebih baik dimasak dalam rice cooker atau pakai cara tradisional :
    mengaron dan mengukus.

    Friday, December 14, 2012

    Awal Pengenalan Mpasi untuk Bayi 6 Bulan

    Banyak di milis ada pertanyaan-pertanyaan dari mommy baru alias newbie tentang aturan pemberian Mpasi bagi bayi, terutama waktu pertama kali Mpasi. Pertanyaan yang umum biasanya sih makanan apa yang baiknya diberikan pada bayi pada saat pertama kali Mpasi, kapan waktu yang tepat untuk pemberian Mpasi pertama kali serta berapa kali sih pemberian Mpasi untuk satu hari itu?

    Walaupun saya bukan expert mom, cuman keseringan baca di milis jadi tahu juga. Jadi berikut saya share tentang pemberian Mpasi pertama kali. Eh ya, update, artikel ini merupakan bagian kedua dari artikel Panduan untuk Memulai Mpasi pertama Bagi bayi.

    Jenis makanan yang dianjurkan untuk bayi yang baru mulai Mpasi:

    Sereal:
    Meliputi  beras, gandum dan lainnya. di Indonesia, gandum lebih dikenal dengan oat. Selain itu sering disebut dengan havermuth. Untuk beras, sereal bisa berupa tepung beras. Alasan mengapa memberikan sereal atau tepung-tepungan pada saat pertama kali Mpasi adalah: sereal lebih rendah potensi alerginya dibandingkan makanan lain. Namun pernah juga ada mommy di milis yang melaporkan bahwa bayinya mengalami alergi terhadap gandum.

    Buah:
    Diantaranya alpukat, apel, pear serta pisang. Untuk apel dan pear, baiknya dikukus ya mommy, karena teksturnya keras. Alasan pemberian buah saat pertama kali Mpasi adalah: Buah lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi dan juga rasanya yang manis lebih disukai oleh bayi.

    Sayur:
    Diantaranya ubi jalar, baby buncis, butternut squash atau zukini. Alasan pemberian sayur saat pertama kali Mpasi adalah: sayur mudah dicerna. Selain itu juga karena kalau buah dulu yang dikenalkan makan bayi akan cenderung suka dengan rasa manis dan menolak rasa sayuran yang cenderung hambar.

    Ini sih secara teori ya mommy, tidak ada patokan khusus bagi bayi. Selain itu, masing-masing bayi juga mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, sehingga baiknya mommy mempertimbangkan terlebih dahulu apa kira-kira yang ingin dicobakan ke si kecil.

    Hanya saja satu, apapun pilihannya, tekstur yang paling penting harus cair menyerupai ASI sendiri. Untuk jumlah pemberian saat Mpasi awal, cukup 1x sehari aja dulu pas pagi atau siang hari. menunya lebih baik yang single puree dahulu, jangan dicampur kecuali dengan ASI. Tujuannya adalah agar kalau bayi menunjukan tanda alergi, mommy bisa membawanya ke dokter secepatnya. Ingat juga rule atau aturan 4dr ya mommy, yaitu memberikan makanan baru selama 4 hari berturut-turut untuk mengobservasi adanya gejala alergi (lihat artikel Aturan 4 day wait rule ala Mpasi). Jadi jika mommy mencobakan alpukat untuk pertama kali, berikan bayi alpukat setidaknya 3 hari berturut-turut, setelah lulus dan bayi tidak menunjukan alergi, bisa lanjut memperkenalkan makanan lain.

    Oh ya, untuk variasi bahan makanan yang bisa dikonsumsi bayi 6 bulan, mommy bisa lihat di gambar berikut ini ya. Infonya diambil dari wholesomebabyfood.com.